Libatkan Ahli, KLHK Siapkan Riset Buktikan Isu Dioxin
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Libatkan Ahli, KLHK Siapkan Riset Buktikan Isu Dioxin

Senin, 25 November 2019 | 08:51 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah memberikan merespons positif terbitnya kajian mengenai kandungan dioxin pada tahu dan telur ayam di Jawa Timur, sebagai dampak dari penggunaan bahan bakar produksi menggunakan sampah limbah plastik impor.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menegaskan persoalan sampah dan limbah plastik impor selama ini telah mendapat perhatian khusus dari Presiden Joko Widodo, karena berkaitan dengan kualitas hidup manusia Indonesia dari generasi ke generasi yang wajib dijaga.

Sampah impor plastik selama puluhan tahun telah masuk melalui celah impor bahan baku kertas dan scrap plastik untuk industri. Upaya penyeludupan ini jelas melanggar UU Nomor 18 tahun 2008 dan UU Nomor 32 tahun 2009. Oleh karena itu KLHK bertindak tegas dengan mengembalikan atau re-ekspor sampah ke negara asal.

''Soal sampah yang diseludupkan bukan hanya soal melanggar UU, tapi juga mengancam generasi bangsa. Bapak Presiden sangat menaruh perhatian soal ini, beliau memikirkan lebih dari sekedar soal pelanggaran UU saja," kata Menteri Siti Nurbaya dalam pernyataannya pada media, Senin (25/11/2019).

Tim dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sudah diperintahkan untuk terus meningkatkan pengawasan di lapangan.

Hasilnya, dari 2.194 kontainer yang masuk ke Indonesia, KLHK sudah kirim balik (re-ekspor) 883 kontainer ke negara asal. Selain itu dilakukan perbaikan regulasi, dan terus dilakukan pengawasan yang ketat.

Akhir pekan lalu, Tim KLHK bersama para ahli juga turun langsung ke Desa Bangun, Mojokerto, dan Desa Tropodo, Sidoarjo. Turut bersama tim KLHK para peneliti dari BPPT, Fakultas Teknis Kimia ITS, Universitas Airlangga dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sidoarjo.

''Saya minta bantuan para ahli untuk melakukan riset di dua desa tersebut. Khususnya untuk isu dioxin yang sudah meresahkan masyarakat. Kita lihat nanti kebenarannya dari hasil studi,'' tegas Siti Nurbaya.

Persoalan penggunaan sampah limpah plastik impor sudah berlangsung sejak lama di lokasi ini, karena harganya yang lebih murah. Karena itu pemerintah akan menyiapkan langkah-langkah, tidak hanya soal sampah, tapi juga dampak sosial ekonomi masyarakat setempat.

''Semuanya akan didalami secara akademik. Termasuk soal dampak pembakaran. Saya juga ingin mengetahui hasil studi yang menyebutkan bahwa ada dioxin dalam telur ayam. Kita akan lihat semua hasil studinya nanti,'' kata Menteri Siti.

Pihaknya akan terus memberikan pendampingan masyarakat, terutama untuk mengubah kebiasaan menggunakan sampah limbah plastik impor sebagai bahan bakar.

Saat kunjungan tim ke lokasi, jumlah tumpukan sampah plastik untuk bahan bakar sudah berkurang dibandingkan dengan kondisi pada bulan Juli 2019 lalu. Ditengarai pasokan sampah ini berkurang karena langkah re-ekspor, perubahan regulasi, serta pengawasan yang semakin ketat oleh Pemerintah.

Pengusaha UMKM juga menyadari bahwa bahan bakar dari sampah plastik tersebut berdampak pada lingkungan dan masyarakat.

Para pelaku usaha mengaku siap beralih dari bahan bakar sampah plastik menjadi bahan bakar kayu atau alternatif lainnya. Terlebih lagi sudah ada penggunaan insinerator yang teknologi-nya sudah ramah lingkungan.

Pemerintah akan mempelajari hal ini, termasuk bila harus memberikan dukungan fasilitas oleh bagi industri UMKM. Dukungan fasilitas ini bisa dari KLHK, Kementerian Perindustrian, KemenKopUMKM, atau bahkan dari Pemda.

''Semuanya bisa membantu, yang penting industri masyarakat tetap harus berjalan baik dengan tetap ramah lingkungan,'' kata Menteri Siti.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Mendikbud Ajak Guru Lakukan Perubahan

Menurut Nadiem, melalui perubahan kecil yang dilakukan dari guru, maka Indonesia akan bergerak maju.

NASIONAL | 25 November 2019

IDI Mojokerto Ancam Cabut Izin Praktik Dokter Kandungan Cabuli ABG

IDI Mojokerto belum melakukan klarifikasi terhadap dr And atas kasus yang menjeratnya.

NASIONAL | 25 November 2019

Fraksi PDIP DKI Jakarta Belajar tentang Pemberantasan Korupsi dan Investasi pada Ganjar

Diskusi berlangsung santai, bahkan diiringi gelak tawa, karena celotehan-celotehan "nakal" Ganjar.

NASIONAL | 25 November 2019

Pemprov Jatim Ingin Sulap Sungai Brantas Jadi Destinasi Wisata

Pemprov Jatim ingin menyulap menjadi destinasi-destinasi wisata baru Sungai Brantas.

NASIONAL | 25 November 2019

Rivai Tajudin Terpilih Jadi Wabup Bengkulu Selatan

"Jika SK pengangkatan Wabup Bengkulu Selatan cepat diterbitkan Mendagri, maka pelantikannya bisa dilaksanakan dalam waktu dekat," kata Barli Halim.

NASIONAL | 25 November 2019

Menteri Siti Nurbaya: Presiden Sangat Perhatian

Soal sampah yang bercampur dalam impor bahan baku industri kertas dan plastik, bukan hanya soal melanggar UU tapi soal generasi bangsa.

NASIONAL | 25 November 2019

Warga Lombok Timur Antusias Hadiri Maulud Nabi di Ponpes Ar-Robbani

Ribuan warga Lombok Timur nampak berbondong-bondong untuk menyaksikan tabligh akbar di Pondok Pesantren Ar-Rabbani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

NASIONAL | 25 November 2019

Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Guncang Papua Barat

Gempa bumi berjarak 283 kilometer dari timur laut Kabupaten Tambrauw dengan kedalaman 10 kilometer dan dinyatakan BMKG tidak berpotensi tsunami.

NASIONAL | 25 November 2019

Ini 10 Daerah dengan Tingkat Toleransi Tinggi

Ia menjelaskan 10 kota ini terus berbenah melakukan perbaikan kebijakan, tata kelola toleransi, dan manajemen sosial yang kondusif bagi toleransi.

NASIONAL | 24 November 2019

Geram Desak Otto Hasibuan Maju Kembali Jadi Ketum Peradi

Munas Peradi tahun 2020 merupakan momentum strategis yang sangat menentukan masa depan Peradi. Oleh karenanya, Peradi harus dipimpin orang yang tepat

NASIONAL | 24 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS