Polisi Bongkar Kelompok Penghasut Pelajar Demo Anarkistis
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-3.69)   |   COMPOSITE 5822.94 (-25.17)   |   DBX 1088.19 (3.29)   |   I-GRADE 169.852 (-1.7)   |   IDX30 498.88 (-3.97)   |   IDX80 132.065 (-0.81)   |   IDXBUMN20 376.263 (-4.1)   |   IDXG30 135.508 (-1.09)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-3.85)   |   IDXQ30 145.713 (-1.46)   |   IDXSMC-COM 252.052 (-0.16)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (-1.2)   |   IDXV30 130.911 (0.61)   |   INFOBANK15 993.498 (-12.22)   |   Investor33 428.541 (-3.18)   |   ISSI 170.173 (-0.41)   |   JII 616.286 (-0.96)   |   JII70 212.951 (-0.53)   |   KOMPAS100 1185.6 (-7.39)   |   LQ45 921.176 (-7.27)   |   MBX 1613.76 (-8.73)   |   MNC36 320.851 (-2.49)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.5)   |   SMInfra18 296.861 (-1.69)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-3.03)   |  

Polisi Bongkar Kelompok Penghasut Pelajar Demo Anarkistis

Selasa, 27 Oktober 2020 | 16:51 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Polda Metro Jaya membongkar jaringan atau kelompok yang mengajak, menghasut dan memprovokasi para pelajar lewat media sosial untuk melakukan aksi unjuk rasa anarkistis, di Jakarta. 10 orang kreator dan admin akun media sosial yang semuanya berstatus pelajar berhasil ditangkap. Sementara, aktor atau penggerak di belakang mereka masih dalam pengejaran.

"Kami mengungkap jaringan demo anarkis dengan ajakan melalui media sosial baik Facebook, Whatsapp dan Instagram," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (27/10/2020).

Nana mengatakan, pada aksi unjuk rasa tanggal 8, 13 dan 20 Oktober 2020, Polda Metro Jaya serta Polres jajaran mengamankan 2.667 orang. 143 orang diantaranya ditetapkan sebagai tersanga dan 67 orang ditahan. Kemudian 67 orang yang ditahan dibagi dalam dua kelompok, pertama kelompok pelaku di lapangan. Mereka merupakan pelaku perusakan, pembakaran fasilitas umum, pos polisi, dan sejumlah kendaraan pada aksi unjuk rasa yang berakhir anarkis.

"Pertama kelompok pelaku lapangan yang melempar, merusak, membakar, di beberapa TKP seperti di Kantor ESDM, halte busway, pospol dan lainnya. Kemudian kelompok kedua, kelompok pelaku yang menggerakan, kelompok yang mengasut, mempositing, menyebarkan dan mengajak demo rusuh melalui media sosial dan ajakan secara langsung," ungkapnya.

Nana menyampaikan, pengungkapan jaringan atau kelompok kedua, merupakan pengembangan dari kelompok pertama yakni pelaku lapangan. Hasil penyelidikan, awalnya ada tiga orang yang ditangkap berinisial FI (16), MN (17) dan MA (15). Mereka merupakan kreator dan admin Whatsaap Grup (WAG) Jaktim Omnibus Law.

"Kemudian kami kembangkan, menangkap dua orang berinisial AP dan FS, kreator dan admin WAG Demo Omnibus Law," katanya.

Menurut Nana, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya terus melakukan pengembangan dan kembali menangkap seorang pelajar berinisial MAR (16) selaku kreator serta admin WAG STM Sejabodetabek dan akun Facebook ATM Sejabodetabek. Masih ada tiga orang admin yang masih dalam pengejaran polisi.

"MAR ini adalah yang mengambil postingan-postingan sebagai bahan hasutan dari akun Facebook STM Sejabodetabek ke WAG STM Sejabodetabek," jelasnya.

Menurut Nana, Facebook STM Sejabodetabek ini merupakan pangkal dari jaringan kelompok penghasut atau provokator melalui media sosial. Kemudian jaringan diturunkan ke WAG STM Sejabodetabek, selanjutnya ke WAG Demo Omnibus Law, dan WAG kewilayahan seperti Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi dan lainnya. Lalu terpecah lagi menjadi beberapa sel WAG per sekolah, kemudian terbagi lagi dalam kelompok angkatan hingga alumni, bahkan teman main.

"Sementara ini, baru wilayah Jakarta Timur yang sudah kami ungkap. Ini masih kami kembangkan lagi apakah ada wilayah-wilayah lainnya. Ini semua pelakunya adalah pelajar," jelasnya.

Nana melanjutkan, dari tersangka MAR penyidik Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan pengembangan dan menangkap empat orang admin Facebook STM Sejabodetabek.

"Facebook STM Sejabodetabek ini ditangani oleh Krimsus Polda Metro Jaya. Berdasarkan pengembangan Subdit Cyber Crime ditangkap empat orang admin dan kreator Grup STM Sejabodetabek. Inisialnya WH (16), MLAI (16), GAS (16), dan JF (17). Untuk barang bukti yang kami dapatkan ada empat unit handphone dan satu unit laptop," sebutnya.

Nana mengungkapkan, modus keempat tersangka adalah membuat postingan yang berisi hasutan, provokasi dan ajakan kepada pelajar SMK -dulu disebut STM- untuk melakukan demo anarkistis. Hasutan yang diunggah diantaranya, "Ayo membela hak kita dan lawan hukum yang gak masuk akal." Kemudian, "Kalau demo pakai molotov aja biar kelar." Ada juga, "Buat kawan-kawan ogut tanggal 20 Oktober jangan lupa bawa oli supaya polisinya jatuh."

"Postingan ini memang berisi hasutan yang mengajak untuk melakukan demo anarkis. Bahasanya menghasut misalnya untuk peralatan tempur bawa petasan, molotov, senter, laser, ban bekas, dan lainnya. Kemudian ada postingan, 'balas dendam terbaik kita hancurkan Gedung DPR besok, bodo amat gak mau tau.' Ini ajakan, hasutan yang bisa membangkitkan dan membuat rekan-rekannya untuk bertindak anarkis," katanya.

Nana menambahkan, penyidik juga telah menangkap admin akun Instagram @panjang.umur.perlawanan berinisial FN (17) yang merupakan bagian dari kelompok anarko.

"Ini terus kita kembangkan baik kelompok pelajar dan anarko untuk mencari siapa sebenarnya penggerak-penggerak mereka. Dan, apa kaitannya antara pelajar dengan kelompok anarko. Kalau kita lihat kelompok Facebook STM Sejabodetabek hampir mirip perilaku yang mereka lakukan, isinya juga hasutan untuk demo anarkistis. Ini yang akan kami dalami keterkaitan pelajar dengan kelompok anarko ini dan siapa penggerak mereka ini. Dalam hal ini kami terus melakukan upaya penyelidikan, penyidikan, pengembangan terhadap jaringan demo anarkis," tegasnya.

Para tersangka yang melakukan pelanggaran pidana di lapangan dijerat Pasal 212 terkait melawan petugas, Pasal 218, Pasal 170 tentang pengeroyokan dan perusakan terhadap barang serta orang, dan Pasal 406 KUHP. Sementara, para tersangka kelompok penghasut melalui media sosial dikenakan Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45a ayat 2 UU Nomor 19 tahun 2016 atas perubahan UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar. Pasal 14 UU No 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya 10 tahun, Pasal 15 UU No 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya 3 tahun, Pasal 160 KUHP, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya 6 tahun, Pasal 55 KUHP, dan Pasal 56 KUHP.

"Selama ini bahwa ada beberapa masyarakat yang menyampaikan bahwa anak-anak itu tidak bisa dipidana, sebenarnya tidak demikian. Hal ini kita mengacu kepada Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak. Anak-anak ini tidak boleh ditahan di bawah ancaman 7 tahun, tapi ketika yang mereka lakukan ancaman hukumannya di atas 7 tahun maka bisa dilakukan penahanan," katanya.

Nana menambahkan, ada aturan khusus bagi anak yang berhadapan dengan hukum sesuai yang diatur dalam Nomor 11 tahun 2012. "Semisal, dalam hal penyidikan di kepolisian selama ini pada umumnya kita melakukan penyidikan selama 20 hari, kemudian bisa diperpanjang 20 hari lagi. Untuk anak-anak di bawah umur yang saya sampaikan dengan ancaman di atas 7 tahun bisa ditahan. Tetapi dalam penyidikannya, kita dari polisi sesuai aturan hanya 7 hari, tapi bisa diperpanjang 8 hari. Jadi semuanya bisa 15 hari. Ini aturan bagi anak," ucapnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PSBB Transisi, Volume Kendaraan Bermotor Meningkat 11,66%

Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengungkap ada peningkatan mobilitas warga selama PSBB transisi.

MEGAPOLITAN | 27 Oktober 2020

Pendapatan BPHTB Bekasi Turun Akibat Properti Lesu

Kalau ada kegiatan properti berarti ada BPHTB.

MEGAPOLITAN | 27 Oktober 2020

Elnusa Petrofin Terapkan Program 12 Jam Kerja untuk AMT

Terapkan 12 jam kerja maksimal bagi Awak Mobil Tangki (AMT)untuk meningkatkan faktor keselamatan berkendara.

MEGAPOLITAN | 27 Oktober 2020

Libur Panjang, Pemkab Bogor Rapid Test Wisatawan di Puncak

Rencananya, rapid test dimulai pada Rabu 28 Oktober 2020.

MEGAPOLITAN | 27 Oktober 2020

Libur Panjang, Langgar Protokol Kesehatan Saat Berwisata Akan Kena Sanksi

Pengelola melibatkan Satpol PP, Polisi, dan TNI di area wisata.

MEGAPOLITAN | 27 Oktober 2020

Waduh! Pria Asal Sudan Hendak Lompat di JPO Tol Jagorawi

Korban sempat berusaha menghindar ketika akan dievakuasi.

MEGAPOLITAN | 27 Oktober 2020

Korsleting, Bus Sinar Jaya Terbakar di Tol Jagorawi

Kerugian diperkirakan mencapai Rp 500 juta.

MEGAPOLITAN | 27 Oktober 2020

Operasi Zebra di Depok Libatkan Transformers dan Spiderman

Operasi Operasi Zebra juga akan menyosialisasi 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan).

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2020

Libur Panjang, ASN Pemprov DKI Diimbau Tak Berpergian ke Luar Kota

ASN diimbau sedapat mungkin menghindari perjalanan ke luar kota dan tetap berkumpul bersama keluarga.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2020

Anies: RPP Dorong Pelajar Berpikir Konstruktif

Anies menegaskan, RPP bertujuan mendorong para pelajar untuk berpikir konstruktif terhadap persoalan bangsa.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS