Nilai Ujian Nasional Tetap Faktor Penentu Diterima Sekolah
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Nilai Ujian Nasional Tetap Faktor Penentu Diterima Sekolah

Jumat, 18 Januari 2019 | 19:13 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / CAH

Jakarta – Dinas Pendidikan (Disdik) DKI menyatakan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020 tidak hanya menggunakan zonasi berdasarkan kelurahan dan kecamatan, tetapi tetap nilai ujian nasional (UN) menjadi faktor penentu diterima atau tidaknya siswa di sekolah yang dituju.

Kepala Dinas Pendidikan DKI, Bowo Irianto mengatakan PPDB di DKI masih belum bisa sepenuhnya menerapkan zonasi jarak sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat. Karena dunia pendidikan tidak bisa terlepas dari kompetisi untuk mendapatkan sekolah yang bagus.

“Karena dengan adanya kompetisi, ada pembinaan dan pembentukan karakter,” kata Bowo, Jumat (18/1).

Salah satu yang paling menjadi prinsip dasar tidak menerapkan PPDB berdasarkan zonasi jarak sekolah dengan rumah tinggal menjadi faktor penentu diterimanya siswa di sekolah, dikhawatirkan tidak akan membuat siswa mau serius menempuh pendidikannya. Karena, masuk sekolah ditentukan jarak antara rumah dan sekolah, bukan nilai UN.

“Contoh misalnya, di area sekitar sini itu, antara SMA 2, SMA 68, SMA 1. Kalau PPDB diakses dengan zonasi jarak, jadinya, anak yang kemudian memang lahir, tumbuh dan besar di samping tembok sekolah, pasti berpikir, saya enggak usah belajar lah, pasti diterima. Nah ini bagian tidak membentuk budaya peningkatan mutu dan persaingan,” jelasnya.

Selain itu, dengan menggunakan zonasi jarak, dikhawatirkan banyak siswa atau orangtua siswa berbondong-bondong pindah domisili hanya untuk berada didekat sekolah favorit mereka.

“Kalau dekat-dekatan rumah dengan sekolah, nanti mereka mau mendekati jarak sekolah dengan tempat tinggal. Dengan cari kontrakan yang deket sekolah. Itu kan menjadi enggak sehat. Kalau mau sekolah tetap bersaingnya melalui nilai,” ungkapnya.

Dengan begitu, DKI Jakarta tidak hanya menggunakan zonasi jarak, yakni zona kelurahan dan kecamatan, tetapi juga mengkombinasikan dengan nilai UN siswa tersebut.

“Misalnya seperti SMA 3, itu jangkauannya adalah dari Kecamatan Setiabudi, Kecamatan Tebet dan sebagainya. Tapi kemudian apakah anak yang lebih dekat dengan perbatasan SMA 3 itu mendapat prioritas? Itu tidak. Berkompetisilah dengan ukuran yang lebih obyektif yang namanya capaian UN,” tegasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Alumni Trisakti Deklarasi Dukungan ke Prabowo

Dukungan sekaligus ingin menghapus stigma yang selama ini selalu disematkan pada Prabowo terkait dengan penculikan aktivis mahasiswa 1998.

NASIONAL | 17 Januari 2019

Jokowi-Prabowo Makan Bareng, Begitu Harapan Slamet Rahardjo

Artis dan sutradara senior, Slamet Rahardjo berharap, Jokowi - Prabowo sarapan dan salat bareng.

NASIONAL | 18 Januari 2019

BNPB: Kebencanaan Perlu Dimasukkan dalam Kurikulum Pendidikan

Kebencanaan perlu dibuat sebagai ilmu pengetahuan dan dimasukkan dalam kurikulum pendidikan

NASIONAL | 18 Januari 2019

Pemerintah Galang Dukungan Pemisahan Alur Laut Selat Sunda

Pemisahan ini dilakukan untuk memastikan kapal-kapal yang menggunakan alur itu bisa mendapatkan informasi yang memadai mengenai lalu lintas di sekitarnya.

NASIONAL | 18 Januari 2019

Warga Antusias Sambut Presiden di Gang Sempit Pasarkolot

Warga antusias sambut Presiden Jokowi yang menyusuri gang sempit kampung Pasarkolot, Garut, Jumat (18/1).

NASIONAL | 18 Januari 2019

Dua Berkas Hoax Tujuh Kontainer Dilimpahkan ke Kejaksaan

“Belum ada keterkaitan antara BBP dengan tersangka penyebar hoax lainnya. Kami masih mendalami aktor intelektual dalam kasus ini,” imbuh Dedi.

NASIONAL | 18 Januari 2019

2 Jalur KA Akan Tersambung dengan Bandara Kertajati

Dua jalur yang akan diaktifkan kembali itu, pengerjaannya ditargetkan mulai terlaksana pada tahun ini dan selesai akhir 2019.

NASIONAL | 18 Januari 2019

100.970 Rumah Tangga di Jawa Barat Dapat Sambungan Listrik Gratis

"Mereka ini kesulitan membayar biaya pemasangan listrik, Rp 1 juta itu berat. Ada konsorsium BUMN yang memberikan bantuan," kata Presiden.

NASIONAL | 18 Januari 2019

Mantan Finalis Puteri Indonesia Diperiksa Polisi 11 Jam

Pemeriksaan Fatya dimaksudkan untuk mengumpulkan keterangan terkait muncikari prostitusi artis.

NASIONAL | 18 Januari 2019

Pemerintah Siapkan Perpres Pengamanan Objek Vital Negara

Hasil rapat, kata Wiranto, memutuskan ‎untuk obyek vital nasional ada pengamanan internal masing-masing lembaga.

NASIONAL | 18 Januari 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS