Dua Tersangka Penyebar Hoaks Bank Bangkrut Diciduk
INDEX

BISNIS-27 426.538 (3.18)   |   COMPOSITE 4917.96 (-75.2)   |   DBX 923.5 (0.41)   |   I-GRADE 127.867 (0.83)   |   IDX30 404.318 (3.03)   |   IDX80 105.647 (0.78)   |   IDXBUMN20 263.312 (2.01)   |   IDXG30 113.239 (0.66)   |   IDXHIDIV20 361.834 (2.9)   |   IDXQ30 118.461 (1.04)   |   IDXSMC-COM 206.934 (0.44)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (1.43)   |   IDXV30 99.778 (0.8)   |   INFOBANK15 760.318 (6.85)   |   Investor33 353.585 (0)   |   ISSI 142.238 (0)   |   JII 514.346 (0)   |   JII70 174.038 (0)   |   KOMPAS100 962.885 (-17.72)   |   LQ45 740.002 (5.61)   |   MBX 1338.07 (7.92)   |   MNC36 264.409 (0)   |   PEFINDO25 251.635 (0)   |   SMInfra18 228.656 (1.37)   |   SRI-KEHATI 297.818 (2.04)   |  

Dua Tersangka Penyebar Hoaks Bank Bangkrut Diciduk

Jumat, 3 Juli 2020 | 16:29 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / CAH

Jakarta, Beritasatu.com -Dit Siber Bareskrim menangkap dua orang penyebar hoaks tentang bangkrutnya sejumlah bank yang sempat memicu masyarakat melakukan penarikan simpanan uang mereka di bank. Dua tersangka itu berinisial AY dan IS. Mereka ditangkap setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan perihal informasi palsu ini ke Bareskrim dan BIN.

“Sebenarnya kondisi perbankan baik-baik saja. Namun dua pelaku ini menyebarkan berita provokatif (masyarakat) untuk segera menarik dana di bank karena melihat situasi seperti tahun 98,” kata Dir Siber Bareskrim Brigjen Slamet Uliandi di Mabes Polri Jumat (3/7/2020).

Modusnya AY dalam akun twitter miliknya menuliskan yang punya simpanan di sejumlah bank swasta agar segera diambil. Sedangkan IS diduga menyebarkan hoaks video yang isinya satu bank swasta tidak memiliki uang cash.

“Setelah kami klarifikasi kepada tersangka mereka juga tidak tahu berita itu kemudian mereka juga tidak punya rekening di beberapa bank yang dimaksud oleh tersangka bahwa akan terjadi permasalahan,” sambung Slamet.

Polisi masih menggali motif keduanya sebab mereka mengaku iseng. Tapi polisi memastikan kedua tersangka ini tidak berafiliasi dengan pihak manapun.

Hoaks itu sangat memberikan pengaruh yang negatif kepada masyarakat, dimana (gara-gara) para pelaku, cukup banyak akun-akun lain yang kemudian memposting dan mereposting ulang,” imbuhnya.

Slamet meminta masyarakat apabila ada postingan hoaks bank bankrut jangan mereposting karena bisa menggangu stabilitas dan pembangunan nasional yang butuh rasa saling percaya di antara pelaku ekonomi.

OJK telah menegaskan bahwa dokumen yang berisikan analisis yang beredar dimasyarakat adalah hoaks bangkrutnya sejumlah bank tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Jika dibiarkan, hoaks semacam ini berbahaya sebab berpotensi menimbulkan distrust yang akhirnya melemahkan sistem perbankan nasional. Apalagi jika memicu rush.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Legislator: Program Kartu Prakerja Perlu Dibenahi

Evaluasi yang secara menyeluruh dapat mematangkan program Kartu Prakerja agar benar bisa mempersiapkan calon pekerja dengan baik.

NASIONAL | 3 Juli 2020

Sekjen Kagama: Inovasi dan Solidaritas Sosial Kunci Hadapi Krisis

Sekjen Kagama Ari Dwipayana mengajak masyarakat untuk melihat kembali kekuatan yang dimiliki untuk bangkit melawan krisis akibat Pandemi Covid-19.

NASIONAL | 3 Juli 2020

Gus Miftah: Follow Akun yang Menenteramkan, Bukan Menjerumuskan

Jika meletakkan budaya dan agama secara benar, maka secara tak langsung akan menjauhkan agama itu dari kekerasan.

NASIONAL | 3 Juli 2020

Kempora Gelar Lomba Senam SAH dan DUILAH Antar Unit

Lomba senam ini terbagi menjadi dua kategori yaitu Senam Stay At Home dan Senam DUILAH. Masing-masing unit diminta untuk mengirimkan empat perwakilan.

NASIONAL | 3 Juli 2020

BNPT Berharap Masyarakat Bantu Korban Terorisme

Mantan Kapolda Papua ini pun berharap agar upaya pemulihan korban dari aksi terorisme ini tetap berjalan dengan baik.

NASIONAL | 3 Juli 2020

Mau Jalan ke Luar Kota, Jangan Lupa Penuhi Syarat Ini

Memasuki transisi normal baru, masyarakat sudah diperbolehkan melakukan perjalanan dalam negeri. Namun sebelum pergi, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

NASIONAL | 3 Juli 2020

19.000 Petugas Pilkada di Sumut Akan Jalani Rapid Test Covid-19

Sebanyak 19.000 orang petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) Pilkada Serentak di Sumut akan menjalani rapid test yang dimulai 8-14 Juli 2020.

NASIONAL | 3 Juli 2020

Gubernur Sumut Minta Petahana Berlaku Adil Saat Pilkada Serentak

Edy Rahmayadi mengharapkan, kepala daerah yang maju sebagai petahana dalam pilkada berlaku adil dan bertanggung jawab.

NASIONAL | 3 Juli 2020

Pengamat: Api Dalam Sekam di Polri, Kegelisahan yang Berbahaya

Persaingan di dalam internal Polri akan terus terjadi jika bandul dalam pemilihan Kapolri lebih bertumpu pada hak prerogratif presiden.

NASIONAL | 3 Juli 2020

Hakim yang Tangani Perkara Karen Agustiawan Jadi Komisaris Anak Usaha Pertamina

Hakim PN Jakpus, Anwar diangkat sebagai komisaris PT Pertamina Patra Niaga, anak usaha PT Pertamina. Anwar pernah menangani perkara Karen Agustiawan.

NASIONAL | 3 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS