Mendagri: Jangan Saling Menyalahkan Hadapi Covid-19
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Mendagri: Jangan Saling Menyalahkan Hadapi Covid-19

Selasa, 19 Mei 2020 | 22:07 WIB
Oleh : Roberth Wardhy / CAH

Bogor, Beritasatu.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta semua pihak, khususnya pemerintah daerah (Pemda) agar dalam perang melawan penyebaran Covid-19, harus bersatu dan saling mendukung bukan saling menyalahkan dan menghujat.

"Semuanya, baik itu Pemerintah Pusat dan daerah, saling belajar dari pengalaman negara lain. Apa kelebihan yang bisa diambil dan kekurangan yang bisa dipelajari," kata Tito saat memberi arahan dalam pertemuannya dengan Bupati Bogor, Ade Yasin dan Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto di Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/5/2020).

Ia menjelaskan Covid 19 adalah wabah terluas di dunia dan wabah terluas di Indonesia. Wabah ini sesuatu yang baru bagi dunia, termasuk Indonesia. Karena itu, tidak ada negara yang betul-betul siap menghadapinya.

Menurutnya, semua negara yang terjangkit Covid-19, saling belajar. Bahkan negara yang paling jago seperti Amerika Serikat, atau Italia, Spanyol, Inggris, Jerman dan Perancis di daratan Eropa juga jadi korban. Tidak hanya itu, korban yang terjangkit Covid-19 atau yang meninggal di negara-negara tersebut jauh lebih banyak daripada Indonesia.

"Kita belajar dari semua negara, belajar satu sama lain dari keberhasilan dan juga dari kegagalan. Karena semua mencari format," jelas Tito.

Dia menyebut wabah virus corona terluas dalam sejarah Indonesia modern semenjak 1945. Karena itu, semua provinsi saling belajar satu sama lain.

"Jadi saya pikir kita tidak perlu saling menyalahkan satu sama lain. Tapi kita belajar dari negara lain, kita belajar dari daerah lain, belajar dari keberhasilan mereka, dan belajar dari kekurangberhasilannya mereka, kok bisa naik terus? Ada apa? Kok yang itu bisa turun, kenapa? Kok Bali bisa turun," tutur Tito.

Dia mengingatkan krisis kesehatan akibat Covid-19 bisa mengarah kepada krisis multidimensi. Dari krisis kesehatan bisa menjadi krisis kemanusiaaan karena banyak yang meninggal. Kemudian juga berdampak kepada krisis keuangan.

"Kita tahu karena pembatasan-pembatasan yang terjadi, hotel- hotel, pariwisata banyak yang. Pabrik-pabrik tutup. Semua kegiatan melamban. Ini memberikan pukulan semua negara. Pertumbuhan ekonomi semua jatuh, semua. Bahkan sudah ada yang minus, kita masih 2 koma sekian per hari ini," ungkap Tito.

Dia menambahkan sektor keuangan mengalami pukulan berat. Pemerintah pusat, keuangannya terpukul, karena pendapatan negara berkurang drastis. Pendapatan lebih kecil, sementara belanja besar. Maka defisit tak bisa dihindari.

"Nah di pusat yang terjadi dengan adanya krisis ini pendapatan jelas berkurang. Pendapatan kita nomor satu dari sawit, nomor 2 dari pariwisata , tiga dari batubara, baru yang lain-lain. Ini semua jatuh, itu diperkirakan hampir Rp 400 triliun dari asumsi yang diharapkan awal tahun, dan ini berpengaruh," tutup Tito.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

MK Tolak Permohonan Honorer Dapat Diangkat Jadi ASN

Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams mengatakan UU ASN mengakomodasi hak para tenaga honorer yang saat ini masih ada.

NASIONAL | 19 Mei 2020

Kepastian Ibadah Haji Masih Tunggu Keputusan Pemerintah Arab Saudi

Pemerintah memberikan batas waktu sampai 1 Juni soal kepastian ibadah haji 2020.

NASIONAL | 19 Mei 2020

Mahasiswa Indonesia Juarai Kompetisi ICAEW 2020

Kemenangan yang diraih tim Sixpact menempatkan Indonesia sebagai juara Grand Final ICAEW selama tiga tahun berturut turut.

NASIONAL | 19 Mei 2020

Lagi, 3 Warga Kulonprogo Kembalikan BLT

Mustaqim berharap, penyaluran bantuan bisa segera diperbaiki agar tepat sasaran. Pemerintah harus lebih jeli dalam menyeleksi nama yang diajukan perangkat desa.

NASIONAL | 19 Mei 2020

Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Jatim Tembus 2.372 Orang

Jumlah pasien baru positif virus di Jatim hingga Selasa sebanyak 2.372 orang.

NASIONAL | 19 Mei 2020

Besok, Jokowi Lantik Kasal dan Kasau yang Baru

Pelantikan Kasal dan Kasau yang baru akan dilakukan di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (20/5/2020) pukul 09.00 WIB.

NASIONAL | 19 Mei 2020

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Pangandaran, BPBD: Alhamdulillah Aman

BPBD Kabupaten Pangandaran menyampaikan gempa tersebut tidak mengakibatkan kerusakan bangunan rumah penduduk maupun fasilitas umum lainnya.

NASIONAL | 19 Mei 2020

KPK Pastikan Awasi Titik Rawan Korupsi dalam Penyelenggaraan Bansos Covid-19

KPK memastikan mengawasi penanganan pandemi virus corona (Covid-19), termasuk dalam penyelenggaraan bantuan sosial.

NASIONAL | 19 Mei 2020

Resmi Dibuka, SBMPN Tahun Ini Tidak Terapkan Tes Tulis

Seleksi Bersama Masuk Politeknik Negeri (SBMPN) 2020 telah resmi dibuka. Proses seleksi akan dilakukan secara daring melalui sistem seleksi portofolio.

NASIONAL | 19 Mei 2020

Cegah Bansos Disunat, Jokowi Minta Bhabinkamtibmas dan Babinsa Dilibatkan

Nantinya, Bhabinkamtibmas dan Babinsa akan memiliki peran mengawal penyaluran bansos yakni melakukan verifikasi data dan sinkronisasi data.

NASIONAL | 19 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS