Pengamat Salim Said Nilai Tippe Cocok Duduki Posisi Menhan
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Pengamat Salim Said Nilai Tippe Cocok Duduki Posisi Menhan

Kamis, 3 Oktober 2019 | 23:01 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Semakin dekatnya jelang pelantikan presiden terpilih Jokowi-Amin, semakin banyak pula prediksi dan harapan-harapan publik akan sosok menteri-menteri yang kapabel, punya akuntabilitas dan intelektualitas yang baik dan cocok untuk membangun Indonesia 5 tahun ke depan.

Menurut Profesor Salim Said, pengamat militer dan pertahanan bahwa nama-nama menteri yang terpilih nanti merupakan hak prerogatif presiden.

"Yang tahu semua itu hanya Pak Jokowi, siapa saja calon menteri yang cocok untuk jabatan tertentu, semua yang menentukan dan memastikan keterpilihannya hanya pak Jokowi, itu hak prerogatifnya sebagai presiden,” katanya kepada media di Jakarta, Kamis (3/10/19).

Terkait sosok Menteri Pertahanan, dari sekian nama yang muncul, salah satunya adalah Letjen TNI (Purn) Prof. DR. Syarifudin Tippe, M.Si.

Guru Besar Universitas Pertahanan (Unhan) itu menilai bahwa Letjen TNI (Purn) Prof. DR. Syarifudin Tippe, M.Si-yang dulu adalah mantan mahasiswanya dan pernah juga jadi atasannya selaku Rektor Unhan dinilai sangat cocok untuk menduduki kursi Menteri Pertahanan di Kabinet Jokowi Jilid 2.

"Kalau kandidat kuatnya Jenderal Tippe, saya doakan dan saya dukung, Indonesia akan lebih baik jika punya menhan sekelas beliau,” ungkap Prof. Salim Said.

Alasannya, karena Letjen TNI (Purn) Prof. DR. Syarifudin Tippe, M.Si ini punya koneksi yang luas. “Kemampuan lobinya juga bagus, paham strategi pertahanan dan bela negara juga seorang akademisi yang terbiasa berpikir komprehensif. Jadi baguslah kalau beliau dipilih Pak Jokowi jadi Menhan,” katanya.

Terkait dengan politik pertahanan Indonesia ke depan, bahwa sebagai negara dengan jumlah militer yang besar, Indonesia harus terus menerus membangun kemampuan pertahanannya dengan baik, serius, dan menjadikan dirinya sebagai negara yang kuat dari sisi militer, alutsista yang modern, dan industri pertahanan yang lengkap dan strategis.

Profesor Salim Said menyatakan TNI harus terus menerus latihan berperang, meningkatkan kemampuan perangnya dengan baik, membangun kemampuan intelijen dan industri pertahanan dengan baik, sehingga Indonesia bisa menjadi negara yang kuat dan tidak dipandang remeh oleh negara lain.

Ditambahkan Prof. Salim Said bahwa menhan ke depan, harus punya koneksi yang luas, dapat meyakinkan pihak luar akan kekuatan Nasional Indonesia dan mampu membangun strategi pertahanan nasional menjadi lebih baik.

"Saya rasa Jenderal Tippe punya kemampuan itu,” katanya lugas.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Puspitek Lahirkan 20 Startup Tiap Tahun

Tiap tahun insentif yang dikucurkan pada setiap PPBT untuk mengembangkan bisnisnya.

NASIONAL | 4 Oktober 2019

1.724 Desa di Papua Belum Dialiri Listrik

Rasio elektrifikasi di Provinsi Papua dan Papua Barat masih relatif rendah, dari total 7.358 desa, masih ada 1.724 desa belum mendapat aliran listrik.

NASIONAL | 3 Oktober 2019

Forum Rektor Usul RUU KUHP Disosialisasikan Masif dan Terstruktur

"Kita tempatkan mahasiswa itu, setuju karena paham. Tidak setuju, juga karena paham. Jangan setuju dan tidak setuju karena tidak paham,” ujar Yos Johan.

NASIONAL | 3 Oktober 2019

Program Kartu Prakerja, Jokowi Anggarkan Rp 10 Triliun

Nantinya setiap bulan para pengangguran bakal digaji antara Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu.

NASIONAL | 3 Oktober 2019

Disebut Warganet Kakak Pembina Buzzer Jokowi, Ini Respons Moeldoko

"Terus terang saja saya enggak pernah pusing ditanya ada isu apa sekarang. Saya enggak banyak tahu, dikasih tahu sama yang lain,” ucap Moeldoko.

NASIONAL | 3 Oktober 2019

Pimpin Sidang Kabinet Paripurna Terakhir, Presiden Sampaikan Terima Kasih

Presiden menuturkan, pemerintah telah berhasil membangun fondasi untuk arah pembangunan nasional yang lebih tangguh, produktif, dan merata.

NASIONAL | 3 Oktober 2019

KPU Sumut: Pilkada di 4 Daerah Berpotensi Terganggu

Pilkada di daerah tersebut berpotensi terganggu karena anggaran yang ditampung pemerintah daerah tidak sesuai dengan kebutuhan yang diajukan oleh KPU.

NASIONAL | 3 Oktober 2019

Ini Alasan Jokowi Belum Teken UU KPK

Presiden Joko Widodo belum menandatangani UU hasil revisi atas UU Nomor 30/2002 tentang KPK, karena masih terdapat kesalahan penulisan.

NASIONAL | 3 Oktober 2019

Pemerintah Berhentikan Sementara Dosen Abdul Basith Sebagai PNS

Pemerintah akan memberhentikan sementara Dosen Abdul Basith dari statusnya sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

NASIONAL | 3 Oktober 2019

Bupati Pelalawan Diperiksa Terkait Izin Usaha Perkebunan

Pemeriksaan Bupati Pelalawan Muhammad Harris terkait pemberian izin usaha perkebunan kepada sejumlah korporasi di wilayah Pelalawan.

NASIONAL | 3 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS