Kempora dan Dilo Gelar Pelatihan Peneliti Data di Yogyakarta
INDEX

BISNIS-27 425.322 (12.08)   |   COMPOSITE 4870.04 (100.06)   |   DBX 940.805 (3.04)   |   I-GRADE 127.855 (4.56)   |   IDX30 401.317 (13.58)   |   IDX80 105.56 (3.19)   |   IDXBUMN20 265.398 (11.16)   |   IDXG30 112.997 (3.48)   |   IDXHIDIV20 357.483 (12.54)   |   IDXQ30 117.699 (3.88)   |   IDXSMC-COM 210.149 (2.59)   |   IDXSMC-LIQ 234.599 (5.6)   |   IDXV30 100.238 (2.07)   |   INFOBANK15 757.481 (24.48)   |   Investor33 352.266 (10.05)   |   ISSI 143.81 (2.89)   |   JII 518.901 (12.87)   |   JII70 176.231 (4.44)   |   KOMPAS100 949.983 (26.08)   |   LQ45 737.154 (23.9)   |   MBX 1342.99 (31.12)   |   MNC36 264.429 (7.79)   |   PEFINDO25 260.033 (3.99)   |   SMInfra18 229.972 (7.95)   |   SRI-KEHATI 296.897 (9.06)   |  

Kempora dan Dilo Gelar Pelatihan Peneliti Data di Yogyakarta

Sabtu, 7 Desember 2019 | 22:39 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Yogyakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 30 anak muda dari berbagai kampus Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapatkan pelatihan dasar menjadi peneliti data (data scientist) 4-6 Desember 2019 hasil kerja sama Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kempora) serta Digital Innovation Lounge (DILo) Yogyakarta.

Ternyata, menjadi data scientist tak melulu harus punya latarbelakang statistik dan ilmu komputer.

Selama tiga hari anak-anak muda yang berasal dari berbagai disiplin ilmu mempelajari teori data science hingga praktek forecasting. Mereka diarahkan untuk terus mendalami dan terjun dalam profesi data scientist tersebut, yang potensinya masih terbuka lebar di Indonesia.

Krisostomus Nova, narasumber dari Sadasa Academy yang memang bergelut di bidang data science menyebut profesi data scientist saat ini memang terbilang begitu seksi. Kebiasaan masyarakat yang berubah dari analog ke digital menggunakan internet dengan media sosial atau e-commerce ternyata membentuk pola data yang bisa dianalisis.

“Di Indonesia dengan tingkat pengguna internet salah satu terbesar dunia, sosial media juga salah satu terbesar dunia pun dengan kebiasaan masyarakatnya bersosial media serta konsumtif ikut harbolnas dan sebagainya sangat potensial untuk diteliti datanya. Kami ingin teman-teman muda di Indonesia sendiri yang memanfaatkan peluang ini, jangan sampai malah dinikmati orang di luar negeri,” ungkapnya pada wartawan di akhir pelatihan.

Data scientist saat ini menjadi menarik dan profesi potensial lantaran produsen atau perusahaan membutuhkan analis data digital untuk memastikan penetrasi pasar dengan benar. “Misalnya perusahaan ingin jualan di market yang tepat, sasaran produknya pas ya harus dianalisis datanya, ke mana harus berekspansi promosi agar hasilnya maksimal. Ini mengapa mereka mau bayar mahal untuk data scientist ini,” sambungnya.

Menjadi data scientist menurut Nova pun tak melulu harus dari background statistik dan komputer karena belajar programming tak selalu dari kampus saja. Kemauan belajar dan minat menjadi hal paling utama bagi seseorang untuk terjun menggeluti data science ini.

Sementara Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora Prof Faisal Abdullah mengatakan pelatihan menjadi data scientist akan terus dilakukan untuk membangun minat anak-anak muda menggeluti profesi tersebut. Balikpapan, Makassar, Medan dan Jakarta akan menjadi tempat selanjutnya untuk memenuhi konsekuensi dalam era digital.

“Semua bisa berpeluang, karena era disrupsi ini mau tak mau membuat banyak pekerjaan berubah dan kita harus menyesuaikan diri. Anak-anak yang ikut selama tiga hari di Yogyakarta kemarin dari banyak disiplin ilmu, tapi mereka tertarik ingin belajar. Ini mengapa kami sampaikan semua bisa belajar,” ungkapnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Sawit Berkelanjutan Bantu Kendalikan Perubahan Iklim

Skema sertifikasi pengelolaan sawit lestari ISPO yang kini sedang diperbarui, diharapkan bisa mendukung penguatan pengelolaan sawit di Indonesia.

NASIONAL | 7 Desember 2019

Disinyalir Ada Agenda Papua Merdeka pada Peringatan Hari HAM Sedunia

Persoalan utama di Papua saat ini terkait dengan masala pendidikan dan kesehatan yang belum merata dan stabilitas keamanan.

NASIONAL | 7 Desember 2019

Irjen Fakhrizal Diminta Jadi Pemimpin di Sumatra Barat

Di Sumatra Barat, Irjen Fakhrizal dikenal sebagai "Kapolda Ninik Mamak" yang sangat mengayomi masyarakat.

NASIONAL | 7 Desember 2019

Inovasi Perpusnas Jadi Ikon Peradaban dan Ilmu Pengetahuan

Buku ini juga memuat kisah para founding fathers bangsa Indonesia tentang kecintaan membaca buku.

NASIONAL | 7 Desember 2019

BNPB Harapkan Presiden Segera Keluarkan Inpres Penanggulangan Bencana

BNPB mengharapkan Presiden Joko Widodo segera mengeluarkan Inpres terkait kewajiban kabupaten/kota untuk membuat rencana darurat dalam penanggulangan bencana.

NASIONAL | 7 Desember 2019

Pertamina MOR IV Kembangkan Mangrove Edupark untuk Selamatkan Pesisir Semarang

“Penyaluran program CSR ini merupakan bentuk komitmen Pertamina untuk terus melestarikan lingkungan dan memberdayakan masyarakat," tambah Iin.

NASIONAL | 7 Desember 2019

Sportsfest Akbar Hadir di Yogyakarta

Kompetisi balap sepeda dalam skala lokal, nasional, hingga internasional kini menjadi ajang yang dinantikan.

NASIONAL | 7 Desember 2019

Ganjar Ancam Cabut Izin Sekolah yang Gaji Guru di Bawah UMK

Ganjar Pranowo siap mencabut izin sekolah swasta yang memberikan gaji guru honorer di bawah UMK.

NASIONAL | 7 Desember 2019

Pelaksanaan BPJS Dinilai Tak Sejiwa dengan Konstitusi

Menurut Azmi Syahputra, persoalan BPJS sekarang terjadi karena ada aturan yang dilanggar.

NASIONAL | 7 Desember 2019

KAI Bangun Jembatan Sementara di Jalur KA Sukabumi-Bogor

Jembatan sementara dibangun di Kampung Cicewol, Kabupaten Sukabumi, Jabar, pascalongsor yang menggerus jalur perlintasan Kereta Api Pangrango Sukabumi-Bogor.

NASIONAL | 7 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS