Lagi, Politisi PDIP Kembalikan Uang Suap kepada KPK
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Lagi, Politisi PDIP Kembalikan Uang Suap kepada KPK

Senin, 21 Maret 2016 | 20:57 WIB
Oleh : Fana Suparman / CAH

Jakarta - Anggota DPR dari Fraksi PDIP, Damayanti Wisnu Putranti mengembalikan uang yang telah diterimanya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Uang tersebut diduga berhubungan dengan kasus dugaan suap terkait proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) yang menjeratnya sebagai tersangka.

Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha membenarkan Damayanti mengembalikan uang. Dikatakan, uang sebesar SGD 240 ribu tersebut di luar dari uang sebesar SGD 33 ribu yang disita tim penyidik saat menangkap Damayanti beberapa waktu lalu. Tak hanya kali ini, Priharsa mengungkapkan, sebelumnya, Damayanti juga telah mengembalikan uang sebesar Rp 1,1 miliar.

"DWP (Damayanti Wisnu Putranti) atas inisiatifnya sendiri kembalikan uang sebesar SGD 240 ribu, ini kali kedua. Sebelumnya juga mengembalikan uang Rp 1,1 miliar. (Uang-uang) Ini terpisah dari uang yang disita saat OTT (Operasi Tangkap Tangan) itu," kata Priharsa di Gedung KPK, Jakarta, Senin (21/3).

Meski demikian, Priharsa masih enggan membeberkan asal muasal uang yang dikembalikan Damayanti kepada KPK. Dikatakan Priharsa, sampai saat ini pihaknya masih mendalami sumber uang itu.

"Sampai dengan saat ini (sumber uang) masih didalami. Yang bersangkutan (Damayanti) terbuka penyampaikan ke penyidik mengenai asal uang, sampai saat ini kami belum bisa menyampaikan," jelas Priharsa.

Diberitakan, dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (13/1), KPK mengamankan Damayanti dan dua rekannya, yakni Dessy A. Edwin dan Julia Prasetyarini serta Dirut PT Windu Tunggal Utama, Abdul Khoir. Selain itu, Tim Satgas KPK juga menyita uang sebesar SGD 99.000 yang diduga merupakan bagian dari janji suap sebesar SGD 404.000 atau sekitar Rp 3,9 miliar dari Abdul Khoir jika Damayanti mengamankan proyek Kempupera tahun anggaran 2016.

Proyek tersebut merupakan proyek jalan di Pulau Seram, Maluku, yang digarap Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) IX.

Setelah diperiksa intensif, Damayanti bersama dua rekannya, Julia Prasetyarini, dan Dessy A Edwin ditetapkan KPK sebagai tersangka penerima suap dan dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Tipikor jo pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Abdul Khoir ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap dan disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 33 UU Tipikor.

Dalam pengembangan penyidikan kasus ini, KPK menetapkan politisi Golkar Budi Supriyanto sebagai tersangka penerima suap. Seperti halnya Damayanti, Budi diduga menerima suap Abdul Khoir agar PT WTU mendapat proyek di Kempupera. Atas perbuatan yang dilakukannya Budi disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Selain Damayanti dan Budi Supriyanto, terdapat sejumlah anggota DPR lainnya yang juga diduga menerima suap dari Abdul Khoir. Saat ini, KPK terus mengusut keterlibatan pihak lainnya dalam kasus ini.

Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Heli yang Jatuh di Poso Bukan Ditembak Jaringan Santoso

"Lokasinya bukan pada daerah yang rawan, daerah itu sudah di perkotaan dekat bandara,” kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

NASIONAL | 21 Maret 2016

Kembali, BNN Bekuk Sindikat Peredaran Narkoba di Medan

Sebanyak enam tersangka, berhasil ditangkap bersama barang bukti sebanyak 11 kilogram sabu-sabu dan 4 ribu pil ekstasi.

NASIONAL | 21 Maret 2016

TNI Berikan Penghargaan kepada 13 Prajurit Korban Heli Jatuh

Menurut Panglima TNI Gatot Nurmantyo, para prajurit tersebut gugur dalam menjalankan tugas.

NASIONAL | 21 Maret 2016

Bupati Ogan Ilir Diberhentikan, Kepala BNN: Itu Kewenangan Mendagri

Dikatakan Buwas, Ahmad Wazir terancam pidana 4 tahun dan maksimal 12 tahun.

NASIONAL | 21 Maret 2016

Wapres Ucapkan Belasungkawa Atas Jatuhnya Helikopter di Poso

"Kita berbelasungkawa atas terjadinya musibah ini," kata JK.

NASIONAL | 21 Maret 2016

Satpol Air Polda Jambi Gulung Pembajak Kapal Pengangkut Karet Ekspor

Bajak laut ini selama ini sering membajak kapal-kapal pengangkut produk karet ekspor di perairan pantai timur Provinsi Jambi.

NASIONAL | 21 Maret 2016

KPU: Keterlibatan BNN Perlu Diatur dalam UU Pilkada

Pasalnya, keterlibatan BNN dalam pilkada belum diatur dalam UU Pilkada yang lagi dalam proses revisi.

NASIONAL | 21 Maret 2016

KPK Imbau Publik Tidak Pilih Mantan Koruptor Jadi Kepala Daerah

Imbauan dalam rangka menyukseskan bangsa Indonesia bebas korupsi.

NASIONAL | 21 Maret 2016

Sindikat Peredaran Narkoba Internasional di Medan Dijerat Hukuman Mati

BNN sebelumnya kembali menangkap enam tersangka yang diduga terlibat dalam sindikat peredaran narkoba Internasional di Medan.

NASIONAL | 21 Maret 2016

SBY ke Jokowi: Jangan Mau Kita Berdua Diadu Domba

"Sejumlah pihak tak senang dengan "SBY Tour de Java", bahkan katanya safari itu dihancurkan Presiden."

NASIONAL | 21 Maret 2016


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS