Mahfud: Bisa Saja KKB Sebagai Pelaku Pembunuhan Pendeta Yeremia
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

Mahfud: Bisa Saja KKB Sebagai Pelaku Pembunuhan Pendeta Yeremia

Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:20 WIB
Oleh : Roberth Wardhy / CAH

Jakarta, Beritasatu.com – Menko Polhukam Mahfud MD mengemukakan selain dugaan kepada aparat keamanan, ada dugaan pihak ketiga yang membunuh Pendeta Yeremia Zanambani di Distrik Hitadipa, Intan Jaya, Papua, tanggal 19 September 2020. Pihak ketiga itu adalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang selama ini menebar kekerasan dan penembakan terhadap masyarakat Papua.

“Kan tidak bisa dihindari kemungkinan pihak ketiga. Itu kan memang waktu itu kan dugaan-dugaan yang muncul di luar, ada yang menduga aparat, kita selidiki. Ada yang menduga pihak ketiga, kalau pihak ketiga itu kan teorinya teori konspirasi aja. Itu bisa KKB yang membunuh lalu nanti dituduhkan ke aparat, kan gitu. Itu teori konspirasinya,” kata Mahfud saat mengumumkan hasil kerja Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya di Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (21/10/2020).

Ia menjelaskan siapa pelaku sesungguhnya sedang dicari oleh aparat kepolisian. Pasalnya hasil kerja TGPF bukan sebagai kesimpulan hukum yang bisa langsung dibawa ke pengadilan. Apa yang dikerjakan TGPF hanya ingin memberi terang atas peristiwa yang terjadi.

Ketua TGPF Benny Josua Mamoto mengemukakan tidak ada satupun saksi yang melihat langsung saat Pendeta Yeremia meninggal. Yang terjadi adalah pasca kejadian, istri korban mencari karena tidak pulang-pulang. Setelah dicari, ditemukan di kandang Babi.

“Sejauh ini, belum ada saksi mata yang melihat langsung kejadian. Jadi ketika terjadi peristiwa kami belum temukan saksi itu. Kita tidak tahu nanti perkembangan berikutnya. Karena kita juga setelah membangun trust dengan keluarga dan tokoh-tokoh setempat, mereka sepakat ingin beri info seandainya ada perkembangan,” jelas Benny.

Dia menyebut TGPF telah menemui istri korban. Kemudian melakukan olah tempat perkara (TKP). Tim juga ke makam Pendeta Yeremia dan keluarga setuju untuk melakukan otopsi.

“Tim ketika turun membuka ruang seluas-luasnya atas segala kemungkinan siapa pelakunya, kelompok apa dan motifnya apa. Jadi ketika turun nggak langsung pake kacamata kuda ke satu pihak. Semua pihak kita dengar, semua pihak kita ajak bicara, semua pihak kita minta data dan infonya,” tutur Benny.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mendagri Tegaskan Tidak Pernah Larang Peringatan Maulid

Mendagri menegaskan bahwa tidak pernah meminta meniadakan apalagi melarang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada libur panjang pekan mendatang.

NASIONAL | 21 Oktober 2020

Kejagung Tangkap DPO Kasus Korupsi Pembangunan Infrastruktur

Terpidana kasus korupsi pembangunan infrasutruktur Sunarko yang masuk dalam DPO Kejaksaan Negeri Tual ditangkap di kamar Hotel Asnof, Pekanbaru, Provinsi Riau.

NASIONAL | 21 Oktober 2020

Satgas Covid-19 Ingatkan Warga Terapkan 3M Saat Libur Panjang

Satgas Penanganan Covid-19 Sumut kembali mengingatkan masyarakat untuk disiplin menerapkan 3M saat menikmati momen libur panjang di akhir bulan Oktober ini.

NASIONAL | 21 Oktober 2020

Pandemi Covid-19, Kemdagri Telah Bagikan 39 Juta Masker ke Daerah

Kementerian Daam Negeri sudah membagikan 39 juta masker ke daerah-daerah.

NASIONAL | 21 Oktober 2020

Mahfud Tandaskan yang Minta TNI dan Polri Ditarik dari Papua, KKB

Mahfud MD mengemukakan sangat keliru jika mengatakan masyarakat Papua meminta agar aparat TNI dan Polri ditarik dari Papua.

NASIONAL | 21 Oktober 2020

Warga Keluhkan Jalan Berlubang dan Bantuan UMKM ke Gibran

Warga Sumber, Banjarsari mengeluhkan jalan yang berlubang serta bantuan bagi para pelaku UMKM ke Gibran yang melakukan blusukan virtual, Rabu (21/10/2020).

NASIONAL | 21 Oktober 2020

Jumat, Polri Tetapkan Tersangka Kebakaran Gedung Kejagung

Mabes Polri akan melakukan penetapan tersangka kasus kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung, Jumat (23/10/2020).

NASIONAL | 21 Oktober 2020

Pentingnya Pendampingan Belajar Online di Luar Jam Sekolah

Layanan Guru dari Kelas Pintar yang akan menjadi supporting system bagi sekolah atau institusi pendidikan formal.

NASIONAL | 21 Oktober 2020

Gempa Tektonik M 4,4 Guncang Sigi, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa bempa bumi tidak berpotensi tsunami.

NASIONAL | 21 Oktober 2020

Kasus Covid-19 Meningkat, Tiga Pasar Tradisional di Kerinci Dututup

Puluhan kasus positif Covid-19 di daerah itu terlacak dari kontak dengan orang lain di pasar tradisional.

NASIONAL | 21 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS