Sektor Swasta Harus Lebih Masif Berkontribusi Atasi Perubahan Iklim
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

Sektor Swasta Harus Lebih Masif Berkontribusi Atasi Perubahan Iklim

Kamis, 13 Agustus 2020 | 15:03 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com – Sektor swasta diharapkan dapat bekontribusi lebih masif dalam mengatasi dampak perubahan iklim serta mencapai ekonomi hijau yang inklusif dan berkelanjutan.The Global Risks Report 2020 untuk pertama kali dalam sejarah melaporkan lima risiko teratas yang mengancam umat manusia pada 10 tahun ke depan yang semuanya terkait dengan iklim dan lingkungan. Dari urutan teratas, yaitu cuaca ekstrem, kegagalan aksi iklim, bencana alam, kerusakan keanekaragaman hayati serta bencana alam yang disebabkan oleh kegiatan manusia.

Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Ruandha Sugadirman mengatakan sebagai pemilik hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia, Indonesia dapat berperan besar atas mitigasi perubahan iklim dunia. Dari upaya mitigasi perubahan iklim, pemerintah berkomitmen menurunkan emisi GRK kita sebesar 29 persen dibandingkan scenario business as usual (BAU) dengan sumber daya sendiri dan bisa mencapai 41 persen dibandingkan dengan BAU dengan bantuan dunia internasional pada tahun 2030 nanti.

Baca Juga: Mengubah Derita Abrasi Jadi Ladang Rezeki

"Kita semua sebagai komponen bangsa dapat berkontribusi dari hal yang paling kecil dengan mengubah pola perilaku yang lebih ramah lingkungan demi warisan dunia yang lebih baik untuk generasi mendatang,” ungkap Ruandha Sugadirman dalam webinar bertema “Pathways to National Climate Resilience” yang diselenggarakan Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) yang menggandeng KLHK serta Bappenas, Kamis (13/8/2020).

Demi mendukung penurunan emisi gas rumah kaca dan pembangunan rendah karbon yang menjadi target, pemerintah telah mengintegrasikan perubahan iklim serta bencana ke dalam perencanaan pembangunan baik di level nasional maupun daerah. Bahkan, dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden 18 tahun 2020 merefleksikan perhatian pemerintah yang besar pada isu perubahan iklim.

Hal ini dapat dilihat dari salah satu babnya yang secara khusus membahas lingkungan hidup, ketahanan bencana, dan perubahan iklim

Baca Juga: Menteri LHK Evaluasi Pengelolaan Taman Wisata Alam di Tengah Pandemi Covid-9

Meski begitu, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Sektor bisnis utamanya, dapat berperan besar dalam membantu pencapaian rencana ini. IBCSD sendiri dengan jejaring di level global, tengah mendorong perusahaan anggotanya untuk bersama-sama memberikan statement sebagai suara bersama dari sektor swasta untuk melindungi, memulihkan, dan menggunakan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Sustainability bukan lagi sekadar ajakan untuk menjaga lingkungan, tapi sudah menjadi salah satu penentu daya saing sebuah bisnis. Beberapa contoh dilakukan oleh anggota IBCSD, yang menggambarkan bahwa sektor swasta memiliki peran yang besar dalam mendukung ketahanan iklim nasional serta tercapainya target-target SDGs dengan upaya melindungi dan memperbaiki penggunaan ekosistem di Indonesia,” kata Chairman IBCSD Sihol Aritonang dalam sambutannya.

APRIL Group, pada 2013 menginisiasi program Restorasi Ekosistem Riau (RER) yang berkomitmen melindungi, merestorasi, dan mengonservasi ekosistem di lahan gambut. Selain itu juga turut serta menjaga stok karbon dan melestarikan keanekaragaman hayati di konsesi seluas 150.693 ha di Provinsi Riau, setara dengan luasan dua kali wilayah Singapura.

“Keberadaan RER merupakan peran sektor bisnis dalam turut menjaga dan meningkatkan ketahanan iklim nasional. Program RER membantu menjaga keanekaragaman hayati yang beberapa diantaranya endemik Sumatra dan untuk terus menyediakan jasa lingkungan bagi masyarakat," kata Nyoman Iswarayoga, External Affairs Director RER, Grup APRIL selaku salah satu pembicara.

Baca Juga: Perubahan Lingkungan Berkorelasi dengan Munculnya Penyakit

Selain itu, Abu Ashar, Director of Environment & Energy, PT Vale Indonesia, mengatakan perusahaan tambang tempatnya bernaung juga membangun peta jalan menuju penciptaan energi bersih sebelum 2030. Sebagai bagian dari komitmen Perusahaan Vale Global menuju carbon neutral tahun 2050, PT Vale Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi rumah kaca sampai 33 persen.

Bersama dengan Abu Ashar, hadir pula sebagai pembicara, Ir. Medrilzam, M.Prof.Econ, Ph.D, Direktur Lingkungan Hidup, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas; serta Marcel Silvius, Indonesia Country Representative, dari Global Green Growth Institute (GGGI Indonesia).

“Melalui kerja sama erat kami dengan Bappenas dan KLHK serta mitra pemerintah lainnya di tingkat nasional dan provinsi, GGGI terus mendukung Pemerintah Indonesia untuk mewujudkan jalur pemulihan pertumbuhan hijau dan pembangunan rendah karbon,” tambah Marcel Silvius, menjelaskan komitmen GGGI dalam mendukung Pemerintah Indonesia.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Penegakan Disiplin Bermasker, Mendagri: Harus Ada Sanksi

Pemerintah daerah pun diharapkan memiliki peraturan daerah yang dapat mengatur kewajiban mengenakan masker.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Pasien Positif Covid-19 Secapa AD Tersisa Sembilan Orang

Dari total sebanyak 1.308 pasien positif Covid-19 di Secapa AD, sudah berkurang sebanyak 1.299 orang.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Eks Bendum Demokrat Nazaruddin Bebas Murni

Nazaruddin sebelumnya divonis dua kasus berbeda dengan total masa hukuman 13 tahun pidana dan mulai ditahan pada 2011.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Harapan Baru Elang Jawa yang Terancam Punah

Menetasnya Parama di kandang hibah PPLI menjadi harapan baru pengembangbiakan Elang Jawa yang terancam punah.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Sambut HUT Kemerdekaan RI, Pelindo 1 Tanam 2.020 Bibit Mangrove

Mangrove merupakan ekosistem yang memberikan banyak manfaat bagi keseimbangan lingkungan.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Menteri Dilarang Tinggalkan Jakarta hingga 22 Agustus 2020, Reshuffle?

Salah satu staf pejabat di lingkungan Istana, menolak berkomentar banyak menyangkut para menteri harus tetap di Jakarta.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Pilkada Medan, PKS dan Demokrat Belum Umumkan Akhyar-Salman

Hariyanto mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Lawan Covid-19, Polres Manggarai Luncurkan Kampung Tangguh

Kampung Tangguh dibuat sebagai sebuah usaha Polri untuk ikut ambil bagian dalam upaya pencegahan dan penanganan penyebaran virus corona.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Gayus Lumbuun: Perma 1/2020 Jangan Sampai Belenggu Independensi Hakim

Pasal 27 UUD 1945 menyatakan, kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan yang mandiri dan bebas.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Dana Bantuan Program Subsidi Pekerja di Sulteng Dicairkan Mulai September 2020

Saat ini sedang dilakukan pendataan terkait jumlah pekerja swasta yang akan menerima bantuan program subsidi pekerja dari pemerintah.

NASIONAL | 13 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS