Erupsi Merapi Jadi Momen Menarik buat Wisatawan
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Erupsi Merapi Jadi Momen Menarik buat Wisatawan

Senin, 18 November 2019 | 09:30 WIB
Oleh : Fuska Sani Evani / CAH

Yogyakarta, Beritasatu.com - Erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada Minggu (17/11/2019) pukul 10.46 WIB, tak lantas membuat wisatawan yang datang saat itu menjadi panik. Salah satu pengelola Jip Wisata Lereng Merapi, Bambang mengatakan, Gunung Merapi aktif di jam wisatawan banyak yang berkunjung.

Bukannya takut, wisatawan diungkapkan Bambang justru memanfaatkan erupsi Merapi sebagai momen langka yang menarik.

"Kita sudah punya jalur aman untuk mengamati Merapi, bahkan di saat ada erupsi. Wisatawan tidak takut bahkan minta diantar untuk melihat langsung,” katanya pada Senin (18/11/2019).

Bambang mengungkapkan, jip wisata Merapi memang ramai pada hari libur, dan saat erupsi kemarin, driver sudah biasa menghadapi kondisi tersebut. “Justru kemarin, wisatawan yang hanya berkunjung, jadi minta diantar naik jip, untuk mendapatkan momen dengan berfoto," jelasnya.

Wisata jip Merapi dibatasi atau jangkauan tertingginya sampai di bunker yang jaraknya 5,5 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Sementara itu Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida melaporkan jika dalam letusan dengan tinggi kolom 1.000 meter tersebut juga mengandung awan panas akibat material kubah lava yang terbongkar.

Hanik menambahkan, potensi ancaman bahaya saat ini masih sama yaitu berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif.

"Penyebab letusan dilatarbelakangi masih adanya suplai magma yang ditandai adanya gempa vulkanik dalam ([VA] dan adanya akumulasi gas," terang Hanik Humaida dalam keterangan terrulisnya.

Berdasar data yang dirilis BPPTKG DIY, aktivitas kegempaan yang terjadi akibat letusan tersebut beramplitudo maksimal 70 kilometer dengan durasi sekitar 155 detik.

Letusan pada Minggu tersebut, mengakibatkan adanya hujan abu di sekitar Gunung Merapi dengan arah dominan ke sektor barat sejauh 15 km dari puncak, yaitu di sekitar wilayah Kecamatan Dukuh, Magelang.

Hanik menyebutkan paska letusan 9 November 2019, pada tanggal 15-16 November 2019 kegempaan kembali meningkat. Dari data seismograf, rata-rata vulkano tektonik dalam (VTA) 15 kali per hari, dan multiphase (MP) 75 kali per hari.

Pada tanggal 17 November tercatat gempa VTA 3 kali, VTB 4 kali, dan MP 16 kali. Menurutnya, peningkatan kegempaan tersebut mencerminkan akumulasi tekanan gas di bawah permukaan kubah yang berasal dari dapur magma di kedalaman kurang dari 3 kilometer dari pucak Merapi.

Meskipun demikian sampai dengan saat ini Gunung Merapi masih berstatus level II (waspada).

Untuk mengantisipasi gangguan abu vulkanik terhadap penerbangan maka VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) diterbitkan dengan kode warna Orange.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

IPW Desak Kapolri Segera Tunjuk Kabareskrim Baru

Kapolri Idham Aziz tidak boleh gamang dalam menunjuk Kabareskrim baru, dan harus menggunakan hak prerogatifnya.

NASIONAL | 18 November 2019

Densus 88 Sisir Persembunyian Teroris

Penyisiran dilakukan di Belawan, Hamparan Perak sampai di luar Sumut.

NASIONAL | 18 November 2019

Tarik Wisatawan, Festival Pesisir Pantai Bengkulu Digelar

Festival Pesisir Pantai ini akan memperlombakan berbagai kegiatan, di antaranya voly pantai, surfing, lomba foto dan vlog.

NASIONAL | 18 November 2019

844.647 Hektare Hutan dan Lahan di Jambi Kritis

Total hutan dan lahan kritis di Provinsi Jambi menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) hingga kini mencapai 844.647 hektare (ha).

NASIONAL | 18 November 2019

Putra Wapres Gagas Kegiatan Religi Music Goes To Campus

Kegiatan berdampak positif dalam menangkal radikalisme.

NASIONAL | 18 November 2019

Presiden Jokowi Diminta Basmi Tuntas Mafia Anggaran

Menurut Azmi, Perintah Jokowi agar oknum jaksa dan polisi tidak peras pengusaha dalam menjalankan usaha, tidak efektif jika mafia anggaran masih berkeliaran.

NASIONAL | 18 November 2019

Dua Gempa Susulan Guncang Ambon Senin Dini Hari

Pukul 03.20 WIB terjadi gempa dengan magnitudo 3,1 dan pukul 03.29 WIB dengan magnitudo 1,8.

NASIONAL | 18 November 2019

Ganjar Yakin Kagama Mampu Merangkul Siapa Saja

Salah satu alumni yang hadir di Munas adalah Ketua MK Anwar Usman.

NASIONAL | 17 November 2019

BPPTKG: Letusan Merapi Berpotensi Terus Terjadi

Kejadian letusan semacam ini masih dapat terus terjadi sebagai indikasi bahwa suplai magma dari dapur magma (Gunung Merapi) masih berlangsung.

NASIONAL | 17 November 2019

Kasus Novel, Gantian Dewi Tanjung Dilaporkan ke Polisi

Dewi dilaporkan karena diduga telah membuat laporan atau pengaduan palsu soal tudingan rekayasa penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

NASIONAL | 17 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS