Tersangka Kasus ABK Lompat ke Laut Jadi Tujuh Orang
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Tersangka Kasus ABK Lompat ke Laut Jadi Tujuh Orang

Minggu, 14 Juni 2020 | 17:23 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menimpa dua anak buah kapal (ABK) Fu Lu Qing Yuan Yu 901 yang terjun ke Selat Malaka di sekitar Perairan Pulau Karimata jadi tujuh.

“Total ada tujuh tersangka dengan peran berbeda-beda. Yang empat sudah ditahan Polres Jakarta Utara dan yang tiga kita tangani dan sore ini dibawah ke Polda Kepri,” kata Direskrimum Polda Kepri Kombes Arie Darmanto saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (14/6/2020).

Tersangka ketiga yang kini digelandang ke Batam itu adalah D. Dia berperan memalsukan. surat rekomendasi perusahaan.

Seperti diberitakan dua tersangka awal adalah HA dan SD. HA adalah calo paspor dan pembuat dokumen Basic Safety Training (BST) palsu atas nama korban.

HA juga memalsukan Surat Rekomendasi Perusahaan PT. Panca Ashma Tunggal untuk memudahkan pembuatan paspor bersama D.

Sedangkan SD adalah agen yang melakukan perekrutan dan pengiriman WNI dengan iming-iming gaji yang besar.

Faktanya korban dieksploitasi untuk melakukan pekerjaan kasar di kapal berbendera China itu tanpa menerima gaji selama bekerja.

Dua korban itu adalah Reynalfi (22) dan Andri Juniansyah (30). Warga Negara Indonesia (WNI) ini nekat kabur karena tak tahan dengan pola kerja di kapal berbendera Tiongkok tersebut.

Kedua WNI itu meloloskan diri dengan terjun ke laut di sekitar perairan perbatasan internasional yang masuk wilayah Provinsi Kepri pada Jumat (5/6/2020) malam sekitar pukul 20.00 WIB.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Balai Kota dan Pasar Tradisional di Semarang Jadi Klaster Baru Penularan Covid-19

Balai Kota Semarang dan beberapa pasar tradisional di ibu kota Jawa Tengah itu, menjadi klaster baru penyebaran virus "corona" (Covid-19).

NASIONAL | 14 Juni 2020

Sejumlah Objek Wisata di Bengkulu Masih Sepi Pengunjung

Sebagian warga Bengkulu masih takut datang ke tempat wisata.

NASIONAL | 14 Juni 2020

Gagalkan Peredaran 50 Kilogram Sabu Asal Malaysia, BNN Tangkap 4 Orang

BNN berhasil menangkap empat tersangka pengedar dan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu seberat 50 kilogram asal Malaysia

NASIONAL | 14 Juni 2020

Soal Pembukaan Sekolah, Kemdikbud Serahkan ke Gugus Tugas

Kemdikbud menyebut gugus tugas yang nantinya menentukan daerah mana saja yang sekolahnya bisa dibuka.

NASIONAL | 14 Juni 2020

Pariwisata di Sumut Masih Sepi

Hanya wisatawan lokal yang berkunjung ke Danau Toba. Warga yang datang hanya sekitar kawasan Toba.

NASIONAL | 14 Juni 2020

Ekspor Cengkeh dari Belawan Melesat di Tengah Covid-19

Karantina Pertanian Belawan memfasilitasi ekspor cengkeh di tengah pandemi Covid-19, sebanyak 281,7 ton dengan nilai Rp 25 miliar dengan 37 kali pengiriman.

NASIONAL | 14 Juni 2020

KPU Bengkulu Belum Pernah Usulkan Pilkada Gunakan e-Voting

"Tetap melaksanakan pilkada pola lama mencoblos dengan menerapkan protokol kesehatan."

NASIONAL | 14 Juni 2020

WMIP Dukung Masuknya Investasi Migas di Batam

Kawasan industri ini dapat menampung kapal jenis VLCC-Very Large Crude Carrier 300.000 DWT.

NASIONAL | 14 Juni 2020

Sejak 2016, Baru Satu Pelapor Terima Hadiah Premi dari KPK

Ada sejumlah kendala yang membuat tidak semua pelapor korupsi mendapat premi setelah laporannya diproses hingga berkekuatan hukum tetap.

NASIONAL | 14 Juni 2020

Komjak Belum Terima Laporan Terkait JPU Perkara Novel

Seyogyanya tuntutan pidana itu dapat lebih merefleksikan rasa keadilan di tengah-tengah masyarakat. KKRI akan mencermati dan mempelajari dengan baik kasus ini.

NASIONAL | 14 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS