Polda Sumut Bongkar Sindikat Narkoba Jaringan Empat Negara
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Polda Sumut Bongkar Sindikat Narkoba Jaringan Empat Negara

Kamis, 11 Juli 2019 | 17:44 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / CAH

Medan, Beritasatu.com - Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto mengungkapkan, sindikat narkoba jaringan negara Myanmar, Taiwan, Tiongkok dan Malaysia, ingin menjadikan Kota Medan sebagai sentral bisnis narkoba.

"Jaringan internasional dari tiga negara ini terungkap setelah kita berhasil meringkus jaringannya. Ada tujuh tersangka dengan barang bukti 59 kilogram (kg) sabu - sabu," ujar Mardiaz Kusin di Markas Polda Sumut, Kamis (11/7/2019).

Mardiaz memaparkan, tujuh tersangka yang ditangkap petugas itu masing - masing berinisial RS, A, MAA, R, J, S dan H. Empat di antara tersangka itu, yakni, RS, MAA, S dan H, terpaksa ditembak karena berusaha kabur saat dibawa pengembangan.

"Kasus narkoba jaringan internasional ini masih terus dikembangkan. Sebab, sebagian dari tersangka yang ditangkap itu, ada memiliki peranan sebagai kurir. Kita terus gencar dalam operasi pemberantasan narkoba di daerah ini," katanya.

Disebutkan, para pelaku ditangkap dari sejumlah lokasi berbeda. Penangkapan pertama dilakukan terhadap tersangka RS di Jalan Iskandar Muda, Medan Petisah, tepatnya di rumah makan Simpang Raya, Minggu (27/6/2019) pukul 12.00 WIB.

"Darinya diperoleh barang bukti 3 Kg sabu yang dikemas dalam plastik teh warna hijau emas Guanyinwang," sebut Mardiaz.

Dari hasil interogasi, diketahui bahwa RS berangkat dari Tanjung Balai bersama tersangka A menggunakan Kereta Api. Sehingga dilakukan pengejaran dan penangkapan terhadap A di Hotel Transit Jalan Gajah Mada, Petisah. Saat diperiksa, RS dan A mengaku masih ada menyimpan 7 bungkus sabu lagi di Tanjung Balai. Selanjutnya petugas langsung berangkat ke Tanjung Balai dan menemukan 7 Kg sabu berbungkus teh Guanyingwang.

"Tersangka A mengaku menerima 10 Kg sabu itu dari orang yang tidak dikenal atas suruhan U (DPO) di daerah Bagan Asahan," terangnya.

Namun, saat dilakukan pengembangan di kota Tanjung Balai, RS mencoba melarikan diri. Sehingga terhadapnya diberi tindakan tegas terukur di kaki sebelah kiri.

Ditambahkan, dari hasil keterangan RS dan A, petugas kembali melakukan pengembangan sehingga berhasil menangkap MAA di Jalan Mesjid I Desa Sekip Lubuk Pakam, pada Minggu (7/7/2019) sekira pukul 01.00 WIB. Darinya diperoleh 5 Kg sabu yang dibungkus kemasan Chines Tea Gift warna merah.

"Namun pada saat pengembangan untuk mencari barang bukti lainnya, MAA mencoba melarikan diri sehingga harus diberi tindakan tegas terukur di kaki sebelah kanannya," ujarnya.

Dari hasil interograsi dan analisa kasus MAA, petugas kembali melakukan pengembangan dengan menangkap tersangka R alias T dan J di Jalan Iskandar Muda, Medan Baru, Senin (8/7/2019) sekira pukul 17.00 WIB. Dari keduanya didapat 2 buah goni plastik berisikan 40 bungkus sabu kemasan Guan Yinwang seberat 40 Kg.

Kemudian, petugas melakukan pengembangan setelah diperoleh lagi informasi bahwa S dan H memiliki narkotika sabu di Jalan Ring Road/Gagak Hitam Medan. Sehingga pada pukul 20.00 WIB keduanya berhasil ditangkap bersama 1 goni plastik berisikan 4 bungkus sabu kemasan Guan Yinwang seberat 4 Kg.

"Pada saat pengembangan, tersangka S dan H mencoba melarikan diri, sehingga Petugas diberi tindakan tegas terukur di kaki sebelah kiri mereka," tegas Mardiaz.

Atas perbuatannya, ujar Hendri, ketujuh tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya berupa hukuman pidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

"Dengan jumlah barang bukti ini, ditaksir dapat menyelamatkan 590.000 anak bangsa dengan asumsi 1 gram sabu untuk 10 orang pengguna," sebut Wakapolda Sumut.



Sumber:Suara Pembaruan

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Ratna Sarumpaet Divonis 2 Tahun, Dipotong Masa Tahanan

Ratna Sarumpaet divonis 2 tahun penjara dipotong masa tahanan.

NASIONAL | 11 Juli 2019

Polisi Sebut Kanal YouTube Pablo-Rey Terindikasi Pornografi

Polisi menyebut bahwa kanal YouTube milik Pablo Benua dan Rey Utami terindikasi pornografi dan asusila.

NASIONAL | 11 Juli 2019

Ratna Sarumpaet Divonis Dua Tahun Penjara

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis terdakwa kasus penyebaran berita bohong, Ratna Sarumpaet, dengan vonis penjara selama dua tahun.

NASIONAL | 11 Juli 2019

Pemindahan Ibu Kota, BNPB: Perlu Uji Kelayakan Kebencanaan

BNPB menyatakan perlu adanya uji kelayakan kebencanaan dalam menentukan Ibu Kota yang baru untuk menggantikan Jakarta.

NASIONAL | 11 Juli 2019

Fase Pertama Terminal Kijing Ditargetkan Beroperasi Juli 2020

Saat ini proses pembangunan Terminal Kijing sudah memasuki progres fisik 20 persen dan aset sekitar 14,7 persen.

NASIONAL | 11 Juli 2019

Tiga Tersangka "Ikan Asin" Terancam Penjara Lebih dari 6 Tahun

Ketiga tersangka kasus "ikan asin" Galih Ginanjar, Pablo Benua dan Rey Utami, terancam dipenjara selama enam tahun.

NASIONAL | 11 Juli 2019

BNPB Siapkan Tiga Nama Pengganti Sutopo

BNPB tengah menyiapkan tiga nama dari kalangan internal untuk menggantikan Sutopo Purwo Nugroho yang meninggal dunia.

NASIONAL | 11 Juli 2019

UGM Kembangkan Potensi Kelautan di Natuna

Natuna dipilih UGM sebagai tempat kegiatan KKN karena merupakan salah satu daerah yang kaya akan potensi wisata dan kelautan.

NASIONAL | 11 Juli 2019

Polda Sumbar Ungkap Peredaran 38 Kg Ganja Kering

"Pengungkapan ini dilakukan di beberapa lokasi yang masih dalam sau jaringan yang sama."

NASIONAL | 11 Juli 2019

Bareskrim Surati KPKNL Denpasar Terkait SHGB Hotel Berstatus Sita Pidana

Permintaan informasi dikarenakan dokumen asli sertifikat itu barang bukti yang sedang dalam upaya penyitaan penyidik/sita pidana guna pemenuhan petunjuk jaksa.

NASIONAL | 11 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS