Walhi dan Greenpeace Minta Masyarakat Tak Gunakan AMDK Galon Sekali Pakai
INDEX

BISNIS-27 448.452 (2.34)   |   COMPOSITE 5112.19 (31.86)   |   DBX 973.986 (8.67)   |   I-GRADE 139.714 (1.48)   |   IDX30 428.304 (2.58)   |   IDX80 113.764 (0.56)   |   IDXBUMN20 291.927 (3.17)   |   IDXG30 119.182 (0.2)   |   IDXHIDIV20 379.228 (3.03)   |   IDXQ30 124.656 (0.92)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.7)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (-0.32)   |   IDXV30 107.478 (0.14)   |   INFOBANK15 831.648 (11.11)   |   Investor33 374.125 (2.2)   |   ISSI 151.171 (0.09)   |   JII 550.867 (-0.37)   |   JII70 188.056 (-0.11)   |   KOMPAS100 1022.34 (4.05)   |   LQ45 789.815 (4.4)   |   MBX 1412.7 (8.24)   |   MNC36 280.331 (1.41)   |   PEFINDO25 282.464 (2.47)   |   SMInfra18 241.575 (1.13)   |   SRI-KEHATI 316.512 (2.46)   |  

Walhi dan Greenpeace Minta Masyarakat Tak Gunakan AMDK Galon Sekali Pakai

Rabu, 1 Juli 2020 | 14:25 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Walhi dan Greenpeace, dua organisasi besar pegiat lingkungan memperingatkan bahaya air minum dalam kemasan (AMDK) galon sekali pakai bagi lingkungan. Oleh karena itu kedua organisasi tersebut mengajak masyarakat untuk tidak menggunakan air minum galon sekali pakai.

Para pegiat lingkungan sangat kecewa dengan perlakuan produsen yang menjual produk AMDK galon sekali pakai dengan segala bentuk kampanyenya. Produsen itu dinilai bukannya membantu program pemerintah untuk mengurangi masalah sampah, malah menciptakan masalah sampah baru di masyarakat.

“Harusnya itu tidak dibenarkan karena itu membawa kita ke keadaan kembali ke belakang, ke penggunaan plastik sekali pakai. Karenanya, kami meminta masyarakat agar tidak menggunakan produk ini sesuai dengan tuntutan kita dalam kampanye bebas plastik, yaitu menolak plastik sekali pakai,” ujar Direktur Eksekutif Walhi Jakarta, Tubagus Soleh Ahmadi dalam acara webinar “Community & Media Gathering Pawai Bebas Plastik 2020” yang digelar Selasa (30/6/2020).

Dia juga mengatakan tidak heran dengan perlakuan produsen tersebut yang tidak mau mendukung permasalahan lingkungan dengan produk yang dikeluarkan. “Saya tidak heran, terlebih lagi produsen AMDK galon sekali pakai tersebut terlibat dalam berbagai kasus yang ditemukan Walhi, dimana dalam pengambilan airnya juga banyak menimbulkan konflik di masyarakat termasuk permasalahan lahan dan sumber air,” ungkapnya.

Gerakan Kampanye Bebas Plastik menurutnya akan tetap menyerukan pentingnya industri atau produsen harus bertanggung jawab atas pencemaran yang merusak lingkungan yang disebabkan oleh produk yang tidak terurai oleh alam.

Hal senada juga diungkapkan Juru Kampanye Urban Greenpeace Indonesia Muharram Atha Rasyadi. Salah satu tuntutan kampanye bebas plastik adalah ingin mendorong para produsen agar berbenah. UU No.18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah Nasional secara tegas dan jelas mengatakan bahwa semua pihak baik pemerintah, produsen hingga masyarakat, perlu mengambil perananan untuk menjaga lingkungan. Namun faktanya masih minim sekali terlihat langka nyata dari industri atau produsen.

“Karena kita tidak bisa menyelesaikan masalah ini hanya dengan peran masyarakat dan pemerintahnya saja, tapi kita juga butuh produsen. Apalagi diperparah selama masa pandemi Covid-19, justru ada industri yang malah mempromosikan plastik sekali pakai yang dijualnya dengan alasan kesehatan, dan sebagainya. Itu menjadi langkah mundur. Saat kita sudah punya kebijakan pelarangan, di saat masyarakat sudah mau bergerak, tapi pihak produsen ini belum berbenah untuk menanggalkan plastik sekali pakai,” ucapnya.

Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, Tiza Mafira, mengatakan Pawai Bebas Plastik 2020 akan menuntut pemerintah terhadap larangan beberapa jenis plastik sekali pakai dan perbaikan manajemen sampah di Indonesia. Gerakan ini juga mengeluarkan tuntutan ke perusahaan dan para pengguna kemasan plastik untuk mulai berubah dengan tidak menggunakan plastik sekali pakai.

“Karena perusahaan besar banyak yang belum berubah. Itu yang kita bicarakan selama kampanye. Kita akan mengajak semua masyarakat di Indonesia untuk tidak menggunakan plastik sekali pakai ini,” katanya.

Tubagus mengatakan Indonesia sudah sejak lama memiliki Peraturan Pemerintah No.81 Tahun 2012 tentang Pengolahan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. PP ini secara tegas memerintahkan produsen untuk tidak menggunakan produk-produk sekali pakai. Selain itu juga ada Peraturan Menteri KLH Tahun 2019 tentang Roadmap Pengurangan Sampah Oleh Produsen, meskipun isinya sangat tidak ambisius.

“Kita cukup kecewa sebenarnya dengan Permen tersebut karena tidak ambisius melihat krisis darurat sampah yang sedang kita hadapi sekarang. Harusnya, dengan keadaan krisis ekologi darurat sampah, Permen yang dibuat itu lebih ambisius lagi. Ini masih cukup longgar pengurangannya yang dilakukan oleh produsen. Seharusnya produk kemasan sekali pakai itu tidak dikeluarkan lagi oleh produsen, Nyatanya ini masih terjadi,” ujarnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemdagri: Dana Pilkada Harus Cair Selambatnya 15 Juli

Kemdagri memberikan batas waktu pencairan dana Pilkada pada 15 Juli 2020.

NASIONAL | 1 Juli 2020

Sapa 6 Kapolres di HUT Bhayangkara, Jokowi Tanya Penanganan Karhutla Hingga Covid-19

Keenam Kapolres mendapat kesempatan langsung berbincang dengan Jokowi diantaranya Kapolres Sabang, Kapolres Pulang Pisau, Kapolres Talaud, Kapolres Rote Ndao.

NASIONAL | 1 Juli 2020

Mensos: 92 Kabupaten/Kota Tak Perbarui Data Kemiskinan Sejak 2015

Data kemiskinan disusun secara berjenjang dari pemerintah kabupaten/kota, provinsi, hingga pusat.

NASIONAL | 1 Juli 2020

IHW Gugat BPJH di PTUN Jakarta

IHW mengajukan tuntutan terhadap Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang telah melakukan peresmian Sucofindo tanpa melibatkan MUI.

NASIONAL | 2 Juli 2020

HUT Bhayangkara, Wapres Harap Polri Bimbing Masyarakat Hadapi New Normal

Menurut Wapres, Polri memiliki peran strategis dalam upaya memutus mata rantai penularan, sekaligus membimbing masyarakat menghadapi kehidupan normal baru.

NASIONAL | 1 Juli 2020

Universitas Budi Luhur Raih Penghargaan Berkat Kontribusi Selama Pandemi

Universitas Budi Luhur meraih penghargaan untuk kategori “38 Perguruan Tinggi Yang Berkontribusi Dalam Kegiatan Kerelawanan Selama Pandemi Covid-19.”

NASIONAL | 1 Juli 2020

Tersangka Pembakar Mobil Via Vallen Terancam 12 Tahun Penjara

Tersangka pembakar mobil mewah milik penyanyi dangdut Maulidia Octavia yang populer dengan nama Via Vallen terancam hukuman 12 tahun penjara.

NASIONAL | 1 Juli 2020

Mendagri: Rp 961 Miliar Dana Pilkada 2020 Telah Dicairkan

Menurut Mendagri Tito Karnavian, pencairan dana tersbut sudah merupakan bentuk komitmen Kemkeu untuk mendukung penyelenggara Pilkada 2020.

NASIONAL | 1 Juli 2020

HUT Bhayangkara, Ketua MPR Dorong Polri Kedepankan Pendekatan Humanisme

Menurut Ketua MPR Bambang Soesatyo, pendekatan humanisme bukan berarti membuat Polri menjadi lemah

NASIONAL | 1 Juli 2020

Panglima TNI Beri Kejutan ke Kapolri di HUT Ke-74 Bhayangkara

Polri bersama TNI akan mengawal seluruh kebijakan pemerintah.

NASIONAL | 1 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS