Polda Papua Lacak Penyeludupan Senjata dan Amunisi
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Polda Papua Lacak Penyeludupan Senjata dan Amunisi

Senin, 13 Januari 2020 | 07:40 WIB
Oleh : CAH

Timika, Beritasatu.com - Kepolisian Daerah Papua masih terus melacak dugaan kasus penyelundupan senjata api beserta amunisi dari luar negeri ke wilayah itu. Hal ini menyusul maraknya teror penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap prajurit TNI dan Polri di berbagai daerah di Papua akhir-akhir ini.

"Memang ada info-info bahwa bukan hanya dari dalam negeri, ada juga dari luar negeri. Ada indikasi dari perbatasan itu juga masuk. Lalu dari Filipina juga masuk melalui Maluku Utara, kemudian ke Sorong Papua Barat lalu masuk ke Papua. Banyak jalan yang mereka gunakan. Itu yang sedang kami lacak," kata Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw di Timika, Senin (13/1/2020).

Kapolda meminta dukungan dan bantuan masyarakat setempat untuk memberitahukan kepada pihak berwajib jika mengetahui informasi adanya transaksi senpi dan amunisi.

Polda Papua, katanya, juga mendapatkan informasi bahwa ada sejumlah senjata rakitan dari daerah Lumajang, Jawa Timur dengan kondisi yang cukup modern beberapa di antaranya sudah masuk ke wilayah Papua. Kasus pembuatan senjata rakitan di wilayah Lumajang tersebut pernah diungkap oleh jajaran kepolisian di Polda Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Menurut Irjen Paulus, kasus penyelundupan senpi dan amunisi kepada KKB di Papua menjadi pekerjaan besar dan berat yang harus ditangani serius dengan melibatkan semua pihak terkait.

Sebab dengan memiliki senjata api dan amunisi yang memadai, KKB tidak saja terus melakukan teror penembakan untuk melawan petugas, tapi juga menikmati segala fasilitas dan kemewahan.

"Dengan memegang senjata, mereka juga ingin makan enak, ingin perempuan, ingin hidup mewah dan memiliki uang banyak. Mereka juga menekan aparat pemerintah seperti kepala-kepala desa untuk menyetor dana. Makanya kita semua perlu duduk bersama untuk melakukan evaluasi sekaligus memikirkan cara terbaik dalam menyikapi kasus ini ke depan," kata jenderal polisi bintang dua itu.

Menyinggung tentang kekuatan personel KKB Nduga pimpinan Egianus Kogoya yang selama ini terus melakukan teror penembakan terhadap petugas, Kapolda mengatakan jumlah mereka tidak seberapa besar.

"Jumlah mereka tidak banyak, makanya kita menyebut mereka sebagai kelompok yang melakukan perbuatan kriminal dan mereka bersenjata," katanya.

Meski jumlahnya tidak besar, KKB Nduga diketahui selalu memanfaatkan warga sipil terutama ibu-ibu, anak-anak dan kaum perempuan sebagai tameng ketika aparat melakukan pengejaran dan tindakan penegakan hukum terhadap kelompok tersebut.

"Itu kebiasaan mereka, mereka paksa ibu-ibu, anak-anak dan kaum perempuan untuk ikut dengan mereka untuk dijadikan tameng. Kondisi itulah yang kadang-kadang membuat kami sulit melakukan upaya hukum yang tegas kepada mereka," jelas Kapolda.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pakar: Banyak Asumsi Keliru Seputar Orangutan

Terdapat tiga hal yang sering disalahpahami masyarakat tentang orangutan, yaitu sebaran, jumlah, dan ancaman.

NASIONAL | 11 Januari 2020

Unas dan Ponpes Darussalam Kembangkan Eco-Pesantren

Diharapkan dengan kerja sama ini, ponpes tersebut mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

NASIONAL | 12 Januari 2020

Terlibat Jaringan Narkoba, Mantan Kapolsek Payung Terancam Dipecat

Martuani menyatakan oknum polisi terkait kasus peredaran narkoba sudah tidak pantas untuk dipertahankan lagi.

NASIONAL | 12 Januari 2020

Rekonstruksi Pembunuhan Hakim Jamaluddin Direncanakan Senin

Martuniani mengatakan, proses rekonstruksi pembunuhan dilakukan di rumah pasangan Jamaluddin dan Zuraidah Hanum

NASIONAL | 12 Januari 2020

UU Baru Perlambat Kerja KPK

ICW mendesak KPK tidak ragu menerapkan Pasal 21 UU Tipikor terhadap pihak-pihak yang menghalangi penanganan kasus.

NASIONAL | 12 Januari 2020

Jajal Ikan Tuna Bakar di Pameran Rempah, Yasonna: Nikmat Mana Lagi yang Kau Dustakan

Sampailah saat ikan Tuna datang, Yasonna lantas berkata. "Nikmat mana lagi yang kau dustakan," tukasnya.

NASIONAL | 12 Januari 2020

Tim Gabungan Polda Banten dan TNI Sisir Penambangan Ilegal di Kawasan TNGHS

Menurut Edy, langkah penyisiran dilakukan untuk menindak pelaku penambangan liar yang mengancam keselamatan masyarakat.

NASIONAL | 12 Januari 2020

BIG-BNPB Petakan Wilayah Pascabencana untuk Rehabilitasi Lahan

Data sebelum dan setelah terjadinya bencana menjadi landasan awal dalam proses perencanaan pascabencana nantinya.

NASIONAL | 12 Januari 2020

Pekanbaru Menuju Smart City

Kerja keras Pemerintah Kota Pekanbaru mendapat apresiasi Presiden Joko Widodo.

NASIONAL | 10 Januari 2020

Cuaca Ekstrem, Ribuan Nelayan Tradisional di Bengkulu Tak Melaut

Kapal yang digunakan mencari ikan hanya berkapasitas 5 gross ton (GT).

NASIONAL | 12 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS