Jokowi: Praja IPDN Harus Jadi Penggerak Inovasi dan Reformasi Birokrasi
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-2.77)   |   COMPOSITE 4934.09 (-32.44)   |   DBX 924.804 (0.05)   |   I-GRADE 130.838 (-1.11)   |   IDX30 413.425 (-2.95)   |   IDX80 108.094 (-0.86)   |   IDXBUMN20 272.657 (-4)   |   IDXG30 115.379 (-0.36)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-3.46)   |   IDXQ30 120.916 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-1.31)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-2.05)   |   IDXV30 102.468 (-1.01)   |   INFOBANK15 776.883 (-5.04)   |   Investor33 360.093 (-2.24)   |   ISSI 144.765 (-0.99)   |   JII 523.909 (-3.5)   |   JII70 177.568 (-1.36)   |   KOMPAS100 966.07 (-7.6)   |   LQ45 756.376 (-5.63)   |   MBX 1366.8 (-10.32)   |   MNC36 270.277 (-2.16)   |   PEFINDO25 258.891 (-2.83)   |   SMInfra18 233.321 (-2.13)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-2.31)   |  

Jokowi: Praja IPDN Harus Jadi Penggerak Inovasi dan Reformasi Birokrasi

Rabu, 29 Juli 2020 | 16:08 WIB
Oleh : Lennny Tristia Tambun / CAH

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik sebanyak 881 Pamong Praja lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan XXVII Tahun 2020. Kepada seluruh pamong praja tersebut, Jokowi meminta mereka harus menjadi penggerak inovasi dan motor reformasi birokrasi pemerintahan.

“Pada hari ini, Rabu, 29 Juli 2020, saya Presiden RI Indonesia, atas nama pemerintah Indonesia melantik saudara-saudara sebagai Pamong Praja Muda lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri angkatan 27 tahun 2020, saya percaya bahwa saudara-saudara dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan,” ucap Jokowi dalam acara pelantikan tersebut dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (29/7/2020).

Saat memberikan arahannya, Jokowi mengucapkan selamat kepada seluruh Pamong Praja Muda yang telah dilantik karena mereka telah menyandang status baru dengan segala hak dan kewajiban. Setelah melewati perjuangan berat yang membutuhkan ketahanan mental dan fisik yang prima, mulai dari saringan penerimaan hingga lulus menjadi Pamong Praja Muda.

Baca Juga:Pendidikan Kedinasan Disebut Masih Diperlukan

“Kebangsaan dan ke-Indonesiaan saudara-saudara telah tertanam kuat dan komitmen saudara untuk melayani masyarakat tidak saya ragukan lagi,” kata Jokowi.

Namun bagi Jokowi, memiliki komitmen saja tidak cukup. Ditegaskannya, sebagai Pamong Praja Muda, mereka harus dapat menjadi penggerak inovasi dan motor reformasi birokrasi. Tidak hanya itu, mereka juga harus menjadi motor pengembangan cara-cara baru dan penggerak pola pemerintahan yang baru.

“Sudah sering saya sampaikan, sudah saya nyatakan, kita perlu cara-cara kerja baru. Kita perlu budaya kerja baru yang lebih inovatif, lebih cepat, berani, smart dan shortcut. Sekarang kedepan, bukan negara besar mengalahkan negara kecil. Bukan negara kaya mengalahkan negara miskin, tapi yang cepat yang akan mengalahkan yang lambat,” ujar Jokowi.

Sayangnya, lanjutnya Jokowi, disitu justru letak permasalahan tata kelola pemerintahan di Indonesia. Terlalu banyak aturan yang membelenggu diri sendiri. Juga terlalu banyak prosedur, tahapan dan birokrasi yang telah tercipta akibat dari aturan yang dibuat sendiri oleh pemerintah.

Oleh karena itu, Kepala Negara mengharapkan para pamong praja muda ini bisa memberikan nuansa berbeda dalam menjalankan roda pemerintah. Mereka harus bisa memacu birokrasi pemerintahan menempuh jalan yang smart dan sederhana.

“Ikut memacu birokrasi menempuh jalan yang smart shortcut. Yang orientasinya adalah hasil yang langsung dirasakan oleh rakyat. Dalam kondisi normal pun cara kerja kita harus berorientasi hasil, harus cepat, harus efisien, harus langsung dirasakan oleh rakyat. Apalagi dalam kondisi krisis kesehatan, krisis pandemi seperti ini. Cara kerja seperti itu tidak bisa ditawar lagi,” tegas Jokowi.

Baca Juga:Mendagri: Birokrat Tidak Boleh Buat Keputusan Berdasarkan Insting

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun mengajak mereka untuk mengawal perubahan cara kerja baru. Dari cara kerja yang rumit dan lambat menjadi cara kerja yang cepat dan sederhana. Dari regulasi yang banyak dan rumit ke regulasi yang sedikit dan sederhana. Dari SOP yang berbelit-belit diubah menjadi SOP yang mudah dan sederhana.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan sebanyak 881 Pamong Praja Muda lulusan IPDN yang dilantik hari ini, terdiri dari 705 orang llulusan DII dan 176 orang lulusan Strata 1.

Pelantikan dilakukan di tiga tempat. Pertama di Istana Kepresidenan Bogor yang dihadiri langsung oleh Presiden Jokowi. Terdapat enam Pamong Praja Muda lulusan terbaik yang akan dilantik langsung Presiden, yakni lulusan terbaik Strata 1 penerima penghargaan Kartika Pradnya Utama, lulusan terbaik DIV penerima penghargaan Kartika Astha Brata serta empat lulusan perwakilan agama Islam, Kristen, Katolik dan Hindu.

Tempat kedua, dilakukan di Kampus IPDN Cilandak sebanyak 174 orang. Lalu tempat ketiga, di Kampus IPDN Jatinangor sebanyak 701 orang.

“Setelah dilantik, mereka akan akan memulai penugasan pengabdian kepada nusa, bangsa, negara dan pemerintahan Indonesia melalui pemerintah daerah di seluruh wilayah Indonesia,” kata Tito Karnavian.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Demokrat Dukung Akhyar karena Miliki Komitmen Bangun Kota Medan

Demokrat yang berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendukung Akhyar karena mempunyai komitmen kuat dalam membangun Kota Medan.

NASIONAL | 29 Juli 2020

Polisi Tangkap Artis VS, Diduga Terkait Prostitusi Online

Artis cantik VS diamankan bersama dua pria berinisial M dan I, diduga sebagai muncikari.

NASIONAL | 29 Juli 2020

Kemdes PDTT dan Astra Akan Kembangkan 750 Desa Sejahtera

Kemdes PDTT bersama PT Astra International sepakat untuk mengembangkan 750 desa dalam program lanjutan Desa Sejahtera Astra (DSA).

NASIONAL | 29 Juli 2020

Karyawan PetroChina Jambi Positif Covid-19 Tambah Jadi 20 Orang

Karyawan PT PetroChina Jabung, Provinsi Jambi yang positif terinfeksi virus "corona" (Covid-19) sudah mencapai 20 orang.

NASIONAL | 29 Juli 2020

Pemerintah Diminta Evaluasi Pelaksanaan PJJ

Kendala teknologi, kompetensi guru dalam mengajar secara daring, kemampuan orang tua mendampingi perlu dipertimbangkan dalam membuat kebijakan PJJ.

NASIONAL | 29 Juli 2020

Jelang AKB, Izin Pelaku Usaha Dicabut Jika Abaikan Protokol Kesehatan

Selain memberikan sanksi terhadap masyarakat, Pemprov Sumut juga akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku usaha yang mengabaikan protokol kesehatan.

NASIONAL | 29 Juli 2020

Keterlibatan Kampus dalam Pencegahan Terorisme Perlu Ditingkatkan

Pelaku tindakan radikalisme dan aksi terorisme ternyata banyak yang merupakan alumni kampus-kampus perguruan tinggi terkemuka dan ternama di Indonesia.

NASIONAL | 29 Juli 2020

Pemerintah Siapkan Solusi Atasi Kendala PJJ

Pemerintah ingin memperluas dan menyediakan jaringan internet yang tersebar di seluruh wilayah.

NASIONAL | 29 Juli 2020

Upaya Jaksa Agung Awasi Politik Uang dan Politisasi di Pilkada Diapresiasi

Kejagung menyiapkan jaksa yang khusus menangani persoalan Pilkada serentak 2020.

NASIONAL | 29 Juli 2020

Anggota DPR Soroti Munculnya Klaster Perkantoran

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengingatkan seluruh pegawai perkantoran maupun perusahaan untuk patuh terhadap protokol kesehatan Covid-19.

NASIONAL | 29 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS