Suhendra Tekankan Pentingnya Merangkul Aceh Demi Keutuhan dan Kemakmuran Bangsa
INDEX

BISNIS-27 431.53 (-3.35)   |   COMPOSITE 4906.55 (-27.45)   |   DBX 934.495 (-1.3)   |   I-GRADE 129.531 (-1.1)   |   IDX30 408.573 (-4.05)   |   IDX80 107.231 (-1.06)   |   IDXBUMN20 271.434 (-3.2)   |   IDXG30 114.42 (-1.08)   |   IDXHIDIV20 364.598 (-3.27)   |   IDXQ30 119.596 (-1.07)   |   IDXSMC-COM 210.435 (-0.56)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (-1.95)   |   IDXV30 101.606 (-0.8)   |   INFOBANK15 772.076 (-4.94)   |   Investor33 357.854 (-2.78)   |   ISSI 144.258 (-0.69)   |   JII 521.112 (-3.55)   |   JII70 177.199 (-1.37)   |   KOMPAS100 960.444 (-7.38)   |   LQ45 749.999 (-7.62)   |   MBX 1355.95 (-8.44)   |   MNC36 267.764 (-2.13)   |   PEFINDO25 261.843 (-3.84)   |   SMInfra18 232.762 (-2.06)   |   SRI-KEHATI 301.662 (-2.42)   |  

Suhendra Tekankan Pentingnya Merangkul Aceh Demi Keutuhan dan Kemakmuran Bangsa

Jumat, 17 Januari 2020 | 10:12 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Potensi Aceh sangat komplet. Bukan hanya sumber daya manusianya yang potensial, melainkan juga sumber daya alam yang terkandung di Bumi Serambi Mekah itu sangat luar biasa melimpah, mulai gas alam, nikel, emas, minyak bumi hingga perkebunan.

"Kearifan tradisi Aceh dalam mengelola sumber daya alam yang berkelanjutan selama ini seharusnya menjadi rujukan daerah lain di Indonesia. Pertanyaannya, apakah sumber daya alam yang melimpah tersebut berbanding lurus dengan kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat Aceh?" kata pengamat intelijen senior Suhendra Hadikuntono dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Pada kenyataannya dikatakan Suhendra banyak masyarakat Aceh belum menikmati kesejahteraan dan kemakmuran yang seharusnya.

"Data yang saya peroleh, angka kemiskinan di Aceh mencapai 15,01 persen (data akhir 2019). Dari data tersebut saya menyimpulkan ada yang salah dalam arah dan strategi pengelolaan dan pemberdayaan sumber daya alam di Aceh," jelas Suhendra.

Konflik politik, sosial dan keamanan yang terjadi di Aceh selama 30 tahun lebih, kata Suhendra, menjadi salah satu penyebabnya. "Namun ternyata pasca-perdamaian antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005 juga belum menjamin kemakmuran bagi masyarakat Aceh," terang Suhendra.

Salah satu penyebabnya, tegas Suhendra, adalah belum ada strategi besar dari pemerintah untuk menciptakan sistem dan tata kelola secara komprehensif untuk mengelola dan memberdayakan potensi unggul sumber daya manusia dan sumber daya alam di Aceh. "Penyebab lain yang sangat krusial saat ini adalah belum keseluruhan dari butir-butir MoU Helsinki dipenuhi oleh pemerintah pusat, sehingga hal ini menciptakan instabilitas politik dan menimbulkan keresahan sosial di Aceh," cetusnya.

Terkait hal tersebut, Suhendra pada Jumat (10/1/2020) lalu mendapat kepercayaan dan amanah dari masyarakat Aceh dan mantan pemimpin Gerakan Aceh Merdeka (GAM) melalui Wali Nanggroe Aceh PYM Tengku Malik Mahmud Al-Haythar untuk menyampaikan semua permasalahan yang terjadi di Aceh kepada Presiden Joko Widodo.

"Hal ini sebuah kehormatan yang sangat tinggi bagi saya. Sesegera mungkin saya akan menjalankan amanah tersebut dengan menghadap Presiden Jokowi untuk melakukan konsultasi dan diskusi secara detail tentang hal ihwal yang harus dilakukan oleh pemerintah pusat," tukasnya.

Secara rinci masalah yang terjadi di Aceh sudah berhasil Suhendra indentifikasi dengan cermat. "Hal ini akan menjadi bahan yang akan saya konsultasikan kepada Presiden Jokowi. Saya berharap Presiden Jokowi responsif terhadap suara masyarakat Aceh yang telah diamanatkan kepada saya. Saya menyakini apabila pemerintah pusat memenuhi keinginan masyarakat Aceh, maka akan menjadi kunci stabilitas sosial politik dan keamanan di Aceh. Kalau hal itu terpenuhi maka akan menjadi modal penting bagi pembangunan ekonomi untuk memenuhi harapan kesejahteraan sosial ekonomi bagi masyarakat Aceh. Pemerintah pusat harus merangkul Aceh demi keutuhan dan kemakmuran bangsa," urainya.

Karena Nanggroe Aceh Darussalam merupakan bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), lanjut Suhendra, kemakmuran rakyat Aceh juga akan menjadi indikator kemakmuran masyarakat Indonesia secara keseluruhan. "Potensi besar sumber daya alam di Aceh apabila dikelola secara arif juga akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional," cetusnya.

"Saya punya keyakinan bahwa Presiden Jokowi pasti memiliki kepedulian yang tinggi terhadap Aceh. Untuk itu mimpi besar saya bahwa Aceh akan menjadi penopang utama stabilitas ekonomi nasional akan segera terwujud. Sebab dengan ketersediaan sumber daya alam dan posisi geografis yang strategis dan merupakan beranda terdepan NKRI, Aceh sangat berpotensi menjadi mercusuar pengembangan ekonomi nasional yang bisa menarik investasi global," urainya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

KPK Terus Koordinasi dengan Polri Cari Harun Masiku

Harun telah keluar Indonesia menuju Singapura pada hari Senin (6/1/2020) melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang sekitar pukul 11.00 WIB.

NASIONAL | 17 Januari 2020

DKPP Sebut Wahyu Setiawan Pengkhianat Demokrasi

Merupakan bentuk keberpihakan dan sikap partisan terhadap peserta pemilu.

NASIONAL | 16 Januari 2020

Kasus Jiwasraya, Tim Kejagung Geledah Rumah di Jakarta Timur

Terdapat beberapa barang atau benda yang diduga terkait dengan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi.

NASIONAL | 16 Januari 2020

UniSadhuGuna Permudah Akses Siswa Studi ke Kampus Luar Negeri

Lebih dari 47.000 mahasiswa dari Indonesia menempuh studi mereka di luar negeri.

NASIONAL | 16 Januari 2020

Tim Hukum Laporkan Penggeledahan di Kantor DPP PDIP ke Dewas KPK

erdapat sekitar tujuh poin yang dilaporkan Tim Hukum PDIP kepada Dewas, salah satunya mengenai isu penggeledahan di Kantor PDIP, Jakarta pada Kamis (9/1/2020)

NASIONAL | 17 Januari 2020

Harun Belum Ditangkap, KPK Yakin Bisa Kembangkan Kasus Suap

Ali menyatakan, tim penyidik telah mengantongi bukti permulaan yang cukup untuk mengusut dan mengembangkan kasus ini.

NASIONAL | 17 Januari 2020

120 Tahun Khonghucu, Suhendra Ajak Pemuda Lintas Agama Bersatu

Sebagai pemersatu bangsa, kata Suhendra, pemuda telah mencontohkan dengan tercetusnya ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.

NASIONAL | 16 Januari 2020

Kasus Wahyu Setiawan, DKPP Ingatkan KPU soal Pengendalian Internal dan Tertib Administrasi

Ketua dan anggota KPU terkesan melakukan pembiaran terhadap Wahyu Setiawan untuk bertemu peserta pemilu.

NASIONAL | 17 Januari 2020

Mantan PPK Klaim Perusahaan Wawan Tidak Ikut Proyek Alkes di Tangsel

Wawan didakwa telah melakukan tindak pidana korupsi dengan mengatur proses pengusulan anggaran Dinas Kesehatan Provinsi Banten.

NASIONAL | 16 Januari 2020

Desember 2019, Kenaikan Ekspor Sektor Pertanian Paling Tinggi

Sektor pertanian menyumbang US$ 370 juta.

NASIONAL | 16 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS