Seluruh Korban Banjir Bandang Sukabumi Sudah Ditemukan
INDEX

BISNIS-27 448.452 (2.34)   |   COMPOSITE 5112.19 (31.86)   |   DBX 973.986 (8.67)   |   I-GRADE 139.714 (1.48)   |   IDX30 428.304 (2.58)   |   IDX80 113.764 (0.56)   |   IDXBUMN20 291.927 (3.17)   |   IDXG30 119.182 (0.2)   |   IDXHIDIV20 379.228 (3.03)   |   IDXQ30 124.656 (0.92)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.7)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (-0.32)   |   IDXV30 107.478 (0.14)   |   INFOBANK15 831.648 (11.11)   |   Investor33 374.125 (2.2)   |   ISSI 151.171 (0.09)   |   JII 550.867 (-0.37)   |   JII70 188.056 (-0.11)   |   KOMPAS100 1022.34 (4.05)   |   LQ45 789.815 (4.4)   |   MBX 1412.7 (8.24)   |   MNC36 280.331 (1.41)   |   PEFINDO25 282.464 (2.47)   |   SMInfra18 241.575 (1.13)   |   SRI-KEHATI 316.512 (2.46)   |  

Seluruh Korban Banjir Bandang Sukabumi Sudah Ditemukan

Kamis, 24 September 2020 | 22:21 WIB
Oleh : Adi Marsiela / CAH

Sukabumi, Beritasatu.com - Tim SAR gabungan dari berbagai elemen akhirnya menemukan satu dari tiga korban hanyut akibat banjir bandang yang melanda tiga kecamatan di kaki Gunung Salak, Kabupaten Sukabumi pada Senin, 21 September 2020. Korban terakhir, atas nama Jajo, 25 tahun ditemukan dalam radius 15 kilometer dari lokasi kejadian pada Kamis (24/9/2020).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SAR Mission Coordinator, Hendra Sudirman memaparkan, proses pencarian dilakukan dengan menyisir Sungai Citatih menggunakan perahu hingga 20 kilometer dari lokasi bencana serta pencarian di darat hingga radius 10 kilometer.

Dua tim pencarian itu terdiri dari puluhan orang. Pencarian membuahkan hasil pada pukul 15.08 WIB. “Langsung dievakuasi menuju Rumah Sakit Sekarwangi,” kata Hendra dalam pernyataan tertulisnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir yang berdampak pada 11 desa pada tiga kecamatan itu mengakibatkan tiga korban meninggal, 10 korban luka-luka, 78 jiwa mengungsi, serta merusak setidaknya 127 unit rumah. Dua korban meninggal lainnya, Jeje (58 tahun) dan Hasyim (70 tahun) ditemukan sehari pasca-bencana.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengungkapkan, banjir itu dipicu oleh volume hujan tinggi di Sukabumi. Air hujan yang melimpah itu masuk ke wilayah sungai yang rusak dan banyak terjadi erosi serta sedimentasi. Kondisi itu berpotensi membentuk bendung alami pada bagian hulu sungai.

Saat terganggu keseimbangannya karena tekanan volume air dari intensitas hujan tinggi, bendung alami itu berpotensi mengakibatkan limpasan air dengan lumpur dalam jumlah besar dan cepat. Kondisi ini disebut banjir bandang.

Raditya menyimpulkan dari berbagai analisa dan hasil monitoring tersebut, banjir bandang terjadi akibat luapan Sungai Citarik-Cipeucit dan Sungai Cibojong.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Jawa Barat, Budi Budiman mengungkapkan, banjir bandang itu merusak fasilitas umum seperti enam unit jembatan serta satu musala.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Barcelona Konfirmasi Suarez Pindah ke Atletico Madrid

Perpindahan ke Atletico Madrid mengakhiri enam tahun kebersamaan Suarez bersama Barcelona.

NASIONAL | 24 September 2020

Kasus Jiwasraya, Direktur Maxima Integra Dituntut Penjara Seumur Hidup

Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto dituntut hukuman seumur hidup dan denda Rp 1 miliar dalam kasus korupsi Jiwasraya

NASIONAL | 24 September 2020

Skema Dana BOS Tahun Depan Diubah, Pakar: Kemdikbud Harus Punya Basis Data yang Baik

Jika tidak, maka formula yang dibuat itu bisa menjadi tidak efektif daya berlakunya.

NASIONAL | 24 September 2020

Sejumlah Pasal di UU ITE Jadi Sorotan

Beberapa pasal di UU ITE dianggap masih kontroversial.

NASIONAL | 24 September 2020

UU ITE Dianggap Bertolak Belakang dengan Kebebasan Berpendapat

Seseorang bisa dengan begitu mudahnya dipidanakan melalui UU ITE yang belum tentu memenuhi unsur-unsur pelanggaran pidana.

NASIONAL | 24 September 2020

Pengembangan Kasus Adik Zulhas, KPK Jerat Eks Kadis PUPR Lampung Selatan

KPK tetapkan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan, Hermansyah Hamidi sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek infrastruktur di Pemkab Lampung Selatan

NASIONAL | 24 September 2020

Emisi Gas Rumah Kaca Ditargetkan Menurun 314 Juta Ton CO2 hingga 2030

Estimasi kebutuhan investasi untuk menurunkan emisi sebesar 314 juta CO2 adalah Rp 3.500 triliun.

NASIONAL | 24 September 2020

Komisi III DPR Nilai Pengelolaan Lapas Tidak Profesional

Kaburnya Cai Changpan dari Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten, menjadi bukti sengkarut penanganan lapas yang jauh dari kategori profesional.

NASIONAL | 24 September 2020

Sepekan Pengetatan di Kota Bandung, Infeksi Covid-19 Masih Meningkat

Level kewaspadaan oranye itu berarti memiliki risiko sedang dalam konteks kenaikan kasus.

NASIONAL | 24 September 2020

Penanganan Pandemi Membaik, Angka Kematian Turun di Jabar

Sebelum ada koordinasi dari Pak Menko itu, (tingkat kematian akibat Covid-19) di Jabar 2,4%, sekarang di angka 1,88 %.

NASIONAL | 24 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS