Haerul, Montir Pembuat Pesawat dari Mesin Motor Ninja Kebanjiran Apresiasi
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Haerul, Montir Pembuat Pesawat dari Mesin Motor Ninja Kebanjiran Apresiasi

Selasa, 21 Januari 2020 | 10:41 WIB
Oleh : CAH

Jakarta, Beritasatu.com – Teknologi internet dimanfaatkan secara positif oleh Haerul. Pemuda asal Kelurahan Pallameang, Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan itu mendadak tenar setelah video yang menampilkan dia menerbangkan pesawat di Pantai Ujung Tape menjadi viral.

Dia membuat pesawat yang berhasil mengudara selama sekitar satu menit 25 detik hanya dengan bekal pengetahuan yang diperoleh dari internet dan saluran YouTube. Pesawat bermesin motor Kawasaki Ninja 150cc buatan Haerul melakukan satu kali putaran sebelum akhirnya mendarat kembali di tepian pantai dalam pendaratan yang berjalan kurang mulus.

"Memang terinspirasi, dari kecil ingin ciptakan pesawat," kata Haerul, yang terbang dari Makassar, Sulawesi Selatan, menuju Ibu Kota Jakarta menumpang pesawat Hercules TNI Angkatan Udara untuk memenuhi undangan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Yuyu Sutisna.

Kendati tidak tamat SD, Haerul yang berprofesi sebagai montir terus berusaha mewujudkan impiannya untuk membuat dan menerbangkan pesawat.

Dunia maya menjadi tempat dia belajar membuat perhitungan untuk membangun sayap pesawat serta tenaga yang dibutuhkan untuk menerbangkan pesawat.

Haerul menuturkan, hal yang sulit dalam proses pembangunan pesawat adalah membuat kalkulasi yang tepat mengenai kekuatan tenaga pendorong, beban pesawat, ukuran sayap, serta pembuatan kemudi dan roda pesawat.

"Memang itu yang paling sulit, hitung-hitungannya," kata dia.

Haerul mempelajari cara membuat macam-macam perhitungan berkenaan dengan pembangunan pesawat dari YouTube. "Merakit kerangka pesawatnya pun dari Youtube, bahkan belajar jadi pilot pun dari Youtube semua," katanya.

Berbekal pengetahuan dari YouTube dan modal sekitar Rp 30 juta, Haerul mengumpulkan barang-barang bekas untuk merakit pesawat terbang. Dia menggunakan aluminium untuk membuat kerangka pesawat. Setidaknya 50 kg aluminium dia gunakan untuk membangun pesawat tersebut.

Dengan bantuan dari beberapa teman, Haerul membangun pesawatnya selama dua bulan lebih. Pesawat itu punya satu baling-baling kayu, tiga roda, sayap utama, sayap tegak, dan sayap ekor.

Setelah pembangunan pesawat selesai, Haerul tiga kali melakukan pengujian. "Tes uji cobanya sempat tiga kali, terbang lalu jatuh lagi. Parah (kerusakannya), saya luka dan pesawatnya diperbaiki lagi," katanya.

Tapi Haerul tidak menyerah. Pada percobaan kelima dia berhasil mengudarakan pesawatnya sampai ketinggian 10-12 meter di atas permukaan laut. Namun pesawatnya mengalami kerusakan karena pendaratan tidak berjalan mulus.

Upaya Haerul untuk menerbangkan pesawat sudah dimulai sejak 2002, ketika dia berusaha membuat helikopter namun tidak bisa diterbangkan. Selain karena ingin naik pesawat sendiri, Haerul berupaya membangun pesawat karena terinspirasi teknokrat Profesor Baharudin Jusuf Habibie, presiden RI ketiga yang lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan.

"Beliau tetangga daerah saya," kata Haerul.

Diundang ke Istana

Ketenaran Haerul sampai ke Istana Negara. Haerul secara khusus diundang Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/1/2020). Moeldoko mengatakan bahwa dia telah memperlihatkan video mengenai desain pesawat amfibi kepada Haerul.

"Biar semakin terinspirasi untuk melakukan temuan ke depan," kata mantan Panglima TNI itu, menambahkan, pesawat amfibi bagus dikembangkan di Indonesia yang wilayahnya kepulauan.

Dia mengapresiasi keberanian dan keuletan Haerul mewujudkan cita-citanya untuk terbang dengan pesawat buatan sendiri.

"Kita tidak berbicara tentang teknologi, karena Indonesia juga sudah memiliki Dirgantara Indonesia sudah cukup maju. Tetapi yang kami lihat sekali lagi bahwa ini sesuatu yang menginspirasi semuanya," katanya.

"Saya sangat berharap anak-anak muda Indonesia untuk tidak takut melakukan sesuatu, menjadi inovator-inovator yang hebat untuk menghadapi lingkungan yang sangat kompetitif seperti saat ini," ia menambahkan.

Guna mendukung pengembangan kreativitas Haerul, Moeldoko ingin memasukkan Haerul ke dalam manajemen talenta Indonesia, institusi yang sedang disiapkan untuk membina dan mendukung warga negara Indonesia yang punya bakat dan kreativitas.

"Jangan biarkan mereka berjalan sendirian, yang pada akhirnya nanti diambil orang luar, kita hanya menyesal dan seterusnya. Ini kira-kira upaya menuju ke sana setelah tersusun dengan baik," kata Moeldoko terkait manajemen talenta Indonesia.

Apresiasi kepada Haerul pun datang dari TNI Angkatan Udara. Menurut Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsma TNI Fajar Adriyanto, TNI Angkatan Udara berencana memasukkan Haerul ke PB Federasi Aero Sport Indonesia (FASI).

Fajar, yang telah melihat video penerbangan perdana pesawat Haerul, menilai haerul memiliki keberanian dan tekad untuk menerbangkan pesawat tapi masih bingung ketika hendak mendaratkan pesawat.

"Kan ada teorinya untuk mendarat seperti menghadap angin dan sebagainya. Tapi Haerul tidak. Karena keberanian dan tekadnya ingin terbang, jadi pesawat itu tanpa instrumen altimeter, tanpa pengukur kecepatan, dia terbang," kata Fajar.

Dengan bergabung bersama FASI, Fajar berharap Haerul bisa terbang sesuai standar keselamatan dan regulasi yang berlaku.

Fajar, mantan penerbang tempur F-16 berjuluk "Red Wolf", menilai keberhasilan Haerul membuat pesawat terbang menjadi salah satu bukti manfaat positif media sosial untuk mengembangkan kreativitas.

Internet dan saluran YouTube setidaknya membukakan jalan bagi orang-orang seperti Haerul, yang punya impian untuk mengikuti jejak Mr Crack, Profesor Bacharuddin Jusuf Habibie.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Eks Kadinkes Tangsel Disebut Terima Setoran Terkait Proyek Pengadaan

Eks Kadinkes Tangsel, Dadang yang juga dihadirkan sebagai saksi membenarkan adanya jatah 4 persen dan pengambilan uang oleh anak buahnya itu.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Ngabalin dan Rokhmin Dahuri Masuk 13 Tokoh Penasihat Menteri KKP

Pengangkatan penasihat menteri dan komisi pemangku kepentingan dilakukan agar langkah KKP membangun sektor kelautan dan perikanan tidak salah arah.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Tim Gabungan Operasi Udara Cari Kapal Panji Saputra

TNI AL turut mengerahkan pesawat CN 235 TNI AL dari Koarmada III Sorong yang target utama pencarian seputar wilayah tenggara Pulau Ambon.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Billy Mambrasar Menginspirasi Komunitas Earth Hour di Yogyakarta

Generasi muda Indonesia ke depan harus lebih mawas dan ikut berkontribusi dalam peningkatan angka target indikator SDGs.

NASIONAL | 20 Januari 2020

Harun Masiku Ditetapkan Jadi DPO KPK

Firli kembali mengimbau Harun untuk menyerahkan diri.

NASIONAL | 20 Januari 2020

PKB Rekomendasikan Machfud Arifin di Pilwalkot Surabaya

Musyafak Rouf membenarkan, pihaknya menyerahkan kepada Bacawali Surabaya untuk memilih bakal calon wakilnya sendiri.

NASIONAL | 20 Januari 2020

Jokowi Siapkan Puncak Waringin Jadi Creative Hub

Menurut Presiden Jokowi melalui creative hub nantinya para pengusaha UMKM akan diberikan sejumlah pelatihan.

NASIONAL | 20 Januari 2020

Matakin Akan Selenggarakan Puncak Perayaan Imlek Nasional

Peringatan Imlek Nasional ini rencananya dihadiri Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin, serta sejumlah menteri.

NASIONAL | 20 Januari 2020

Pingkan Mambo Mengaku Hanya Menyanyi di Acara MeMiles

“Saya memang sudah pernah ditawari jadi member, tapi, saya enggak pernah mau. Saya harus pinter-pinter kalau ikut bisnis,” kata Pingkan.

NASIONAL | 20 Januari 2020

KSPI Desak DPR Tak Sahkan Omnibu Law Cipta Lapangan Kerja

KSPI keberatan sejumlah poin dalam RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja di antaranya penghapusan sistem upah minimum diganti upah berdasarkan jam kerja.

NASIONAL | 20 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS