Sekitar 71% Pesantren Belum Siap Cegah Covid-19 pada Santri
INDEX

BISNIS-27 428.182 (0)   |   COMPOSITE 4879.1 (0)   |   DBX 933.193 (0.55)   |   I-GRADE 128.434 (0.67)   |   IDX30 404.523 (0)   |   IDX80 106.174 (0)   |   IDXBUMN20 268.239 (0)   |   IDXG30 113.341 (0.45)   |   IDXHIDIV20 361.328 (0)   |   IDXQ30 118.527 (0)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0)   |   IDXV30 100.803 (0)   |   INFOBANK15 767.134 (5.84)   |   Investor33 355.071 (0)   |   ISSI 143.565 (0)   |   JII 517.566 (0)   |   JII70 175.828 (0)   |   KOMPAS100 953.068 (0)   |   LQ45 749.999 (-7.62)   |   MBX 1347.52 (0)   |   MNC36 267.764 (-2.13)   |   PEFINDO25 258.006 (0.53)   |   SMInfra18 230.699 (0)   |   SRI-KEHATI 299.246 (0)   |  

Sekitar 71% Pesantren Belum Siap Cegah Covid-19 pada Santri

Selasa, 21 Juli 2020 | 21:00 WIB
Oleh : Dina Manafe / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Pesantren merupakan salah satu tempat yang berpotensi menjadi sumber penularan Covid-19 karena adanya kerumunan atau tempat berkumpul banyak orang. Dari berbagai laporan, para santri di sejumlah pesantren terkonfirmasi positif. Oleh karena itu, berbagai tindakan pencegahan Covid-19 telah dilakukan di lingkungan pendidikan pondok pesantren seluruh Indonesia.

Langkah tersebut bertujuan untuk kepentingan seluruh pihak, terutama para santri, agar bisa tetap belajar dengan nyaman dan aman dari penularan virus SARS CoV-2 penyebab Covid-19 di lingkungan pondok pesantren.

Kementerian Agama melakukan sejumlah upaya untuk memutus rantai penularan Covid-19 di lingkungan pendidikan pesantren, salah satunya dengan surat edaran. Surat edaran ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 di masa pandemi. Surat edaran tersebut berisi berbagai panduan kesehatan terkait aman Covid-19, dan telah didistribusikan ke seluruh tempat pendidikan di bawah Kementerian Agama.

Baca Juga: Wapres: Pesantren Berpotensi Jadi Klaster Baru Covid-19

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama, Waryono, mengatakan, sejumlah pesantren telah melakukan tindakan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan bagi para santri. Contoh yang dilakukan oleh salah satu pondok pesantren di Jawa Timur yang mendatangkan santrinya secara bertahap sambil menyiapkan segala kebutuhan yang harus dipenuhi untuk mencegah tersebarnya penularan Covid-19 di lingkungan pesantren.

Menurut dia, belum semua pesantren siap dalam pencegahan Covid-19. Meski pondok pesantren telah berusaha disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan, tetapi dari total 28.000 pesantren di Indonesia baru sekitar 8.085 atau sekitar 71,2 persen pesantren yang siap dalam pencegahan Covid-19 terhadap para santrinya. Baru sekitar 28,8 persen pesantren yang sudah siap menerima santri.

“Dari 28.000 pesantren, baru 8.085 pesantren yang betul-betul siap dan santrinya siap kembali ke pesantren. Sisanya itu belum bisa operasi karena tadi, terkait dengan sarana dan prasana yang belum memadai, begitu ya,” kata Waryono dalam dialog Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 “Laporan Dari Pesantren”, Selasa (21/7/2020).

Menurut Waryono, ketidaksiapan tersebut diakibatkan oleh belum memadainya sarana dan prasarana yang dimiliki oleh pesantren-pesantren tersebut. Sementara untuk pembiayaan dalam penyediaan sarana dan prasarana menurut Waryono, pemerintah daerah di berbagai wilayah telah memberikan perhatian yang luar biasa kepada pondok pesantren yang ada. Perhatian tersebut membuat pesantren bisa melakukan berbagai tes dan menyediakan sarana dan prasana yang dbutuhkan dalam pencegahan Covid-19.

Baca Juga: Doni Monardo Minta Sekolah Berbasis Asrama Hati-hati Penularan Covid-19

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Darussalam Gontor dan Pembina Satgas Covid-19 Gontor, Amal Fathullah Zarkasyi Fathullah Zarkasyi memastikan santri-santri pondok pesantren Darussalam Gontor menjalankan protokol kesehatan ketika melaksanakan pendidikan mondok di dalam pesantren.

Ketika ada santri yang terkonfirmasi positif Covid-19, pihaknya menempuh berbagai protokol, seperti menyediakan ruang isolasi dan melakukan rapid test santri-santri lain dengan dibantu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Gubernur memberikan alat pelindungdiri, 10.000 masker, dan 1.500 rapid test.

Sementara pondok pesantren yang terdapat di Provinsi Jawa Tengah menurut Sarwa Pramana selaku Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Tengah, pondok pesantren yang ingin kembali beroperasi harus mampu menerapkan syarat-syarat yang telah ditetapkan melalui Surat Edaran Sekretaris Daerah nomor 450/09/155.

Syarat tersebut, di antaranya santri harus memberikan surat keterangan sehat dari puskesmas dan harus dikarantina selama 14 hari terlebih dahulu. Selanjutnya, pondok pesantren diwajibkan untuk membuat Gugus Tugas di lingkungan pondok, dan terakhir pengantar tidak boleh masuk ke dalam wilayah pesantren.

Baca Juga: Ganjar Minta Pengasuh Pondok Pesantren Perketat Protokol Kesehatan

Upaya lain yang dilakukan untuk pencegahan penularan Covid-19 di Pesantren di Provinsi Jawa Tengah adalah penugasan terhadap dinas kesehatan kabupaten dan puskesmas untuk memantau pondok pesantren setiap hari. Kemudian memanfaatkan manajemen Jogo Tonggo yang ada sampai di tingkat RW.

“Di lingkungan pondok untuk bisa bekerja sama pada saat satu, santri ini terkonfirmasi reaktif, langsung kita isolasi. Kalau di lingkungan pondok tidak memungkinkan, kita kerjasama dengan aparat desa,” kata Sarwa.

Menurut Sarwa, Pemprov Jawa Tengah telah mengucurkan dana bantuan sebesar Rp 2,4 miliar untuk seluruh pondok melalui Baznas Jawa Tengah. Ia pun berharap tidak ada lagi klaster-klaster baru yang muncul dari transmisi pondok pesantren karena upaya pencegahan terus dilakukan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Survei: Kepercayaan Masyarakat Terhadap Penegak Hukum Masih Tinggi

Hasil survei Indikator Politik menunjukkan Kepercayaan masyarakat terhadap kinerja institusi penegak hukum, terutama kepolisian masih cukup tinggi.

NASIONAL | 21 Juli 2020

Wahyu Setiawan Siap Bongkar Kasus Suap PAW Hingga Kecurangan Pemilu

Wahyu Setiawan siap "bernyanyi" soal kasus suap PAW anggota DPR yang turut menjerat mantan caleg PDIP, Harun Masiku yang hingga kini masih buron.

NASIONAL | 21 Juli 2020

Gugus Tugas Bubar, Achmad Yurianto Tak Lagi Jadi Jubir Penanganan Covid-19

Posisi Achmad Yurianto diganti oleh Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.

NASIONAL | 21 Juli 2020

Gugus Tugas Covid-19 Dibubarkan, Pemda DIY Masih Tunggu Petunjuk

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dibubarkan pemerintah pusat. Gugus Tugas di daerah masih menunggu petunjuk dari pusat.

NASIONAL | 21 Juli 2020

Nama Djoko Tjandra Hilang di Interpol, Dua Jenderal Polri Belum Tentu Salah

Mantan Kepala Divisi Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte dan mantan Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Nugroho Wibowo belum dinyatakan bersalah.

NASIONAL | 21 Juli 2020

Ini Alasan Jokowi Bentuk Komite Penanganan Covid-19 dan PEN

Keseimbangan antara penanganan masalah kesehatan dan ekonomi sangat penting, itu sebabnya Presiden Jokowi Perpres Nomor 82 Tahun 2020.

NASIONAL | 21 Juli 2020

Polisi Tetapkan 8 Orang Tersangka Penganiayaan Polisi di Medan

Akibat penganiayaan itu, Bripka Karingga Ginting mengalami luka empat jahitan di kepala, ruas jari bergeser, luka lecet dan lebam di wajah.

NASIONAL | 21 Juli 2020

Rumah Tokoh Pemekaran Kabupaten Sergai Dibakar Orang Tak Dikenal

Pelaku yang diduga lebih dari 2 orang itu juga membakar mobil Honda Civic BK 1422 JS milik korban.

NASIONAL | 21 Juli 2020

Karang Taruna Diminta Bantu Rakyat Hadapi Covid-19

Didik kembali memimpin Karang Taruna Nasional periode 2020-2025, setelah dipilih aklamasi dalam Temu Karya Nasional di Bogor pada 20-21 Juli 2020.

NASIONAL | 21 Juli 2020

Pemprov Sumut Ingatkan Perkantoran Waspadai Klaster Baru Covid-19

Setiap perkantoran pemerintah maupun swasta harus mempertimbangkan menyajikan hidangan makanan dan minuman.

NASIONAL | 21 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS