Ditahan, Jokdri Masih Syok dan Lebih Banyak Beribadah
INDEX

BISNIS-27 496.112 (7.49)   |   COMPOSITE 5571.66 (81.11)   |   DBX 1025.31 (6.73)   |   I-GRADE 161.222 (3.23)   |   IDX30 481.63 (9.32)   |   IDX80 126.239 (2.53)   |   IDXBUMN20 347.718 (10.77)   |   IDXG30 131.769 (1.75)   |   IDXHIDIV20 428.361 (9.36)   |   IDXQ30 139.975 (2.43)   |   IDXSMC-COM 236.298 (3.68)   |   IDXSMC-LIQ 285.496 (7.48)   |   IDXV30 117.12 (3.63)   |   INFOBANK15 959.319 (10)   |   Investor33 418.313 (5.87)   |   ISSI 162.317 (3.18)   |   JII 593.683 (14.31)   |   JII70 203.182 (4.77)   |   KOMPAS100 1131.88 (19.93)   |   LQ45 884.897 (16.77)   |   MBX 1547.61 (24.33)   |   MNC36 311.774 (4.65)   |   PEFINDO25 293.783 (7.19)   |   SMInfra18 273.756 (10.1)   |   SRI-KEHATI 356.906 (5.42)   |  

Ditahan, Jokdri Masih Syok dan Lebih Banyak Beribadah

Jumat, 29 Maret 2019 | 16:19 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Pengacara Joko Driyono, Andru Bimaseta mengatakan, kliennya masih mengalami syok karena tiba-tiba harus meringkuk di balik terali besi terkait kasus memasuki garis polisi dan perusakan barang bukti.

"Sehat, tapi masih syok karena aktivitas beliau kan banyak sebelum dilakukan penahanan. Tiba-tiba kemerdekaannya diambil ya, pasti masih syok," ujar Andru, Jumat (29/3/2019).

Dikatakan Andru, Jokdri -panggilan akrab Joko Driyono- banyak memanfaatkan waktu untuk beribadah di ruang tahanan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

"Beliau lebih banyak beribadah karena kondisinya beda sekali dari di luar dan tahanan. Beliau menyampaikan keadaannya berbeda, harus membiasakan diri," ungkap Andru.

"Intinya beliau masih syok di tahanan. Secara manusiawai nggak tegalah, kan beliau biasa sibuk. Kalau di tahanan kan nggak ada komputer, sementara beliau terbiasa beraktivitas di depan komputer sehari-sehari," tambahnya.

Menyoal apakah pihak keluarga sudah ada yang menjenguk, Andru menuturkan, belum mendapatkan informasi.

"Sampai kemarin saya belum mendapatkan informasi ada keluarga yang menjenguk. Sore ini saya coba tanyakan lagi, ttetapi untuk masalah keluarga itu kan masalah personal ya, biasanya saya hanya menanyakan kondisi kesehatannya bagaimana," kata Andru.

Sebelumnya, Jokdri resmi ditahan terkait kasus dugaan memasuki garis polisi dan perusakan barang bukti, di Mapolda Metro Jaya, Senin (25/3/2019) kemarin. Jokdri yang mengenakan rompi tahanan warna oranye enggan berkomentar ketika dibawa penyidik ke ruang tahanan, sekitar pukul 00.15 WIB, Selasa (26/3/2019) dini hari.

Penyidik menetapkan Jokdri sebagai tersangka karena diduga menyuruh tersangka Muhammad Mardani alias Dani, Musmuliadi alias Mus, dan Abdul Gofur untuk merusak atau menghancurkan barang bukti di Kantor Komdis PSSI.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Siapakah Egianus Kogeya Sebenarnya?

Egianus Kogeya merupakan salah satu anak korban dari konflik di Nduga pada era 1960-1980an.

NASIONAL | 29 Maret 2019

Buronan Korupsi Polda Sumut Ditangkap di Perbatasan Malaysia

Sintong Gultom telah diserahkan kepada penyidik Subdit Tipikor Polda Sumut usai penangkapan.

NASIONAL | 29 Maret 2019

Perbaiki Kualitas Publikasi, Pemerintah Kerja Sama dengan University of Nottingham

Kerja sama ini berjalan karena pada program diaspora 2017, terdapat salah satu diaspora yang berkarier di Universitas Nottingham.

NASIONAL | 28 Maret 2019

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Kemristekdikti Datangkan 1.000 Profesor Asing

Akan ada standar khusus bagi profesor asing yang akan masuk ke Indonesia. Misalnya, minimal harus memiliki indeks Scopus lebih dari atau sama dengan 20.

NASIONAL | 28 Maret 2019

Demi Persatuan Bangsa, Masyarakat Harus Cerdas Gunakan Medsos

Tujuannya, membikin opini di komunitasnya bahwa si penyebar berita itu adalah orang yang paling tahu duluan mengenai informasi tersebut.

NASIONAL | 29 Maret 2019

PLTU Lontar Extension Beroperasi September

Nantinya pembangkit ini akan menyerap batu bara kalori rendah yang mayoritas berasal dari Kalimantan.

NASIONAL | 29 Maret 2019

Perkuat Alutsista, Batan Sukses Kembangkan Cat Antiradar

Cat ini tidak boleh dibuat dan dijual sembarangan. Kalau dipakai kapal penyeludup, bahaya.

NASIONAL | 29 Maret 2019

LPS Cairkan Simpanan Nasabah Bank Safir Bengkulu Tahap Dua

Bagi nasabah Bank Safir yang akan mengambil simpanannya silakan menghubungi BRI cabang setempat.

NASIONAL | 29 Maret 2019

Ma’ruf Ajak Warga Tidak Golput

Warga jangan takut dengan ancaman-ancaman atau intimidasi apa pun.

NASIONAL | 29 Maret 2019

Gubernur Banten Beri Apresiasi Terkait Penanganan Tsunami

Menurut Wahidin, penanganan pascatsunami berjalan lancar karena adanya kerja keras dari semua pihak.

NASIONAL | 29 Maret 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS