Mendagri: Kepala Daerah Ujung Tombak Penanganan Covid-19
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Mendagri: Kepala Daerah Ujung Tombak Penanganan Covid-19

Rabu, 5 Agustus 2020 | 22:24 WIB
Oleh : Roberth Wardhy / CAH

Indramayu, Beritasatu.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengemukakan pandemi Covid 19 telah menjadi problem besar dunia. Indonesia termasuk negara yang kena dampaknya. Menghadapi problem besar seperti itu, dibutuhkan keserempakan dan koordinasi dalam pengendaliannya.

"Kepala daerah sebagai ujung tombak pengendalian di daerah. Harus punya pengetahuan bagaimana mengendalikan pandemi ini," kata Tito dalam acara peluncuran Gerakan Sejuta Masker dan Rakor Kesiapan Pilkada Serentak Tahun 2020 di Indramayu, Jawa Barat, Selasa (5/8/2020).

Tito menyebut ketika ada masalah besar seperti sekarang, semua pihak perlu keserempakan. Sebab jika kendalinya bagus dan koordinasi baik, penanganan akan lancar. Tapi bila komunikasi tidak bagus akan menjadi problem.

Dia menegaskan ada empat kuadran dalam melihat kerja pengendalian pandemi yang dilakukan kepala daerah. Pertama, ada kepala daerah yang memiliki kemauan sungguh-sungguh tapi tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan yang memadai tentang pandemi.

Baca Juga:Mendagri: Pilkada Momentum Melawan Covid-19

"Kemauan saja tanpa diikuti oleh kemampuan yang cukup pasti tidak akan maksimal penanganan Covidnya," ujar Tito.

Kedua, kepala daerah memiliki kemampuan artinya punya pengetahuan dan juga memiliki strategi, tapi tidak terlalu serius menangani. Kepala daerah seperti ini yang penting cari aman.

"Itu juga kurang maksimal dalam pengendalian Covid," tegas Tito.

Ketiga, adalah sudah tidak memiliki kemampuan, baik kemampuan strategi penanganan, konsep penanganan pandemi secara sistematik. Kemudian tidak memiliki kemampuan fiskal, anggaran biaya.

"Setelah itu tidak mau dan cuek. Itu pasti akan hancur-hancuran daerah itu," tutur Tito.

Dia menegaskan yang diperlukan sekarang adalah bagaimana membuat mesin di pusat dan daerah bergerak secara serempak. Dia menyebut satu momentum yang bisa membuat daerah ini bergerak yaitu momentum pilkada karena pilkada adalah pertarungan kekuasaan. Ada 270 daerah yang akan menggelar pilkada.

"Oleh karena tema besarnya para kepala daerah harus bangun bersama dalam rangka penanganan Covid-19 dan dampak sosial ekonominya di tengah pilkada. Dengan tema besar itu maka kita mulai atur juga setting-nya. Settingnya, di KPU kami sudah kompak membuat aturan yang berhubungan dengan penanganan Covid-nya. Misalnya untuk materi debat adu gagasan mengenai Covid. Kira-kira yang tidak punya adu gagasan ya jangan dipilih, kasihan akan jadi problem besar bagi masyarakat," jelas Tito.

Baca Juga:Penyelenggara Pilkada Harus Jadi Agen Lawan Covid-19

Aturan Pilkada lainnya, lanjut Tito, masih seputar Covid. Tidak terpisahkan dengan penanganan dan pengendalian Covid. Misalnya, mengenai alat peraganya. Alat peraganya bisa ganti dengan masker atau hand sanitizer. Sehingga terjadi dua proses yakni proses demokrasi berjalan kemudian penanganan Covidnya pun menjadi masif.

"Kemudian yang membahayakan yang dianggap rawan adalah kerumunan sosial. Saya dan KPU tegas-tegas saja dilarang untuk arak-arakan, dilarang untuk konvoi-konvoian. Rapat akbar maksimal 50 orang," ujarnya.

Kalau ada yang melanggar, kata Mendagri, ada instrumen Bawaslu. Bawaslu daerah nanti tinggal menyemprit saja pasangan calon yang melanggar protokol kesehatan dalam tahapan Pilkada sehingga terjadi pertarungan yang betul-betul sehat dalam Pilkada.

"Kita balik yang tadinya peluang penularan dibalik menjadi peluang mesin daerah maksimal bergerak untuk menangani Covid-19. Kemudian ada anggaran yang berputar di 270 daerah," tutup Tito.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Indonesia-Inggris Perpanjang Kemitraan Iptek Hingga 2025

Kerja sama yang kuat antara peneliti Inggris dan Indonesia ini telah menghasilkan 2.205 publikasi gabungan selama 2015-2019.

NASIONAL | 5 Agustus 2020

PPATK, Kemkop dan UKM Pertahankan Opini WTP dari BPK

Pemberian opini WTP dikarenakan hasil temuan BPK tidak berdampak material terhadap laporan keuangan tahun 2019.

NASIONAL | 3 Agustus 2020

Kapolda NTT Terima Stafsus Kempar Bidang Keamanan KTT G20 dan ASEAN 2023

Tujuan pertemuan terkait simulasi gabungan protokol Safety Security dalam rangka kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah KTT G-20 dan ASEAN 2023.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Pembelajaran Tatap Muka, Mendagri: Gunakan Protokol Kesehatan Ketat

Mendagri meminta penerapan protokol kesehatan yang ketat, baik dari pihak pemerintah, masyarakat dan lembaga terkait dalam rencana pembelajaran tatap muka.

NASIONAL | 5 Agustus 2020

Ombudsman Minta Perbaikan Data Penerima Bansos Diprioritaskan

Data penerima yang valid merupakan modal utama agar bansos yang disalurkan tepat sasaran.

NASIONAL | 5 Agustus 2020

Kasal dan Kasau Terima Tanda Kehormatan Bintang Angkatan Kelas Utama

Penganugerahan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada Laksamana TNI Yudo Margono dan Marsekal TNI Fadjar Prasetyo atas jasa-jasanya.

NASIONAL | 5 Agustus 2020

Jaksa Agung Rotasi Tiga Jabatan Jaksa Agung Muda

Mutasi atau rotasi dilakukan terhadap tiga jabatan Jaksa Agung Muda (JAM) dan satu jabatan Staf Ahli Jaksa.

NASIONAL | 5 Agustus 2020

ICW Ingatkan Bahaya Mobilisasi ASN dalam Pilkada

Mobilisasi ASN oleh petahana untuk kepentingan pemenangan dalam pilkada dinilai paling berbahaya.

NASIONAL | 5 Agustus 2020

Organisasi Advokat Dinilai Lepas Tanggung Jawab soal Anita Kolokaping

Tidak ada satupun organisasi advokat yang mengakui keanggotan Anita yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri.

NASIONAL | 5 Agustus 2020

Polda Metro Masih Dalami Pembunuhan WN Taiwan yang Mayatnya Ditemukan di Subang

Korban diduga dihabisi di rumahnya kawasan Cikarang Pusat, sebelum mayatnya dibuang ke Subang.

NASIONAL | 5 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS