Tekan Angka Kemiskinan, Realisasi Bansos Harus Cepat dan Tepat
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-4.87)   |   COMPOSITE 5059.22 (-43.76)   |   DBX 933.73 (-5.04)   |   I-GRADE 135.366 (-1.55)   |   IDX30 427.201 (-5.56)   |   IDX80 111.513 (-1.44)   |   IDXBUMN20 284.629 (-4.58)   |   IDXG30 118.405 (-1.2)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-4.75)   |   IDXQ30 125.347 (-1.76)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-1.95)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.01)   |   IDXV30 105.043 (-1.13)   |   INFOBANK15 803.622 (-5.87)   |   Investor33 371.182 (-3.61)   |   ISSI 148.056 (-1.55)   |   JII 539.107 (-8.39)   |   JII70 182.679 (-2.62)   |   KOMPAS100 996.599 (-11.44)   |   LQ45 780.316 (-9.87)   |   MBX 1404.61 (-12.81)   |   MNC36 278.843 (-2.74)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.54)   |   SMInfra18 242.356 (-3.69)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-2.95)   |  

Tekan Angka Kemiskinan, Realisasi Bansos Harus Cepat dan Tepat

Rabu, 15 Juli 2020 | 17:19 WIB
Oleh : Herman / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Persentase penduduk miskin pada Maret 2020 mencapai 9,78 persen, meningkat 0,56 persen poin dibandingkan September 2019 dan meningkat 0,37 persen poin terhadap Maret 2019. Sehingga jumlah penduduk miskin pada Maret 2020 menjadi 26,42 juta orang, meningkat 1,63 juta orang terhadap September 2019 dan meningkat 1,28 juta orang terhadap Maret 2019.

Ekonom CORE Indonesia (Center of Reform on Economics) Akhmad Akbar Susamto melihat data kemiskinan terbaru hingga Maret 2020 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) ini memperlihatkan bahwa Covid-19 memberi dampak yang sangat besar dalam meningkatkan angka kemiskinan, meskipun pada Maret 2020 pandemi Covid-19 baru diumumkan.

“Data BPS ini menunjukkan Covid-19 itu arahnya memang meningkatkan angka kemiskinan. Di bulan Maret saja sudah meningkat, apalagi sampai akhir Juni 2020,” kata Akhmad Akbar Susamto kepada Beritasatu.com, Rabu (15/7/2020).

Akhmad menyampaikan, anjloknya pertumbuhan ekonomi serta penerapan restriksi sosial dan mobilitas di berbagai wilayah sebagai akibat pandemi Covid-19, tidak hanya berpotensi mengakibatkan hilangnya lapangan kerja dalam jumlah besar, tetapi juga meningkatkan kemiskinan secara masif.

Akibat pandemi Covid-19, Akhmad memperkirakan jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan pada triwulan II 2020 berpotensi bertambah lebih dari 5,1 juta orang.

Baca Juga:Mensos: 92 Kabupaten/Kota Tak Perbarui Data Kemiskinan Sejak 2015

“Masyarakat golongan rentan dan hampir miskin ini umumnya bekerja di sektor informal dan banyak yang sangat bergantung pada bantuan-bantuan pemerintah. Dengan menyebarnya pandemi dan diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB), banyak golongan masyarakat yang mengalami penurunan pendapatan dan bahkan harus kehilangan mata pencahariannya, khususnya yang bekerja di sektor informal. Apalagi, jika bantuan sosial yang diberikan pemerintah tidak mencukupi atau datang terlambat, golongan rentan dan hampir miskin akan semakin banyak yang jatuh ke bawah garis kemiskinan,” kata Akhmad.

Untuk menekan angka kemiskinan agar tidak semakin tinggi, Akhmad mengingatkan pemerintah agar lebih serius dalam mengimplementasikan program-program bantuan sosial untuk rakyat miskin. Pasalnya hingga saat ini implementasinya masih rendah. Pemerintah juga harus mengantisipasi lonjakan angka kemiskinan akibat pandemi yang diperkirakan akan lebih besar dibandingkan dengan jumlah bantuan sosial yang disiapkan pemerintah saat ini.

“Pemerintah harus cepat dan tepat, segera implementasikan program-program bantuan sosial karena faktanya orang miskin memang bertambah,” tegas Akhmad.

Baca Juga:Mendagri Larang Penggunaan Dana Bansos untuk Pilkada

Pemerintah menurutnya juga perlu mengintegrasikan penyaluran bantuan sosial sehingga menjadi lebih sederhana, melakukan penyeragaman nilai bantuan, di samping terus melakukan pemutakhiran data penerima Bantuan Sosial. Selain itu perlu mengurangi beban pengeluaran masyarakat khususnya masyarakat miskin dan hampir miskin, terutama dengan menurunkan biaya-biaya yang dikontrol pemerintah (administered prices).

Di antaranya menurunkan harga BBM, menambah jumlah rumah tangga penerima diskon pemotongan tarif listrik sehingga mencakup minimal seluruh pelanggan 900VA, hingga menurunkan harga LPG tiga kilogram yang kebanyakan dikonsumsi oleh masyarakat menengah bawah.

Rekomendasi lainnya adalah meningkatkan insentif bagi petani, peternak, dan nelayan melalui skema pembelian produk oleh pemerintah dan perbaikan jalur logistik hasil pertanian, peternakan, dan perikanan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Dua Hakim Pengadilan Agama Lumajang Positif Terinfeksi Covid-19

Dua orang hakim di Pengadilan Agama Kabupaten Lumajang terkonfirmasi positif Covid-19.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Dosen UGM Temukan Radiografi Digital Pendeteksi Covid-19

Dosen UGM berhasil mengembangkan radiografi digital yang mampu mendeteksi adanya Covid-19 dalam tubuh pasien.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Seleksi Calon Guru Penggerak Resmi Dibuka

Program Guru Penggerak akan merekrut 2.800 guru jenjang TK, SD, SMP, dan SMA.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Gelar Bakti Sosial, Kejaksaan Agung Bagikan 56.000 Paket Sembako

Jaksa Agung ST Burhanuddin, menjelaskan, dalam Baksos kali pihaknya membagikan sebanyak 56.000 paket sembako di seluruh Indonesia.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Pimpinan DPR Minta Mahfud MD Libatkan Komisi III di Tim Pemburu Koruptor

Implementasi Tim Pemburu Koruptor harus transparan.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Banjir Bandang di Luwu Utara, 16 Meninggal dan 223 Rumah Rusak Berat

Untuk korban jiwa, ditemukan meninggal dunia sebanyak 16 orang.

NASIONAL | 15 Juli 2020

GTPP Covid-19 Sumut Masih Gencar Lakukan Tes Swab

Pemeriksaan terhadap orang yang pernah kontak fisik dengan pasien terpapar tersebut, gencar dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Rangkap Jabatan, KNPI Buka Crisis Center Pengaduan Pemerasan

Dalam UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN tidak ada larangan bagi Komisaris BUMN memiliki jabatan pada lembaga/intansi pemerintah.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Dari Ribuan Buronan Interpol, Tidak Ada "Pesanan" Indonesia

Memang ada sejumlah buronan berkewarganeraan Indonesia, tetapi pihak yang mengajukan red notice adalah negara lain.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Positif Covid-19, Rektor USU Memilih Kerja Daring

Runtung mengatakan, dia tidak mau berdiam diri selama menjalani isolasi mandiri di dalam rumah.

NASIONAL | 15 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS