Kasus Korupsi di Kemag, KPK Periksa Eks Pejabat Telkom dan Fahd A. Rafiq
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Kasus Korupsi di Kemag, KPK Periksa Eks Pejabat Telkom dan Fahd A. Rafiq

Rabu, 22 Januari 2020 | 11:50 WIB
Oleh : Fana Suparman / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa mantan Account Representative Business Service Regional I - Divisi Business Service PT Telekomunikasi Indonesia (PT Telkom), Deni Handoko, hari ini Rabu (22/1/2020). Deni bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan peralatan laboratorium komputer untuk Madrasah Tsanawiyah dan pengadaan pengembangan sistem komunikasi dan media pembelajaran terintegrasi untuk jenjang Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah pada Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Agama (Ditjen Pendis Kemag) tahun 2011.

Pemeriksaan terhadap Deni dilakukan tim penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Undang Sumantri selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di lingkungan Ditjen Pendis Kemag.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka USM (Undang Sumantri)," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi.

Tak hanya Deni Handoko, dalam mengusut kasus ini, tim penyidik juga menjadwalkan memeriksa mantan Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Fahd El Fouz A Rafiq. Seperti halnya Deni, Fahd yang merupakan mantan narapidana korupsi di Kementerian Agama juga diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Undang Sumantri.

Diketahui, KPK menetapkan Undang sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan peralatan laboratorium komputer untuk Madrasah Tsanawiyah dan pengadaan pengembangan sistem komunikasi dan media pembelajaran terintegrasi untuk jenjang Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah pada Ditjen Pendis Kemag tahun 2011. Penetapan tersangka terhadap Undang merupakan pengembangan perkara korupsi yang menjerat anggota Badan Anggaran DPR dari Fraksi Golkar periode 2009-2014 Dzulkarnaen Djabar, anaknya Dendy Prasetia serta Fahd El Fouz A Rafiq.

Kasus ini bermula saat terdapat alokasi anggaran dengan total Rp114 miliar di Ditjen Pendis Kemag. Dari total anggaran itu, untuk pengadaan peralatan laboratorium komputer Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebesar Rp40 miliar; pengembangan Sistem Komunikasi dan media pembelajaran terintegrasi pada jenjang MTs sebesar Rp23,25 miliar; pengembangan sistem komunikasi dan media pembelajaran Terintegrasi pada Jenjang Madrasah Aliyah (MA) sebesar Rp50,75 miliar. Undang selaku PPK di Ditjen Pendis Kemag mendapat arahan dalam menentukan pemenang paket-paket pengadaan pada Ditjen Pendis tersebut.

Pada Oktober 2011, Undang selaku PPK menandatangani dokumen Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Spesifikasi Teknis Laboratorium Komputer MTs yang diduga diberikan oleh PT. CGM yang ditawarkan paket pekerjaan tersebut. Namun, setelah lelang diumumkan, PT CGM justru menghubungi rekanannya dan meminjam perusahaan untuk mengikuti lelang dengan kesepakatan 'biaya peminjaman' perusahaan.

Pada November 2011, diduga terjadi pertemuan untuk menentukan pemenang dan segera mengumumkan PT. BKM sebagai pemenang. Atas pengumuman tersebut, perusahaan-perusahaan lain yang menjadi peserta lelang tersebut menyampaikan sanggahan.

Sebagai PPK, Undang mengetahui adanya sanggahan tersebut, namun setelah bertemu dengan pihak pemenang lelang, Undang langsung menandatangani kontrak bersama PT BKM. Pada Desember 2011 dilakukan pembayaran atas Peralatan Laboratorium Komputer MTs tahun anggaran 2011 sejumlah Rp 27,9 miliar. Dari dugaan korupsi ini, keuangan negara ditaksir menderita kerugian setidaknya Rp 12 miliar.

Sementara terkait pengadaan pengembangan sistem komunikasi dan media pembelajaran terintegrasi MTs dan MA, pada Agustus 2011, pihak Kementerian Agama melalui salah satu pejabatnya menyetujui konsep sistem komunikasi dan media pembelajaran terintegrasi untuk Madrasah yang dipresentasikan oleh PT. Telkom.

Selanjutnya, PT Telkom diminta menyusun spesifikasi teknis dan harga perkiraan sesuai dengan konsep yang telah dibahas tersebut untuk persiapan lelang. Selama Oktober 2011 diduga telah terjadi pertemuan-pertemuan antara beberapa pihak untuk menentukan pemenang dalam Pengadaan Pengembangan Sistem Komunikasi dan Media Pembelajaran Terintegrasi MTs dan MA.

Saat pengadaan diduga terdapat permintaan agar proyek “dijaga” untuk menentukan pemenang lelang. Undang selaku PPK menetapkan dan menandatangani dokumen Harga Perkiraan Sendiri (HPS) untuk kedua proyek tersebut. Nilai HPS diduga disesuaikan dengan nilai penawaran yang sudah dapat memfasilitasi jatah untuk pihak 'Senayan' dan pihak Kemag saat itu. Pada 17 November 2011 Tim ULP mengumumkan pemenangnya yaitu PT Telkom dan pembayaran total Rp56,6 miliar untuk kedua proyek tersebut pada Desember 2011. Dugaan kerugian keuangan negara terkait pengadaan tersebut setidaknya adalah Rp 4 miliar.

Tak hanya itu, KPK juga mengidentifikasi dugaan aliran dana pada sejumlah politisi dan penyelenggara negara terkait dengan perkara ini total setidaknya Rp10,2 miliar. Sebesar Rp5,04 miliar terkait pengadaan peralatan laboratorium komputer untuk Madrasah Tsanawiyah. Sementara sebesar Rp5,2 miliar dalam pengadaan pengembangan sistem komunikasi dan media pembelajaran terintegrasi Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Ombudsman Amati Jiwasraya Sejak 2004

Pengamatan setidaknya dilakukan ORI sejak 2004 hingga 2018.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Pengawasan Pelayaran di Labuan Bajo Diperketat

Kepala UPP Kelas II Labuan Bajo, Simon Baun menyayangkan masih ada kapal wisata yang beroperasi di Labuan Bajo tanpa mengantongi persetujuan berlayar.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Menhub Tekankan Keselamatan Pelayaran Harus Ditingkatkan

Menhub Budi mengimbau seluruh masyarakat yang akan menggunakan kapal untuk turut serta waspada, memperhatikan kondisi kapal dan cuaca terlebih dahulu.

NASIONAL | 22 Januari 2020

KPK Cecar Pengacara PDIP soal Aliran Suap ke Wahyu Setiawan

"Kami fokus adanya pemberian uang barang bukti yang ada, jumlahnya Rp 400 juta dan bentuknya dolar Singapura," kata Ali Fikri.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Kemampuan Berbahasa Inggris Siswa di NTT Masih Pemula

Siswa yang tergolong ke dalam kategori high intermediate masih tergolong sangat rendah.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Petrokimia Gresik Gandeng Kemperin Buka Program Vokasi

Program ini merupakan kontribusi nyata Petrokimia Gresik dalam mendukung pemerintah untuk menciptakan SDM unggul.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Indonesia Ingin Lakukan Patroli Bersama di Filipina Selatan

"Mungkin ada operasi bersama, mungkin patroli bersama. Ada penyergapan bersama bisa macam-macam lah itu," kata Menko Polhukam Mahfud MD.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Diburu Polisi Hingga ke Gowa, Harun Masiku Tak Ditemukan

Harun Masiku tidak ditemukan di rumah pribadinya yang berada di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Angkasa Pura Logistik Kerja Sama dengan Pelita Air Service

Pesawat ini akan digunakan untuk mengangkut kargo dengan rute Jakarta-Balikpapan (PP) dan Jakarta-Makassar (PP) pada tahun ini.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Modus Baru, Sabu-sabu 70 Kg Ditumpuk Ikan Asin

Sabu-sabu seberat 70 kg disembunyikan dalam tumpukan ikan asin dan kopi.

NASIONAL | 21 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS