Bupati Sidoarjo Ditetapkan Tersangka Suap Proyek Infrastruktur

Bupati Sidoarjo Ditetapkan Tersangka Suap Proyek Infrastruktur

Kamis, 9 Januari 2020 | 06:08 WIB
Oleh : Fana Suparman / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Sidoarjo, Jawa Timur, Saiful Ilah sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait sejumlah proyek infrastruktur pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Sidoarjo. Tak hanya Saiful, KPK juga menjerat lima orang lainnya, yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo, Sunarti Setyaningsih; Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo, Judi Tetrahastoto; Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan, Sanadjihitu Sangadji, serta dua orang lainnya dari pihak swasta yakni Ibnu Ghopur dan Totok Sumedi.

Penetapan tersangka terhadap Saiful dan lima orang lainnya ini dilakukan KPK setelah memeriksa intensif para pihak yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa (7/1/2020) kemarin.

"Setelah melakukan pemeriksaan dan sebelum batas waktu 24 jam sebagaimana diatur dalam KUHAP, dilanjutkan dengan gelar perkara, KPK menyimpulkan adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi menerima hadiah atau terkait proyek infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Sejalan dengan penyidikan tersebut, KPK menetapkan enam orang tersangka," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Bupati Sidoarjo Dibekuk KPK Lewat Operasi Senyap

Dalam kasus ini, KPK menduga Saiful bersama Sunarti Setyaningsih, Judi Tetrahastoto, dan Sanadjihitu Sangadji menerima suap dari Ibnu Ghopur dan Totok Sumedi. Suap dengan total sekitar Rp 1,8 miliar ini diberikan kepada Saiful dan tiga anak buahnya agar Ibnu Ghopur dan Totok Sumedi menggarap sejumlah proyek di Pemkab Sidoarjo.

"Dalam kegiatan tangkap tangan ini, total uang yang diamankan KPK adalah Rp1.813.300.000. KPK akan mendalami lebih lanjut terkait dengan hubungan barang bukti uang dalam perkara ini," kata Alex, sapaan Alexander Marwata.

Dipaparkan Alex, pada 2019, Dinas PU dan BMSDA Kabupaten Sidoarjo melakukan pengadaan beberapa proyek. Ibnu Ghopur merupakan salah satu kontraktor yang mengikuti pengadaan untuk proyek-proyek tersebut. Pada Juli 2019, Ibnu melapor kepada Saipul bahwa terdapat proyek yang diinginkannya, namun ada proses sanggahan dalam pengadaannya. Akibatnya, Ibnu terancam tidak dapat menggarap proyek tersebut.

Ditangkap KPK, Bupati Sidoarjo Miliki Harta Rp 60,4 Miliar

"IGR (Ibnu Ghopur) meminta kepada SSI (Saiful Ilah) untuk tidak menanggapi sanggahan tersebut," katanya.

Ibnu tercatat memenangkan sejumlah proyek, di antaranya proyek jalan Candi-Prasung senilai Rp21,5 miliar. Selain itu, Ibnu melalui beberapa perusahaan juga memenangkan empat proyek lainnya, yakni proyek Pembangunan Wisma Atlet senilai Rp13,4 miliar; proyek pembangunan Pasar Porong Rp17,5 miliar; proyek Jalan Candi-Prasung senilai Rp21,5 miliar; dan proyek peningkatan Afv. Karag Pucang Desa Pagerwojo Kecamatan Buduran senilai Rp5,5 miliar. Dikatakan Alex seetelah menerima termin pembayaran, Ibnu bersama Toto memberikan sejumlah fee dengan nilai bervariasi kepada beberapa pihak di Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Sanadjihitu Sangadji selaku Kabag ULP diduga menerima sebesar Rp300 juta pada akhir September.

Sebanyak Rp 200 juta diantaranya diberikan kepada Bupati Saiful Ilah pada Oktober 2019. Ibnu memberikan uang Rp 240 juta kepada Judi Tetrahastoto dan sebesar Rp 200 juta kepada Sunarti Setyaningsih. Tak hanya itu, pada Selasa (7/1/2020) kemarin, Ibnu diduga memberikan uang sebesar Rp 350 juta kepada Saiful. Uang itu diberikan kepada Saiful melalui ajudannya di rumah dinas Bupati.

"Pada tanggal 7 Januari 2020, IGR diduga menyerahkan fee proyek kepada SSI, Bupati Sidoarjo sebesar Rp 350 juta dalam tas ransel melalui N, ajudan bupati di rumah dinas Bupati," katanya.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Saiful, bersama Sunarti Setyaningsih, Judi Tetrahastoto, dan Sanadjihitu Sangadji disangkakan melanggar Pasal 12 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Sementara itu, Ibnu Ghopur dan Totok Sumed yang ditetapkan sebagai pemberi suap disangkakan melanggar pasal 5 Ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Semangat Toleransi Harus Diberikan ke Kelompok Rentan Intoleransi

Penyampaian narasi toleransi, perdamaian, dan antiradikalisme juga bisa dilakukan oleh para tokoh.

NASIONAL | 8 Januari 2020

Human Initiative Gelar Apel Siaga Bencana 2020

Human Initiative mendorong edukasi mengenai kesiapsiaagaan bencana hidrometeorologi nasional.

NASIONAL | 8 Januari 2020

Lewat France Track, Kuliah di Prancis Semakin Mudah

Pembelajaran akan dimulai pada Juli 2020 dan pada tahun pertama France Track hanya akan menerima 45 siswa dari seluruh Indonesia.

NASIONAL | 8 Januari 2020

Konflik Rumah Tangga Diduga Jadi Motif Pembunuhan Hakim Jamaluddin

"Motif pembunuhan masih terus didalami oleh penyidik," ujar Martuani Sormin.

NASIONAL | 8 Januari 2020

Ini Kronologi Pembunuhan Hakim Jamaluddin

Selama perjalanan, Reza melihat ada jurang. Jefri kemudian menghentikan mobil. Mereka kemudian membuang mobil korban dalam kondisi mesin menyala.

NASIONAL | 8 Januari 2020

Ketua KPU Belum Tahu Pidana yang Disangkakan ke Wahyu Setiawan

Arief Budiman mengakui belum mengetahui tindak pidana yang diduga dilakukan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan yang terkena OTT, Rabu (8/1/2020).

NASIONAL | 8 Januari 2020

Anggota Komisi III: OTT Komisioner KPU Bukti KPK Tetap Garang

Dirinya juga meyakini, dengan dukungan masyarakat luas KPK akan tetap menjadi lembaga pemberantas korupsi seperti yang diharapkan masyarakat.

NASIONAL | 8 Januari 2020

OTT Komisioner KPU, KPK Tangkap 4 Orang Lain

Dalam OTT yang dilakukan KPK, Rabu (8/1/2020), Komisioner KPU Wahyu Setiawan ditangkap bersama tiga orang lainnya.

NASIONAL | 8 Januari 2020

Korban Banjir Terisolasi, PMI Kerahkan Helikopter Salurkan Bantuan

PMI mendistribusikan bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan pangan korban banjir.

NASIONAL | 8 Januari 2020

Mobil Ini Diparkir Selama Empat Tahun di Bandara Ngurah Rai

Satu unit mobil BMW bernomor polisi DK 118 AV tercatat terparkir selama empat tahun di kawasan parkir mobil Terminal Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai.

NASIONAL | 8 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS