KPSN Desak PSSI Pecat Anggota Terlibat Pengaturan Skor

KPSN Desak PSSI Pecat Anggota Terlibat Pengaturan Skor
Diskusi Komite Perubahan Sepakbola Nasional (KPSN) bertema menuju sepakbola bersih, berprestasi tanpa Mafia yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019. ( Foto: istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Rabu, 9 Januari 2019 | 20:29 WIB

Jakarta - Gaung perubahan sepakbola nasional terus disuarakan beberapa elemen masyarakat. Salah satunya datang dari Komite Perubahan Sepakbola Nasional (KPSN). Lewat diskusi dengan para anggota PSSI di Hotel Bidakara, Jakarta, Rau (9/1) dihasilkan dua rekomendasi kepada PSSI.

Rekomendasi pertama adalah mengusulkan agar anggota Komite Eksekutif PSSI dan pengurus PSSI yang menjadi tersangka kasus match-fixing untuk dipecat dengan tidak hormat di Kongres PSSI 2019. Kedua, mendorong satuan petugas anti mafia bola Polri untuk memberantas secara tuntas praktek match-fixing melalui penegakkan hukum yang adil tanpa pandang bulu sesuai dengan kesetaraan dalam hukum.

Pertemuan tersebut dihadiri 12 Asosiasi Provinsi PSSI, lima klub yaitu Madura FC, Aceh United, Persiraja Banda Aceh, Persika Karawang, Persiwa Wamena, Persijap Jepara, plus dua Asosiasi Kota PSSI yakni Askot Depok dan Jakarta Timur.

KPSN berharap hasil dari pertemuan ini bisa diteruskan dalam Kongres PSSI yang akan digelar di Bali, 20 Januari 2019 nanti.

"Semua pihak harus punya niat baik memperbaiki sepakbola nasional. Rekomendasi yang kita sampaikan adalah aspirasi yang kami suarakan melalui KPSN. Kita harus hargai niat baik KPSN yang masih memiliki perhatian terhadap sepakbola nasional," ujar Sabarudin Labamba, ketua Asprov PSSI Sulawesi Tenggara yang hadir dalam pertemuan itu.

Hal senada juga dituturkan Presiden Klub Persijap Jepara, Esti Puji Lestari, yang juga ikut dalam pertemuan tersebut. "Kami akan menitipkan aspirasi kami ini ke pemilik suara yang akan hadir dalam Kongres PSSI nanti," ucap Esti.

Berdasarkan Statuta PSSI terbaru, Kongres PSSI bakal diikuti 96 pemilik suara. Rinciannya, 18 klub dari Liga 1, 16 klub teratas Liga 2, 16 klub teratas Liga 3, delapan klub teratas Liga 4, 34 delegasi Asprov PSSI, serta masing-masing satu suara dari Federasi Futsal Indonesia, Asosiasi Wasit, Asosiasi Pelatih, dan Asosiasi Sepakbola Wanita.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE