KSPSI Apresiasi Penundaan Pembahasan RUU Cipta Kerja
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

KSPSI Apresiasi Penundaan Pembahasan RUU Cipta Kerja

Jumat, 24 April 2020 | 18:36 WIB
Oleh : Thresa Sandra Desfika / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menunda pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja.

Andi Gani menjelaskan, proses perjalanan RUU Omnibus Law Cipta Kerja ini begitu panjang dan melelahkan. Keputusan Presiden Jokowi, menurut Andi, sangat mendengar apa yang menjadi keinginan buruh Indonesia.

"Saya sangat terharu dengan keputusan ini. Dari awal saya sudah yakin bahwa Presiden Jokowi mendengarkan suara buruh. Bukan karena tekanan tapi benar-benar mendengarkan suara buruh," katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (24/4/2020).

Sebenarnya, kata Andi Gani, saat diundang datang ke Istana Negara pada Rabu (22/4) lalu bersama Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dan Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban, sudah disampaikan bahwa Presiden Jokowi mendengar dan merespon dengan sangat baik suara buruh. Namun, dirinya tidak bisa mengungkapkan kepada publik sebelum Presiden Jokowi sendiri yang memutuskan.

Adapun KSPSI, KSPI, dan KSBSI tergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) yang semula berencana mengadakan demo penolakan atas pembahasan RUU Omnibus Ciptaker. Namun, kata Andi Gani, dengan adanya keputusan Presiden Jokowi untuk menunda pembahasan RUU Omnibus Law Ciptaker, khususnya yang terkait klaster ketenagakerjaan, maka MPBI memutuskan untuk membatalkan rencana aksi besar-besaran di seluruh Indonesia.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo menyatakan menunda pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Jokowi telah menyampaikan kepada DPR untuk menunda pembahasan tersebut.

"Kemarin pemerintah telah menyampaikan kepada DPR dan saya juga mendengar Ketua DPR sudah menyampaikan kepada masyarakat bahwa klaster ketenagakerjaan dalam RUU Cipta Kerja ini pembahasannya ditunda, sesuai dengan keinginan pemerintah," ujar Jokowi melalui keterangan tertulis, Jumat (24/4/2020).



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Terduga Teroris di Surabaya Terpapar Terorisme di Dalam Lapas

AH adalah jaringan dari Jamaah Ansharu Daulah (JAD) Jawa Timur yang terpapar dan tertular paham terorisme ketika dia menjalani hukuman di Lapas Madura.

NASIONAL | 24 April 2020

Peradi Beri Donasi untuk Tim Medis Penanganan Covid-19

Juniver Girsang menjelaskan, bantuan itu dikumpulkan secara gotong royong oleh para advokat anggota Peradi di seluruh Indonesia.

NASIONAL | 24 April 2020

Polisi: Masih Banyak Masyarakat yang Mudik

Selama enam jam pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya, tercatat sudah ribuan kendaraan yang diminta putar balik karena melanggar aturan larangan mudik di jalan tol.

NASIONAL | 24 April 2020

Tradisi Megengan Jelang Ramadan di Surabaya

Dalam Megengan, antartetangga akan saling mengirim kue apam.

NASIONAL | 24 April 2020

KLHK Tetapkan Peta Indikatif Penghentian Pemberian Izin Baru 2020

Ketentuan yang dikeluarkan untuk melaksanakan Instruksi Presiden RI Nomor 5 Tahun 2019.

NASIONAL | 24 April 2020

Hari Pertama Larangan Mudik, Pelabuhan Merak Lengang

Hari pertama pemberlakuan larangan mudik oleh pemerintah, situasi di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Jumat (24/4/2020) tampak lengang dan sepi.

NASIONAL | 24 April 2020

Tangani Pasien Covid-19, Dua Rumah Sakit di Bengkulu Kekurangan Ventilator

RSUD Yunus dan RSU Arga Makmur, Bengkulu Utara membutuhkan tambahan ventilator atau alat bantu pernapasan untuk mengantisipasi meningkatnya pasien Covid-19.

NASIONAL | 24 April 2020

Pemerintah Mulai Kendalikan Transportasi di Tol Selama Masa Mudik

Kepolisian dan Kemhub mulai memberlakukan pengendalian transportasi selama masa mudik Lebaran di sejumlah titik jalan tol sejak Jumat (24/4/2020).

NASIONAL | 24 April 2020

Hukuman Rommy PPP Dikurangi PT DKI, KPK Bersiap Ajukan Kasasi

KPK sedang mempertimbangkan untuk mengajukan Kasasi atas putusan banding PT DKI yang memotong hukumannya menjadi hanya satu tahun pidana penjara.

NASIONAL | 24 April 2020

Larangan Mudik, 1.300 Mobil Terjaring di Perbatasan

Polri menyatakan sekat yang diberlakukan dalam larangan mudik untuk menekan penyebaran Covid-19 di seputar Jakarta, Bekasi, dan Tangerang berjalan efektif.

NASIONAL | 24 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS