Dibelit Kasus Novel, Polri dan Iriawan Kompak Meluruskan
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Dibelit Kasus Novel, Polri dan Iriawan Kompak Meluruskan

Senin, 15 Juli 2019 | 21:20 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Mabes Polri meluruskan jika tim pakar gabungan yang mengusut kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik KPK Novel Baswedan tidak memeriksa Komjen M Iriawan.

“Saya luruskan ya diksi memeriksa bintang 3 itu (tidak tepat). Itu ngobrol-ngobrol santai. Tim gabungan pakar datang ke tempat beliau di Lemhanas. Ngobrol, nanyain (dalam) kapasitas beliau sebagai kapolda Metro Jaya saat kasus ini terjadi,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri Senin (15/7/2019).

Oleh Iriawan dijawab jika telah dibentuk tim yang punya kompetensi terpilih dan langsung melakukan penyelidikan, penyidikan, dan sudah memeriksa puluh saksi.

“Berulang kali. Juga menghadirkan labfor, hadirkan Inafis, olah TKP berulang kali, dan pembuktian ilmiahnya kan berangkat dari TKP,” sambunnya.

Menurut Dedi, TKP-nya sangat minim. Yang beredar di medsos dan media bila ditemukan sidik jari dan hasil cctv itu semua masih sumir. Proses pembuktian harus benar-benar detail.

Dibagian lain Iriawan memang juga telah membantah dirinya tahu siapa dalang dan pelaku kasus Novel. Dia merasa jangan karena tidak berhasil mencari pelaku Novel lalu namanya jadi komoditas berita.

“Sudah nggak bisa cari pelaku, saya yang diberitain. Cari popularitas. Ini nggak baik, orang yang nggak tahu akan berpikir saya terlibat. Kasihan keluarga saya. Istri saya, anak saya banyak yang bilang bapak kamu terlibat kasus penyiraman Novel?. Anak dan adik kandung saya sampai menangis. Itu namanya menjatuhkan nama baik saya,” tegasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Usai Dirawat, Lima Calon Jemaah Haji Asal Makassar Diberangkatkan

Kelima orang jemaah calon haji yang telah lansia ini berusia sekitar 60 sampai 70 tahun.

NASIONAL | 15 Juli 2019

Hindari Perpeloncoan, Bima Arya Minta Sekolah Perketat Pengawasan

Wali Kota Bima Arya Bima meminta pihak sekolah memperketat pengawasan sekolah, baik SLTP maupun SLTA mengantisipasi kekerasan terhadap siswa baru.

NASIONAL | 15 Juli 2019

Pemerintah Optimistis DPR Setujui Amnesti untuk Baiq Nuril

Presiden Jokowi akan menetapkan amnesti setelah diberikan pertimbangan dari DPR.

NASIONAL | 15 Juli 2019

ACT Tasikmalaya Bagikan Enam Tangki Air Bersih ke Tiga Kecamatan

Aksi cepat tanggap (ACT) telah dilakukan dengan memberikan 30 ribu liter air bersih kepada warga.

NASIONAL | 15 Juli 2019

Insiden Crane Roboh di Semarang Masih Diselidiki

Hingga Senin (15/7/2019), petugas masih menyelidiki penyebab terjadinya insiden robohnya crane setelah ditabrak kapal MV Soul of Luck.

NASIONAL | 15 Juli 2019

Menhan: Kamboja Mitra Utama Jaga Stabilitas Keamanan Kawasan

Saat ini ada banyak negara di dunia yang belum dapat merasakan perdamaian.

NASIONAL | 15 Juli 2019

Presiden Sudah Serahkan Surat Amnesti Baiq Nuril ke DPR

Yasonna yakin permohonan amnesti itu akan disetujui DPR.

NASIONAL | 15 Juli 2019

Kasus Bowo Sidik, Adik Nazaruddin Mangkir Lagi dari Pemeriksaan KPK

Keterangan Muhajidin diperlukan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Indung, anak buah Bowo yang juga petinggi PT Inersia.

NASIONAL | 15 Juli 2019

Moeldoko: Keinginan Presiden Beri Amnesti Didukung Publik

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan kasus yang membelit Baiq Nuril menjadi perhatian khusus pemerintah.

NASIONAL | 15 Juli 2019

Didemo Kasus Novel, ini Respons Mabes Polri

"Lebih baik membebaskan 1.000 orang yang bersalah daripada memenjarakan satu orang tak bersalah."

NASIONAL | 15 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS