Jumlah Orang Miskin dan Pengangguran Diprediksi Melonjak Akibat Pandemi Covid-19
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Jumlah Orang Miskin dan Pengangguran Diprediksi Melonjak Akibat Pandemi Covid-19

Jumat, 26 Juni 2020 | 15:46 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com – Tren pembangunan di Indonesia yang menunjukkan perkembangan positif harus terguncang akibat dampak pandemi Covid-19. Hal tersebut diungkapkan oleh Shinta Kamdani, Presiden Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) dalam sesi Plenary Webinar yang diadakan oleh IBSCD didukung oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kadin, dan bekerjasama dengan Grup APRIL.

Mengutip proyeksi pemerintah yang pernah disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Shinta menyebutkan bahwa Covid-19 dapat memutarbalikkan tren penurunan angka kemiskinan dalam 9 tahun terakhir. Jumlah orang miskin baru diprediksi naik melonjak antara 1,1- 3,78 juta dalam skenario berat dan lebih berat.

“Sementara itu, jumlah pengangguran baru diprediksi dapat mencapai 2,9-5,2 juta dalam skenario berat dan lebih berat. Fakta di lapangan ditemukan PHK terus terjadi dan makin banyak pekerja dirumahkan tanpa upah, serta pekerja informal yang sulit bekerja karena dampak Covid-19,” kata Shinta

Senada dengan Shinta, dalam webinar bertema “Mencapai Target SDG di Era New Normal” tersebut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 memang memengaruhi pencapaian agenda Sustainable Development Goals (SDGs), terutama untuk menghapus kemiskinan. Saat
ini penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan mencapai 10,86 persen, sementara penduduk miskin dan rentan 30,77 persen.

“Sasaran pembangunan nasional tahun 2021, pertama adalah penurunan tingkat kemiskinan. Dengan reformasi perlindungan sosial, tingkat kemiskinan tahun 2021 ditargetkan menjadi 9,2- 9,7 persen. Penurunan tingkat pengangguran menjadi target pembangunan kedua, 7,7-9,1 persen,” jelas Suharso.

Untuk mencapai target-target tersebut, fokus pemulihan ekonomi pemerintah adalah pemulihan industri, pariwisata dan investasi, termasuk penguatan sistem ketahanan pangan; reformasi sistem kesehatan nasional; reformasi sistem perlindungan sosial; reformasi sistem penanggulangan bencana; dan reformasi pendidikan.

Suharso juga mengatakan bahwa kolaborasi adalah kunci pencapaian target tersebut. Pemerintah jelas tidak dapat bekerja sendirian namun memerlukan kolaborasi yang intensif antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan terkait. Untuk itu, berbagai langkah bersama bisa dilakukan untuk mengatasi dampak pandemi
dalam agenda aksi kolektif sektor bisnis untuk mendukung pencapaian SDGs.

Terkait dengan inisiatif dunia bisnis dalam mendukung pencapaian SDGs, Chairman IBSCD Sihol Aritonang mengungkapkan bahwa meskipun terdampak pandemi, mayoritas industri tidak mengubah pandangannya terhadap SDGs. Sebanyak 81,8 persen responden dari survei yang dilakukan IBCSD menyatakan bahwa perusahaan akan tetap melakukan berbagai usaha dan bekerja sesuai target SDGs yang sudah ditentukan sebagai fokus bahkan sebelum pandemi terjadi.

Sihol mencontohkan komitmen dari Grup APRIL, produsen pulp dan kertas berorientasi ekspor, yang terus berupaya menyelaraskan kegiatan operasional dengan implementasi SDGs. Saat ini, perusahaan yang berlokasi di Pangkalan Kerinci, Provinsi Riau tersebut telah berhasil menetapkan framework dengan menciptakan indikator yang dapat mengukur dampak kegiatan terhadap SDGs di level target.

Proses ini merupakan tahapan selanjutnya yang dilakukan Grup APRIL setelah menetapkan tujuh prioritas SDGs bekerjasama dengan Pricewaterhouse Coopers (PwC).

“Tahun 2020 merupakan decade of action bagi multi stakeholder dalam mengimplementasikan SDGs. Dunia bisnis dituntut untuk dapat beradaptasi dengan situasi new normal dengan tetap berkontribusi pada pencapaian target-target SDGs pada 2030 nanti,” ujar Sihol.

Selain ketiga pembicara tersebut, webinar kali ini juga diisi oleh Ketua IPB SDG Network Bayu Krisnamurthi, Deputy CEO PT Vale Indonesia Febriany Edy, serta Manufacturing Director PT Solusi Bangun Indonesia Lilik Unggul Raharjo. UNDP Indonesia Resident Representative, Christophe Bahuet juga hadir sebagai penanggap, bersama dengan perwakilan generasi muda
melalui Youth in Sustainability.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPU Sumut Antisipasi Penurunan Partisipasi Pemilih di Pilkada

Ada 23 daerah di Sumut yang melaksanakan pilkada serentak.

NASIONAL | 26 Juni 2020

Percepat Pemutusan Penularan Covid-19, Jambi Dirikan Rumah Isolasi Mandiri

Rumah isolasi mandiri Covid-19 Jambi tersebut menyediakan 25 kamar, dan 50 unit tempat tidur.

NASIONAL | 26 Juni 2020

Wapres: Penanganan Narkoba Harus Jamin Hak Warga

Narkotika merupakan kejahatan lintas negara dan kejahatan luar biasa.

NASIONAL | 26 Juni 2020

Di Sumut, Ada 6 Kabupaten/Kota Masih Zona Hijau Covid-19

Penyebaran dan penularan virus semakin meningkat karena masyarakat masih mengabaikan protokol kesehatan.

NASIONAL | 26 Juni 2020

Korupsi Proyek Fiktif, KPK Periksa Petinggi Cucu Usaha Waskita

Selain Tri, dalam mengusut kasus ini, tim penyidik juga menjadwalkan memeriksa sejumlah saksi lainnya.

NASIONAL | 26 Juni 2020

Konsumsi Narkotika Meningkat Saat Pandemi Covid-19

Jika pada era sebelum pandemi Covid-19 peredaran narkotika lewat laut sekitar 80%, maka saat ini hampir 100% lewat laut.

NASIONAL | 26 Juni 2020

Sambut New Normal, Kapolri Cabut Maklumat Covid-19

Alasan pencabutan maklumat Covid-19 adalah dalam upaya mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia terkait dengan menjelang penerapan new normal.

NASIONAL | 26 Juni 2020

Wapres: Narkotika dan Covid-19 Adalah Musuh Bersama

"Saat ini kita dihadapkan pada musuh bersama, yang harus dihindari adalah Covid-19 dan narkotika. Keduanya merupakan ancaman serius, dampaknya multidimensi,”.

NASIONAL | 26 Juni 2020

Kepala BNN: Kejahatan Narkoba Ancaman Kemanusiaan yang Harus Diperangi Bersama

Pada 2019, BNN berhasil mengungkap 55 kasus dengan jumlah tersangka 59 orang.

NASIONAL | 26 Juni 2020

Wapres: Generasi Milenial Rawan Terpapar Narkoba

Penegakan hukum harus dilakukan secara konsisten sebab Indonesia akan memasuki gerbang bonus demografi.

NASIONAL | 26 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS