Banyak Guru Belum Rapid Test, KBM Tatap Muka di Serang Dimulai
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Banyak Guru Belum Rapid Test, KBM Tatap Muka di Serang Dimulai

Selasa, 18 Agustus 2020 | 16:36 WIB
Oleh : Laurens Dami / CAH

Serang, Beritasatu.com - Kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka di Kota Serang mulai dibuka hari ini, Selasa (18/8/2020). Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mengklaim sekitar 90 persen orang tua siswa telah setuju sekolah tatap muka dibuka kembali.

Namun, ada hal yang mengkhawatirkan yakni sebanyak 98,7 persen guru SD dan SMP belum mengikuti rapid test Padahal, itu menjadi salah satu syarat KBM secara tatap muka dilakukan. Faktanya, dari jumlah total guru SD dan SMP di Kota Serang sebanyak 7.000 orang, baru sebanyak 94 orang yang telah mengikuti rapid test.

Wali Kota Serang Subadri Ushuludin mengatakan, pihaknya membolehkan siswa tetap belajar secara daring (dalam jaringan) jika tidak mendapat izin dari orang tuanya.

Baca Juga: Ditemukan 3 Kasus Baru Covid-19, Sekolah Tatap Muka di Cilegon Dihentikan

“Dikasih keleluasan ke wali murid, ketika ada wali murid yang keberatan belajar tatap muka, maka harus dilayani secara daring,” kata Subadri saat meninjau hari pertama pembukaan sekolah di SMPN 11 Kota Serang.

Di tempat yang sama, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang Nursalim menyampaikan, kendati sekolah tatap muka sudah resmi dibuka, namun hingga saat ini sebagian besar guru di Kota Serang belum menjalani rapid test. Padahal, rapid test adalah salah satu syarat wajib yang harus dilakukan setiap guru yang akan mengajar.

“Kepala sekolah akan saya panggil. Kalau guru yang tidak mau mengikuti rapid test kita akan sanksi, sanksinya apa kita akan tentukan,” kata Nursalim.

Nursalim menegaskan, pihaknya akan mendorong para guru untuk mengikuti rapid test. Mereka dan tak segan-segan akan menutup sekolah yang gurunya belum menjalani rapid test.

Baca Juga; IDAI: Zonasi Covid-19 Tidak Bisa Jadi Patokan Keamanan Pembukaan Sekolah

Rapid test ada yang melalui umum dan ada yang melakukannya secara pribadi. Sebagai bukti telah mengikuti rapid test harus ada keterangan dokter. Kita belum tahu berapa jumlah pasti guru yang telah mengikuti rapid test. Rapid test itu wajib. Makanya pengawas sedang mendata dan melaporkan ke kita. Kalau ada yang belum rapid test kita akan tutup,” tegasnya.

Nursalim menuturkan, sekolah tatap muka berlangsung hanya 3 jam dengan dibagi dua shift. Hal tersebut dilakukan dalam rangka melaksanakan protokol pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).

“Setiap pergantian shift kita langsung semprotkan ruangan dengan disinfektan,” katanya

Berdasarkan pantauan di SMPN 11 Kota Serang, siswa datang ke sekolah dengan memakai masker. Sebelum memasuki ruang belajar siswa diharuskan mencuci tangan dengan sabun di tempat yang telah disediakan. Siswa juga diminta untuk tetap menjaga jarak, termasuk ketika di dalam kelas.

“Anak-anak kita pertama masuk harus cuci tangan, pakai hand sanitizer, cek suhu badan, pakai masker semua dan mengatur jarak sehingga penularan Covid-19 ini tidak akan terjadi di anak-anak sekolah kita,” ujar Wali Kota Serang Syafrudin.

Rencananya Pemkot Serang akan mengevaluasi sistem KBM tatap muka ini pekan depan atau dua pekan mendatang.

Baca Juga: Ini Persyaratan Pembukaan Sekolah di Zona Kuning

Kurang Siap

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang dinilai belum siap melaksanakan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19. Ketua DPRD Kota Serang, Budi Rustandi mengatakan, setelah melakukan kunjungan ke sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan secara umum belum siap melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Secara umum kalau persiapan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan belum siap. Jangan terlalu buru-buru,” ujarnya kepada wartawan saat meninjau SMPN 1 Kota Serang, Selasa (18/8/2020).

Budi menegaskan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan harus mempersiapkan secara matang, terutama sarana pendukung bagi orang tua siswa, termasuk pelaksanaan rapid test bagi guru harus didahulukan.

“Jangan terlalu buru-buru. Misalnya di SMPN 1 ada kurang lebih 1.000 siswa, harus diperhatikan teknis pembelajarannya,” katanya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

6 Bulan Bekerja, KPK Firli Tangani 160 Perkara, 53 Tersangka

Dari 53 orang yang ditetapkan tersangka, penyidik telah menahan 38 orang.

NASIONAL | 18 Agustus 2020

Wapres Beberkan Bukti Pencapaian Pembangunan Nasional Pemerintah Cukup Membanggakan

Menurut Wapres KH Ma'ruf Amin pencapaian pemerintah dalam pembangunan nasional hanya terganggu ketika pandemi Covid-19 datang.

NASIONAL | 18 Agustus 2020

Satgas Covid-19 Jateng Siapkan Operasi Penegakan Serentak

Rencananya operasi akan dimulai pekan depan setelah melalui tahap sosialisasi kepada masyarakat.

NASIONAL | 18 Agustus 2020

Jateng Bentuk Tim Persiapan Pembelajaran Kebiasaan Baru

Tim ini dibentuk di tingkat provinsi dan cabang dinas untuk mengawal persiapan pembukaan sekolah.

NASIONAL | 18 Agustus 2020

Polisi Tangkap 10 Pelaku Penyerangan Rumah Habib Umar Assegaf di Solo

Dari 10 orang penyerang yang ditangkap, enam di antaranya termasuk S resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

NASIONAL | 18 Agustus 2020

Wawan: BIN Rangkul Eks Napiter Kembali ke NKRI

Rehabilitasi eks Napiter merupakan upaya memanusiakan manusia sekaligus upaya memberikan kesempatan kedua untuk menebus kesalahannya di masa lalu.

NASIONAL | 18 Agustus 2020

Akibat Covid-19, Gedung DPRD Medan Ditutup 14 Hari

Gedung DPRD Medan terpaksa ditutup selama 14 hari setelah dua orang kepala sub bagian (Kassubag) dinyatakan positif Covid-19.

NASIONAL | 18 Agustus 2020

Mahasiswi Asal Jember Menangi Lomba Pidato Pancasila BNPT

Pengumuman pemenang secara daring dilakukan bersamaan dengan peringatan HUT ke-75 Republik Indonesia (RI).

NASIONAL | 18 Agustus 2020

Pentingnya Bangun Manpower Planning

Pemerintah diharapkan membangun manpower planning atau perencanaan sumber daya manusia (SDM).

NASIONAL | 18 Agustus 2020

Dinkes Sumut: Hubungi Kami jika RS Butuh APD Covid-19

Bila manajemen rumah sakit tidak memiliki biaya untuk membeli APD maka sebaiknya segera dilaporkan ke dinas kesehatan.

NASIONAL | 18 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS