Gelagat Mencurigakan Pelaku Sebelum Aksi Bom Bunuh Diri
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

Gelagat Mencurigakan Pelaku Sebelum Aksi Bom Bunuh Diri

Kamis, 14 November 2019 | 07:11 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / CAH

Medan, Beritasatu.com - Beberapa pekan sebelum melakukan teror bom bunuh diri, pasangan Rabbial Muslim Nasution alias Dedek (24) dan Dewi (22), ternyata menerima tamu yang mengendarai dua sepeda motor. Bahkan, beberapa malam sebelumnya, terdengar suara pukulan seperti memaku dinding rumah dari dalam rumah kontrakan suami - istri tersebut.

Hal ini diungkapkan tetangga Dedek, Syahrul (23) saat ditemui di lokasi penggeledahan rumah pelaku bom bunuh diri di Jalan Nangka Medan, Rabu (13/11/2019).

Syahrul mengaku tidak menaruh rasa kecurigaan, sebab dia tidak menduga bahwa tetangganya itu adalah teroris.

"Saya mengetahui bahwa dia sebagai anggota jaringan teroris setelah polisi datang melakukan penggeledahan di dalam rumah pasangan suami-istri tetangga kami itu. Beruntung saja bom yang disediakannya itu tidak meledak di dalam rumah. Kalau meledak di sini maka gak bisa dibayangkan nasib kami sekarang ini," ujar Syahrul sambil bersyukur.

"Kalau sifat mereka memang ramah. Sebab, kalau berpapasan, keduanya mau bertegur sapa dengan kita. Hanya saja, suami-istri itu jarang kelihatan di rumah. Mereka pergi pagi dan pulang di tengah malam," ujar Syahrul.

Bagi Syahrul, pasangan suami-istri ini sebagai orang yang tertutup. Bahkan, mereka sebagai tetangga tidak pernah bercengkerama. Syahrul mengaku hanya mengetahui profesi Dedek sebagai tetangganya itu adalah driver ojek online. Namun, untuk profesi Dewi, Syahrul tidak mengetahuinya.

"Kalau mereka pergi meninggalkan rumah sekitar pukul 08.00 - 09.00 WIB. Jika kita ketemu hanya saling menyapa saja. Habis itu berlalu pergi. Malam kita tidak pernah ketemu karena mereka pulang tengah malam dan terkadang dini hari. Kita hanya mendengar mereka pulang saat membuka kunci pintu rumah dari sebelah," katanya.

Berbeda dengan Syahrul, Fahrizal (28) yang juga merupakan tetangga Dedek mengungkapkan, beberapa jam sebelum kejadian ledakan, dirinya sempat berpapasan dengan Dedek yang keluar rumah mengendarai sepeda motor dan mengenakan jaket ojek online. Mereka pun sempat saling menyapa.

"Mari, pergi dulu mau berangkat kerja," ujar Fahrizal mengulangi ucapan Dedek saat ketemu, Rabu (13/11/2019) pagi. Saat itu, Fahrizal mengaku melihat Dedek membawa tas ransel berwarna hitam yang dikenakan di bahunya. Bahkan, Fahrizal melihat ada seperti benda yang menonjol dari dalam tas ransel tersebut.

"Saya tidak mengetahui bahwa dalam tas itu adalah bom. Kalau tau sudah pasti duluan kaburlah. Saya tidak menyangka kalau tetangga kami itu adalah teroris. Orangnya memang terlihat baik dan mau menyapa. Kalau gerak - geriknya memang tidak sedikitpun terlihat mencurigakan," sebutnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Polisi Amankan Benda Mencurigakan Rumah Pelaku Bom Bunuh Diri

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa pipa besi, timbangan, besi, anak panah maupun paku dari dalam sebuah rumah yang digeledah.

NASIONAL | 14 November 2019

Lapan Akan Tinjau Helikopter Gardes JN 77 GM Buatan Tukang Bubut Sukabumi

Helikopter Gardes JN 77 GM dijual dengan harga Rp 30 juta per unit.

NASIONAL | 14 November 2019

Indonesia Pasang Prasasti di Perbatasan Raja Ampat dan Negara Palau

Ada Kampung Reni dan Rutum di Kepulauan Ayau.

NASIONAL | 14 November 2019

Intoleransi Muncul karena Politisasi Kebencian

Masyarakat harus berpikiran lebih terbuka ketika menyikapi adanya perbedaan.

NASIONAL | 13 November 2019

Pelaku Bom Bunuh Diri Berubah Setelah Berkeluarga

Dewi mulai menggunakan cadar setelah menikah dengan Dedek sekitar tiga tahun lalu.

NASIONAL | 13 November 2019

Hujan Badai, Sejumlah Fasilitas Pemprov Banten Rusak Parah

Kerusakan meliputi ambruknya plafon bangunan, kanopi area parkir hingga tower pemancar.

NASIONAL | 13 November 2019

Diduga Menistakan Agama, Atta Halilintar Dipolisikan

Atta Halilintar dilaporkan oleh Ustaz Ruhimat yang merupakan anggota LSM dan juga anggota sebuah organisasi masyarakat di Banten.

NASIONAL | 13 November 2019

Kasus Suap Restitusi Pajak, KPK Tahan Bos Wahana Auto Ekamarga

Mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye dan tangan terborgol, Darwin tak berkomentar apapun.

NASIONAL | 13 November 2019

Gojek Siap Bantu Investigasi Bom Bunuh Diri Medan

Gojek menentang keras segala tindakan anarkistis.

NASIONAL | 13 November 2019

Terlalu Dini Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Lone Wolf

Pengamat Terorisme Benny Mamoto mengatakan aparat kepolisian masih terlalu dini menilai pelaku beraksi seorang diri atau lone wolf.

NASIONAL | 13 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS