Indonesia Tolak Rekomendasi WHO soal Legalisasi Ganja
INDEX

BISNIS-27 431.53 (3.3)   |   COMPOSITE 4906.55 (23.32)   |   DBX 934.495 (0.17)   |   I-GRADE 129.531 (0.89)   |   IDX30 408.573 (2.68)   |   IDX80 107.231 (0.62)   |   IDXBUMN20 271.434 (0.91)   |   IDXG30 114.42 (0.71)   |   IDXHIDIV20 364.598 (2.32)   |   IDXQ30 119.596 (0.79)   |   IDXSMC-COM 210.435 (0.47)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (1.13)   |   IDXV30 101.606 (0.73)   |   INFOBANK15 772.076 (7.67)   |   Investor33 357.854 (2.91)   |   ISSI 144.258 (0.4)   |   JII 521.112 (2.59)   |   JII70 177.199 (0.72)   |   KOMPAS100 960.444 (6.64)   |   LQ45 749.999 (4.66)   |   MBX 1355.95 (7.37)   |   MNC36 267.764 (1.9)   |   PEFINDO25 261.843 (-0.09)   |   SMInfra18 232.762 (0.72)   |   SRI-KEHATI 301.662 (2.59)   |  

Indonesia Tolak Rekomendasi WHO soal Legalisasi Ganja

Sabtu, 27 Juni 2020 | 14:58 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / CAH

Jakarta, Beritasatu.com — Indonesia tegas menyatakan jika penyalahgunaan ganja adalah pidana. Tak ada rencana untuk melegalkan penggunaan daun memabukkan itu sebagaimana rekomendasi WHO nomor 5.4 dan 5.5 tentang rencana Legalisasi Narkotika jenis ganja.

Hal ini dikatakan Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskim Brigjen Krisno Halomoan Siregar saat dihibungi Beritasatu.com Sabtu (27/6/2020).

Menurut Krisno sikap ini juga akan dibawa atas nama Indonesia di acara Expert Comittee on Drug Dependence ( ECDD ) yang membahas isu legalisasi ganja tersebut.

“Sikap itu merupakan kesimpulan hasil Rakor yang diprakarsai BNN yang diikuti oleh K/L terkait seperti BNN, Dit Narkoba Bareskrim, Kemenkes, Kemenlu, dan Kemenkumham,” kata Krisno.

Indonesia menolak rekomendasi WHO tentang rencana Legalisasi Ganja dengan pertimbangan dan alasan cannabis atau ganja yang tumbuh di Indonesia berbeda dengan ganja yang tumbuh di negara lain seperti Eropa dan Amerika.

Dari hasil penelitian, ganja di Indonesia memiliki kandungan THC yang tinggi (18 %) dan CBD yang rendah (1%). Kandungan THC itu sangat berbahaya bagi kesehatan karena bersifat Psikoaktif.

“Canabis/ Ganja dapat digunakan untuk pengobatan seperti epilepsi adalah yang berasal dar hasil budidaya rekayasa genetik yang menghasilkan kandungan CBD tinggi (high CBD) dan kandungan THC rendah (low THC), bukan seperti Ganja dari Indonesia,” imbuhnya.

Di samping itu ganja Indonesia sangat mudah tumbuh di hutan atau pegunungan maka ganja di Indonesia bukanlah jenis ganja yang dapat digunakan untuk pengobatan.

“Indonesia memiliki UU Nomor 35 tahun 2009 yang telah mengatur Ganja sebagai Narkotika golongan 1 dan ada sanksi tegas terhadap penyalahgunaanya. UU tersebut harus dijunjung tinggi oleh seluruh warga Negara Indonesia karena berbahaya bagi kehidupan masyarakat dan masa depan bangsa,” imbuhnya.

Alasan lain adalah penegakan hukum Ditipid Narkoba dan jajaran serta BNN terhadap kasus ganja cukup besar setiap tahunnya, belum lagi pelaku yang tidak tertangkap. Adanya aturan UU yang tegas saja banyak warga negara yang masih melanggar, apalagi jika ganja dilegalkan maka akan lebih banyak penyalahguna dengan dalih apapun.

“Juga akan banyak lagi masyarakat yang menjadi korbannya dan terdampak oleh bahaya ganja tersebut nantinya. Penyalahgunaan Ganja memiliki kecenderungan digunakan untuk kebutuhan rekreasi ketimbang medis,” tambahnya.

Sehingga tanaman Ganja yang ada di Indonesia mempunyai akibat negatif yang lebih besar (mudharatnya) daripada manfaatnya. Adanya rekomendasi Legalisasi Ganja oleh WHO justru akan menimbulkan permasalahan di Indonesia seperti peningkatan angka orang sakit dan kematian akibat maraknya penggunaan ganja.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Mantan Ketum PGI, Sularso Sopater Berpulang

Sosok pendiam yang banyak berkarya.

NASIONAL | 27 Juni 2020

Ketua DPR Serukan Negara ASEAN Gotong Royong Tangani Covid-19

Puan menilai negara-negara di kawasan ASEAN saat ini tengah mengalami tekanan yang sama yakni pandemi Covid-19.

NASIONAL | 27 Juni 2020

IPW Nilai Polisi Lamban Tangani Pembakaran Bendera PDIP

IPW meminta Polri harus perlu bekerja keras segera menuntaskan kasus pembakaran bendera PDIP tersebut.

NASIONAL | 27 Juni 2020

Pendidikan Kedinasan Disebut Masih Diperlukan

enurut Akmal, lulusan IPDN tidak hanya mahir dalam administrasi, tapi juga cakap dalam kepemimpinan.

NASIONAL | 27 Juni 2020

Kemhub: Tren Bersepeda Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Namun, sebagian besar penggunaan sepeda hanya ditujukan untuk kebutuhan olahraga atau gaya hidup.

NASIONAL | 27 Juni 2020

Polres Cianjur Gelar Rapid Test 2000 Peserta

Rapid test yang digelar Polres Cianjur melibatkan 2000 peserta ini juga mendapatkan piagam dari Museum Rekor Indonesia (Muri).

NASIONAL | 27 Juni 2020

Praperadilan Digugurkan, Nasabah Wanaartha Mengadu ke DPR

"Kami berharap OJK bisa mengawal proses pengembalian dana nasabah WanaArtha Life yang sudah empat bulan tertunda."

NASIONAL | 27 Juni 2020

Diusulkan, IPDN Jadi Perguruan Tinggi Swasta

Lulusan IPDN terkesan eksklusif dan diutamakan diterima sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), padahal seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) bersifat umum.

NASIONAL | 27 Juni 2020

Kemhub Paparkan Konsep Adaptasi Kebiasaan Baru Transportasi Darat

Penyelenggaraan transportasi darat di masa adaptasi kebiasaan baru akan mengacu pada SE No. 11 Tahun 2020.

NASIONAL | 27 Juni 2020

90.000 Lebih Warga Surabaya Dites Cepat Covid-19 Gratis

Sebanyak 92.964 warga telah menjalani rapid test atau tes cepat Covid-19 massal secara gratis yang digelar Pemerintah Kota Surabaya, BIN dan BNPB.

NASIONAL | 27 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS