Gain: Perlu Upaya Bersama Perbaiki Sistem Pangan di Indonesia
INDEX

BISNIS-27 491.129 (11.99)   |   COMPOSITE 5612.42 (112.33)   |   DBX 1062.36 (4.11)   |   I-GRADE 161.886 (4.37)   |   IDX30 478.794 (12.21)   |   IDX80 126.714 (3.02)   |   IDXBUMN20 355.426 (9.57)   |   IDXG30 131.028 (2.32)   |   IDXHIDIV20 432.126 (9.85)   |   IDXQ30 139.823 (3.69)   |   IDXSMC-COM 243.691 (3.69)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (6.8)   |   IDXV30 122.487 (4.61)   |   INFOBANK15 946.8 (29.41)   |   Investor33 412.464 (10.19)   |   ISSI 165.112 (2.43)   |   JII 597.802 (9.53)   |   JII70 206.187 (3.44)   |   KOMPAS100 1134.88 (27.52)   |   LQ45 883.061 (21.77)   |   MBX 1552.46 (34.83)   |   MNC36 308.511 (7.09)   |   PEFINDO25 308.232 (9)   |   SMInfra18 281.756 (5.87)   |   SRI-KEHATI 352.482 (8.96)   |  

Gain: Perlu Upaya Bersama Perbaiki Sistem Pangan di Indonesia

Rabu, 21 Oktober 2020 | 23:24 WIB
Oleh : Chairul Fikri / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Yayasan Global Alliance for Improved Nutrition (Gain) bersama pemerintah serta lembaga aliansi lainnya terus mendorong kesadaran masyarakat untuk mengurangi susut dan limbah pangan di Indonesia terutama saat pandemi Covid-19 ini. Lantaran dengan kegiatan ini, diharapkan akan mampu menyelamatkan masyarakat Indonesia yang terancam kelaparan akibat merosotnya daya beli masyarakat akan bahan pangan.

Acting Country Representative Gain Indonesia, Agnes Mallipu menuturkan pandemi Covid-19 ini telah mengancam hampir 690 juta orang di dunia kelaparan. Jumlah ini bertambah 10 juta orang pada tahun 2019 dan diperkirakan akan meningkat sebesar 83-132 juta orang jika pandemi ini tidak dapat segera diatasi.

"Untuk mengatasi masalah ini, perlu upaya bersama untuk memperbaiki sistem pangan di dunia dan khususnya di negara kita, yang dapat memastikan tersedianya pangan bergizi yang terjangkau untuk semua dengan tetap menjaga kondisi lingkungan hidup dan memastikan keberlanjutan perekonomian masyarakat," ungkap Agnes dalam keterangannya, Rabu (21/10/2020).

Agnes sendiri menjelaskan transformasi sistem pangan membutuhkan langkah nyata, baik dari sistem produksi, penyimpanan dan transportasi, pengolahan dan gizi makanan, sistem pemasaran dan penjualan makanan. Tidak ketinggalan pola konsumsi makanan yang tepat dan tidak boros.

"Salah satu komponen sistem pangan yang perlu diperbaiki adalah dengan mengurangi susut pangan (food loss). Semua orang berperan penting dalam upaya perbaikan sistem pangan. Mereka dapat menjadi pahlawan pangan (food hero) agar perilaku untuk untuk mengurangi susut makanan dapat menjadi kebiasaan dan berkelanjutan dalam pekerjaan dan kehidupan kita semua," lanjutnya.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSKP) Artati Widiarti menegaskan Kementerian Kelautan dan Perikanan mendukung langkah yang dilakukan Gain dan JP2GI yang peduli akan banyaknya susut dan limbah pangan.

Menurut Artati, permasalahan ini tidak saja berdampak pada perekonomian masyarakat tetapi juga pada pemenuhan gizi masyarakat.

"Kami berupaya melakukan pengembangan inovasi produk, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan edukasi publik, pengembangan infrastruktur, penyederhanaan regulasi dan birokrasi, serta transformasi ekonomi yang telah dijabarkan ke dalam 7 Agenda Pembangunan (AP) RPJMN 2020-2024," tandas Artati.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

31 Santri di Medan Terpapar Covid-19

Dari 31, 28 diantaranya sudah dinyatakan sembuh dan kini masih harus menjalani isolasi selama 14 hari.

NASIONAL | 21 Oktober 2020

MUI Batal Membahas Usulan Masa Jabatan Presiden dalam Munas

Hadirnya usulan masa bakti presiden selama satu periode saja itu bertujuan agar presiden betul-betul menjalankan tugasnya.

NASIONAL | 21 Oktober 2020

IPB University Akan Berikan Gelar Doktor Honoris Causa kepada Doni Monardo

Doni Monardo dinilai pantas untuk memperoleh pengakuan dan penghargaan atas karya, prestasi, dedikasi, dan kontribusi yang luar biasa dalam bidang Ipteks.

NASIONAL | 21 Oktober 2020

Wisudawan UBL Diharapkan Berikan Kontribusi untuk Bangsa

Universitas Budi Luhur (UBL) yang menggelar wisuda program magister, sarjana dan ahli madya Periode Gasal 2019/2020 secara tatap muka.

NASIONAL | 21 Oktober 2020

Banyak Kalangan Belum Paham Tahapan Kerja Arsitektur

Pemberi tugas atau pekerjaan ingin tahapan arsitektur disatukan untuk memudahkan urusan.

NASIONAL | 21 Oktober 2020

Dirjen Dikti: Pandemi Tidak Hentikan Tridharma Perguruan Tinggi

Contoh program dilakukan mahasiswa adalah menjadi relawan dalam program Relawan Covid-19 (Recon) yang diikuti oleh 15.000 mahasiswa kesehatan.

NASIONAL | 21 Oktober 2020

Bertemu PP Muhammadiyah, Jokowi Jelaskan Pentingnya UU Ciptaker

Presiden mengakui bahwa komunikasi politik antara pemerintah dengan masyarakat terkait UU Cipta Kerja memang kurang dan perlu diperbaiki.

NASIONAL | 21 Oktober 2020

Tingkatkan Kompetensi Ilmu Kebidanan, Martha Tilaar Gandeng Stikes RSPAD Gatot Soebroto

Dalam kerja sama ini, Martha Tillar akan membantu merumuskan secara bersama kurikulum komplementer treatment Prodi S1 Kebidanan.

NASIONAL | 21 Oktober 2020

Indofood Serahkan Dana Riset bagi 60 Mahasiswa S1

Penerima dana riset Indofood juga mendapatkan bimbingan dan pendampingan oleh pakar-pakar yang sudah dikenal baik di Indonesia maupun di tingkat global.

NASIONAL | 21 Oktober 2020

Satgas Covid-19 Harap Libur Panjang Tidak Tingkatkan Kasus Baru

Satgas Covid-19 meminta agar masyarakat tidak lengah dan lebih waspada terhadap penyebaran Covid-19.

NASIONAL | 21 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS