KPK Tetapkan Bupati Talaud dan Timses Tersangka Suap Proyek Revitalisasi Pasar
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

KPK Tetapkan Bupati Talaud dan Timses Tersangka Suap Proyek Revitalisasi Pasar

Rabu, 1 Mei 2019 | 06:51 WIB
Oleh : Fana Suparman / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sri Wahyumi Maria Manalip sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Talaud tahun anggaran 2019. Tak hanya Sri Wahyumi, KPK juga menetapkan Timses Sri Wahyumi bernama Benhur Lalenoh dan seorang pengusaha Bernard Hanafi Kalalo sebagai tersangka.

Penetapan ini dilakukan KPK setelah memeriksa intensif Sri Wahyumi dan sejumlah pihak lain yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (29/4/2019) dan Selasa (30/4/2019).

"KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka sejalan dengan peningkatan status penanganan perkara," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Basaria menuturkan, KPK menerima informasi awal adanya permintaan fee 10 persen Sri Wahyumi melalui Benhul kepada kontraktor untuk mendapatkan proyek pekerjaan di Kabupaten Talaud. Benhul diminta mencari kontraktor yang dapat yang bersedia memberikan fee 10 persen tersebut. Mendapat perintah itu, Benhul lantas menawarkan Bernard proyek di Kabupaten Talaud dengan catatan memberikan fee 10 persen itu.

"Sebagai bagian dari fee 10 persen itu BNL (Benhul Lalenoh) meminta BHK (Bernard Hanafi Kalalo) memberikan barang-barang mewah kepada SWM (Sri Wahyumi Maria Manalip)," tutur Basaria.

Pada pertengahan April, untuk pertama kalinya Benhul mengajak Bernard untuk diperkenalkan kepada Sri Wahyumi. Beberapa hari kemudian, Sri Wahyumi akhirnya mengajak keduanya untuk mengikuti sejumlah kegiatan di Jakarta. Terkait fee yang diharuskan oleh bupati, Benhul meminta Bernard memberi barang-barang mewah.

"Barang dan uang yang diberikan diduga terkait dengan dua proyek revitalisasi pasar di Kabupaten Talaud yaitu Pasar Lirung dan Pasar Beo. Namun, diduga terdapat proyek-proyek lain yang dibicarakan oleh BNL," kata Basaria.

Dalam memuluskan kejahatannya, para pihak terkait diduga menggunakan sejumlah kode. Hal ini dilakukan untuk mengelabui penegak hukum.

"Kode fee dalam perkara ini yang digunakan adalah 'DP Teknis'," ungkap Basaria.

Selain itu, KPK juga mengidentifikasi adanya komunikasi yang aktif antara Sri Wahyumi dengan Benhul atau pihak lain berkaitan dengan proyek di Talaud. Komunikasi terkait merk tas dan ukutan jam yang diminta.

"Sempat dibicarakan permintaan tas merk Hermes dan Bupati tidak mau tas yang dibeli sama dengan tas yang sudah dimiliki pejabat perempuan lain di sana," pungkasnya.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Sri Wahyumi dan Benhul disangkakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Bernard yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Dua Penyelundup 994 Butir Pil Ekstasi Ditangkap

Petugas Bea Cukai mencokok kedua tersangka yang diketahui sebagai pemesan pil ekstasi.

NASIONAL | 1 Mei 2019

Kalimantan Paling Direkomendasikan Jadi Ibu Kota Negara

Menurut BNPB, risiko alam yang terbesar dari Kalimantan adalah kebakaran hutan yang masih dapat diatasi.

NASIONAL | 1 Mei 2019

Kota Denpasar Perkuat Pelestarian Warisan Budaya

Momentum ini juga harus menjadi tonggak untuk memperkuat warisan budaya sebagai elemen penting pengembangan sektor pariwisata.

NASIONAL | 1 Mei 2019

Posisi Bupati Talaud Sri Akan Diisi Pelaksana Tugas

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyebut posisi Sri Wahyumi akan diisi pelaksana tugas.

NASIONAL | 30 April 2019

Bupati Talaud Tersangka, KPK Sita Uang Rp 500 Juta

Penyidik KPK membawa barang bukti OTT berupa sejumlah barang mewah serta uang sebesar Rp 500 juta.

NASIONAL | 30 April 2019

Bupati Talaud Ditetapkan Tersangka Kasus Suap

Bupati Kepulauan Talaud Sri Mahyumi Maria Manalip diduga menerima suap terkait pengadaan barang jasa di Kabupaten Talaud tahun anggaran 2019.

NASIONAL | 30 April 2019

Kempora Bantah Imam Nahrawi Mundur

Imam Nahrawi baru saja bersaksi di Pengadilan Tipikor soal kinerja asisten pribadinya pada Kempora Miftahul Ulum dalam kasus suap dana hibah KONI.

NASIONAL | 30 April 2019

BTP Tak Tahu Dijadikan Kandidat Menteri PAN-RB

Rencananya, pekan depan ia akan jalan-jalan mengelilingi negara-negara di Eropa.

NASIONAL | 30 April 2019

Erick Thohir Pimpin PRSSNI

"Empat gagasan ini yang akan menjadi haluan besar yang kemudian akan kita tuangkan menjadi program-program strategis," papar Erick.

NASIONAL | 30 April 2019

Insiden Penabrakan Kapal Disebabkan Tumpang Tindih Klaim

Indonesia dan Vietnam sampai saat ini belum memiliki perjanjian batas ZEE.

NASIONAL | 30 April 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS