Baru 30 Persen Warga Kota Bogor Selalu Cuci Tangan Pakai Sabun
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Baru 30 Persen Warga Kota Bogor Selalu Cuci Tangan Pakai Sabun

Kamis, 15 Oktober 2020 | 23:11 WIB
Oleh : Vento Saudale / CAH

Bogor, Beritasatu.com- Wali Kota Bogor Bima Arya mengungkapkan bahwa hasil survei yang dilakukan Pemkot Bogor bersama tim riset Social Resilience Lab Nanyang Technological University Singapore menunjukan, bahwa banyak warga Bogor yang belum membiasakan diri cuci tangan dengan baik dan benar.

“Pandemi ini mengharuskan kita menerapkan pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Dari tiga kebiasaan itu yang paling sulit untuk dilakukan atau yang tidak biasa adalah jaga jarak. Yang paling mudah atau paling sering dilakukan menurut warga Bogor adalah pakai masker. Nah cuci tangan ini juga masih banyak yang belum terbiasa,” ungkap Bima Arya ketika memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia yang jatuh setiap 15 Oktober secara daring.

“Ada 8,1 persen warga yang mengaku jarang atau kadang-kadang cuci tangan. 59 persen sering cuci tangan dan 30 persen selalu cuci tangan. Padahal kan kita inginnya yang selalu cuci tangan ini 80 persen. Jadi PR-nya adalah menjadikan cuci tangan ini kebiasaan,” tambahnya.

Menurutnya, kebiasaan cuci tangan pakai sabun dan dengan air mengalir ini harus terus didorong karena data di Kota Bogor menunjukan bahwa keluarga menjadi salah satu klaster penularan yang cukup tinggi.

“Klaster keluarga ini terpapar dari aktivitas di luar rumah. Jadi harus dibiasakan pulang dari kantor atau dari luar cuci tangan pakai sabun, sebelum dan sesudah makan cuci tangan, dan aktivitas lainnya. Karena ini adalah benteng terakhir warga, ya cuci tangan,” tandasnya.

Lebih lanjut Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor Yane Ardian mengatakan, peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia ini untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Menurutnya, langkah ini sebagai cara efektif dan terjangkau untuk mencegah timbulnya penyakit dari bakteri dan virus yang menempel di tangan.

“Kegiatan hari ini untuk mengingatkan kembali, bukan program baru bagi PKK. Karena cuci tangan pakai sabun dan dengan air mengalir ini merupakan salah satu indikator dari PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang merupakan program pokok PKK. Jadi PKK itu punya peran mensosialisasikan berbagai program, termasuk cuci tangan,” ungkap Yane.

Yane menambahkan, masih ada masyarakat yang abai dan menganggap cuci tangan ini bukan merupakan suatu yang penting. “Padahal gerakan ini merupakan hal dasar yang harus menjadi kebiasaan setiap individu. Karena telapak tangan ini merupakan sumber virus, sumber bakteri. Jadi jangankan untuk melawan Covid, dalam kehidupan sehari-hari pun cuci tangan ini menjadi kegiatan yang harus dilakukan kesadaran sendiri,” terang Yane.

Dalam masa pandemi ini, kata Yane, cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan dengan air mengalir ini menjadi cara efektif dan terjangkau dalam upaya mencegah Covid-19 masuk rumah.

“Jadi, sarana CTPS wajib ada di setiap rumah. Jadi memang ini dipakai untuk mengingatkan bahwa semua rumah harus ada tempat cuci tangannya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 kepada keluarga di dalam rumah. Tadi saya cukup kagum anak-anak begitu antusias memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia walaupun melalui online. Kebiasaan ini harus dimulai dari anak usia dini. Jadi keterlibatan anak-anak di sini sebagai simbol ke arah sana. Untuk membiasakan mereka juga,” ujarnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemkot Depok Ajukan Tenaga Medis dan TNI/Polri Prioritas Dapat Vaksin

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah mengusulkan kepada pemerintah pusat agar warga Depok mendapatkan vaksin Covid-19 tahap pertama.

MEGAPOLITAN | 15 Oktober 2020

DKI Tegaskan Ambulans Hanya Bawa Peralatan dan Tenaga Kesehatan

Ambulans tidak boleh membawa peralatan di luar yang sudah diatur dalam Peraturan Gubernur DKI Nomor 120 Tahun 2016 tentang Pelayanan Ambulans dan Mobil Jenazah.

MEGAPOLITAN | 15 Oktober 2020

Polisi Kembali Ingatkan Demonstran Soal Penularan Covid-19

Polda Metro Jaya, kembali mengingatkan demonstran terkait potensi penularan Covid-19.

MEGAPOLITAN | 15 Oktober 2020

1,2 Juta Orang di 7 Kecamatan Zona Merah Kabupaten Bogor Akan Dapatkan Vaksin

Ketujuh kecamatan yang menjadi prioritas untuk mendapatkan vaksin Covid-19 yakni Cibinong, Bojonggede, Gunungputri, Cileungsi, Jonggol, Sukaraja, dan Cigombong

MEGAPOLITAN | 15 Oktober 2020

Pemkot Bogor Bangun 2.584 Fasilitas Cuci Tangan

Pemkot Bogor sudah membangun 2.584 fasilitas cuci tangan yang tersebar di 466 sekolah, 900 masjid, di 1.000 posyandu, di taman dan lain-lain.

MEGAPOLITAN | 15 Oktober 2020

Depok Harapkan LRT Melintas di Margonda

Sebagai jantung Kota Depok, maka jika LRT bisa melintas hingga ke Margonda maka akan sangat diapresiasi.

MEGAPOLITAN | 15 Oktober 2020

Polda Metro Sebut Pelajar Demo Tidak Tercatat dalam SKCK

Para pelajar yang diamankan dalam aksi unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja, tidak tercatat dalam Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

MEGAPOLITAN | 15 Oktober 2020

Polisi Dalami Pelaku yang Ajak Pelajar Ikut Demonstrasi

Polisi tengah menelusuri dan mendalami siapa yang mengajak para pelajar melakukan demonstrasi.

MEGAPOLITAN | 15 Oktober 2020

38 Puskesmas di Depok Bisa Layani Swab PCR

Pelayanan swab diutamakan kepada mereka yang memiliki kontak erat dan juga mereka yang bersentuhan dengan kepentingan publik.

MEGAPOLITAN | 15 Oktober 2020

Polisi Tahan Pemuda Bawa Ketapel Saat Demo di Jakarta

Pemuda asal Pandeglang, Banten, itu merupakan salah satu dari 1.377 demonstran yang diamankan sebelum dan pasca-aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh.

MEGAPOLITAN | 15 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS