Ganjar Harap Kagama Berikan Rekomendasi Penyelamatan Ekonomi Rakyat
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Ganjar Harap Kagama Berikan Rekomendasi Penyelamatan Ekonomi Rakyat

Senin, 1 Juni 2020 | 08:20 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum PP Kagama yang juga Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menilai meskipun saat ini sedang dalam masa krisis akibat pandemi Covid-19, tetapi masih ada harapan-harapan bagi dunia bisnis. Beberapa industri disebutnya masih menggeliat. Dia berharap Kagama bisa membantu perekonomian rakyat lewat rekomendasi-rekomendasi.

Hal itu dia sampaikan dalam seminar daring Kagama Inkubasi Bisnis X, Best Practice Manajemen Krisis: Membangun Network dan Potensi Funding Untuk Melewati Masa-masa Sulit.

"Jangan sampai, di masa krisis ini, justru yang ditolong lebih dulu adalah korporasi besar. Alih-alih diikuti usaha-usaha kecil, tetapi nampaknya upaya ini tidak terlalu sukses. Saya juga berharap Kagama bisa memberikan pendampingan kepada UKM. LPM dan mahasiswa KKN bisa diarahkan ke sana," harap Ganjar.

Dia berharap di tahun 2021, ada masa transisi dari masa darurat ke pemulihan. Untuk itu, regulasi, insentif, dan eksekusi lapangan menjadi penting.

"UKM ini harus digerakkan bersama. Di samping itu, penting mendorong terciptanya entrepreneur-entrepreneur baru meskipun dalam skala kecil. Hal ini dilakukan agar urbanisasi bisa ditekan dan distribusi bisa fokus di daerah masing-masing," pungkas alumnus Fakultas Hukum UGM itu.

Menurutnya banyak regulasi bisnis yang harus disiapkan. Regulasi bisnis tersebut bersifat lebih ramah, setidaknya ada nilai-nilai pertolongan di dalamnya dengan satu risiko yang harus diambil. Sebagai Gubernur Jawa Tengah, dia menyiapkan skenario untuk menolong ekonomi masyarakat yaitu, penanganan kedaruratan, dari hari ini sampai akhir tahun (masih dalam satu tahun anggaran).

Dalam hal ini, pihaknya melakukan refocus dalam pemanfaatan APBD, agar bisa dimanfaatkan untuk kegiatan perbaikan.

"Kita bereskan soal kuratifnya, terkait dengan kesehatan, serta jaring pengaman ekonomi dan sosial", tuturnya.

Dia menerangkan, menerapkan strategi baru di bidang ekonomi harus dipersiapkan sematang mungkin. Misalnya di bidang pariwisata, pihaknya harus berhati-hati melakukan pemulihan ekonomi di masa pandemi. Sebab, bisnis pariwisata membuka potensi terjadinya kerumunan yang tidak biasa.

Menurut Ganjar, perlu dibuat model atau dilakukan simulasi lebih dulu, sebelum akhirnya menerapkan stratagi pemulihan di bidang pariwisata. Di samping itu, dalam kedaruratan ekonomi ini, pemberian insentif menjadi salah satu jalan yang bisa diupayakan. Namun, sudah pasti akan ada risiko yang harus ditanggung pemerintah untuk mengambil jalan ini.

"Dalam waktu tanggap darurat ekonomi ini, kami kemarin mencoba menginventarisasi industri yang collapes, industri yang bertahan dengan kemampuan seadanya, atau industri yang kokoh, serta melihat kekuatan UMKM," ujarnya.

Untuk itu pihaknya telah menerapkan program "Jogo Tonggo", yang fungsinya untuk menginventarisasi sektor ekonomi yang berkembang di lapangan. Setelah dilakukan inventarisasi, Ganjar menemukan empat klaster yakni, industri besar, UKM, pertanian/perkebunan/perikanan, serta pariwisata.

"Dari sekian klaster ini, ternyata yang bisa kita eksekusi langsung adalah UKM. Maka dari itu kami gelontorkan dana dari pemerintah agar mereka bisa bangkit kembali," ujar Ganjar.

Stimulus pertama yang dilakukan adalah mendorong UKM untuk memproduksi masker dengan dana tersebut. Berkat kegiatan ini, ibu-ibu dan penyandang disabilitas bisa berdaya. Ada pun stimulus berikutnya yaitu, penyaluran bantuan bahan baku bagi industri yang memberdayakan UKM.

Di saat yang sama, Ganjar juga memberikan stimulus di bidang pemasaran. Hal ini dilakukan melalui, gerakan membeli produk teman dan gerakan membeli di warung tetangga.

"Ini jadi marketing merah putih kita. Dari forum Kagama Inkubasi Bisnis ini, diharapkan bisa melahirkan model ekonomi pertolongan di masa pandemi," ujarnya.

Dirinya juga meminta jajarannya agar dibuatkan desain APBD tahun 2021 yang berfokus pada pertolongan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Perpusnas Susun Strategi Baru Layanan di Era New Normal

Penerapan tatanan baru atau new normal mengharuskan Perpusnas untuk menyesuaikan layanan.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Masyarakat Kolaka Timur Budi Daya Sorgum

Satu hektare lahan berpotensi menghasilkan 2-3 ton sorgum dalam sekali panen.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Yunus Sani Diduga Dibunuh dan Dimutilasi Kelompok Separatis Bersenjata

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto mengatakan, kelompok separatis seakan menebar virus untuk mencabut nyawa saudaranya sendiri.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Pentolan KKB Pilia Dibekuk

Oniara Wonda yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) itu dilumpuhkan dengan timah panas pada betis sebelah kanan, karena berusaha melawan petugas.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Freeport Indonesia Buka Laboratorium Rujukan Covid-19 untuk Papua

PTFI juga membantu masyarakat dengan menggunakan mesin Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dan laboratoriumnya untuk menganalisa sampel tes swab.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Warga Kalimantan tuntut UU Minerba dibatalkan

UU itu memberi kewenangan sebesar-besarnya ke perusahaan tambang mengembangkan bisnisnya tanpa memperdulikan aspek sosial, ekonomi, bahkan keselamatan warga.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Masyarakat Bengkulu Tolak UU Minerba

"Dengan adanya UU Minerba ini kami merasa tidak ada keberpihakan pemerintah kepada kami. Lubang tambang dibiarkan, akses jalan petani dirusak, sawah dirusak."

NASIONAL | 1 Juni 2020

Disbun Kaltim: Harga TBS Turun Dampak Pandemi Covid-19

harga TBS sepanjang Mei 2020 berkisar Rp 1.230-Rp 1.390 per kilogram atau mengalami penurunan dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang Rp 1.500/kg.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Sempat Longsor, Satu Lajur di Tol Semarang-Solo Kini Dapat Dilewati

Kejadian ini diakibatkan oleh curah hujan yang cukup tinggi sehingga tebing yang berada di samping jalan tol longsor.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Guru Besar UGM: Pandemi Covid-19 Momentum Tepat Berhenti Merokok

Yayi Suryo Prabandari menyebutkan pandemi Covid-19 merupakan momentum yang tepat bagi masyarakat Indonesia, khususnya para perokok untuk berhenti merokok.

NASIONAL | 31 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS