Ketua KPK: Korupsi Bisa Terjadi karena Kesalahan Sistem
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

Ketua KPK: Korupsi Bisa Terjadi karena Kesalahan Sistem

Senin, 24 Februari 2020 | 17:01 WIB
Oleh : Roberth Wardhy / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua KPK Firli Bahuri mengemukakan salah satu penyebab terjadinya korupsi adalah sistem yang salah. Ada banyak pihak terjerat kasus korupsi karena desain sistem pemerintahan yang salah tersebut.

"Korupsi bisa terjadi karena sistem. Bisa saja sistemnya yang lemah, gagal, atau buruk. Disitulah peran kepala dareah, memperbaiki sistem yang buruk itu. Mari sama-sama benahi sistem agar terhindar dari perbuatan korupsi," kata Firli dalam seminar nasional bertema Penegakan Hukum Dalam Kerangka Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dan Percepatan Pembangunan Daerah di gedung DPD, kompleks parlemen, Jakarta, Senin (24/2).

Ia tidak menyebut contoh sistem yang salah yang bisa melahirkan praktik korupsi. Dia hanya tegaskan KPK bisa saja menangkap tiap hari para pelaku korupsi. Namun KPK tidak melakukan itu karena perbuatan korupsi tidak melulu ambil uang negara akibat rakus, tetapi juga bisa terjadi karena kesalahan sistem.

Dengan kenyataan itu, lanjut Firli, pemberantasan korupsi tidak dilakukan sistem "bumi-hangus". Langkah awal dalam pemberantasan korupsi adalah tindakan pencegahan. Dalam tahap ini, siapa saja dingatkan untuk tidak melakukan perbuatan korupsi. Semua penegak hukum, termasuk KPK wajib melakukan tindakan tersebut agar uang negara tidak banyak yang hilang.

"Kita ingatkan dulu bahwa yang disebut korupsi yang begini-begini. Jangan tunggu orang bertindak, baru bekerja" ujarnya.

Dia tegaskan jika tetap melanggar maka langkah lanjutan berupa penindakan dilakukan. Penindakan untuk memberi efek jera dan memberi kepastian hukum.

Dia mengajak seluruh lapisan masyarakat agar menghidari praktik korupsi. Pasalnya, salah satu indikasi negara gagal adalah ketika praktik korupsi tidak surut.

"Salah satu indikasi negara gagal kalau korupsi terus dilakukan. Sudah ada pencegahan dan tidak tetapi tetap tidak berubah. KPK akan terus lakukan tindakan pemberantasan korupsi," tutup Firli.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Umumkan Penghentian 36 Penyelidikan, Firli Bahuri: Tanda Cinta ke KPK

Ketua KPK, Firli Bahuri mengatakan, kritikan dari sejumlah pihak menjadi masukan dan bahan evaluasi bagi lembaga yang dipimpinnya

NASIONAL | 24 Februari 2020

Kejaksaan Agung Buka Rekening yang Diblokir

Jaksa Agung sedang membuka rekening di beberapa bank yang terblokir.

NASIONAL | 24 Februari 2020

Wapres Dukung Kemitraan BPPT dengan Industri

Wapres berharap kemitraan tersebut memunculkan inovasi untuk mendorong perekonomian bangsa.

NASIONAL | 24 Februari 2020

Wapres: Iptek Tolok Ukur Kemajuan Bangsa

Menurut Wapres, revolusi industri 4.0 menuntut adanya penggunaan iptek dalam kehidupan sehari-hari.

NASIONAL | 24 Februari 2020

Hamil di Kolam Renang Jadi Berita Terpopuler Media Inggris

Berita ini mengalahkan kabar rapat rahasia kerajaan Inggris untuk mempersiapkan Pangeran William sebagai putra mahkota.

NASIONAL | 24 Februari 2020

Kejagung Bentuk Satgas Investasi Berantas Jaksa Nakal

Satgas investasi ini penting untuk memastikan internal Kejaksaan Agung telah bersih dari oknum nakal.

NASIONAL | 24 Februari 2020

Penipu Putri Arab Setengah Triliun Selalu Berpindah Hotel

Dalam kasus penipuan dan penggelapan terhadap Putri Arab, polisi menetapkan dua tersangka yakni EMC dan anaknya EAH.

NASIONAL | 24 Februari 2020

Ini Alasan Pemerintah Evakuasi Terlebih Dahulu 188 WNI ABK Kapal World Dream

Evakuasi 188 WNI ABK Kapal World Dream menggunakan KRI Dr Soeharso supaya bisa langsung dibawa ke Pulau Sebaru tanpa melalui daratan.

NASIONAL | 24 Februari 2020

Evakuasi 74 WNI di Kapal Diamond Princess, Pemerintah Masih Negosiasi dengan Jepang

Pemerintah harus menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian, apalagi saat ini, 74 WNI tersebut berada di atas kapal yang menjadi pusat episentrum virus korona.

NASIONAL | 24 Februari 2020

Jhonlin Ride Sukses Digelar

Sebanyak 6.500 peserta mengikuti ajang yang menyediakan hadiah Rp 500 juta ini.

NASIONAL | 24 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS