Tiga Orang Jadi Tersangka Perusak dan Pencuri Barang Bukti Kasus Bola

Tiga Orang Jadi Tersangka Perusak dan Pencuri Barang Bukti Kasus Bola
Satgas Anti Mafia Bola bersiap melakukan penggeledahan di kantor PT Liga Indonesia di kawasan Rasuna Said, Jakarta, 1 Februari 2019. Penggeledahan kantor penyelenggara kompetisi sepak bola profesional di Indonesia tersebut terkait kasus dugaan pengaturan skor. ( Foto: Antara / Dhemas Reviyanto )
Farouk Arnaz / JAS Sabtu, 9 Februari 2019 | 11:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Satgas Antimafia Bola menetapkan tiga orang tersangka pencurian dan perusakan barang bukti di kantor Komdis PSSI di Jalan Rasuna timur Menteng Atas Setia Budi Jakarta Selatan.

Mereka adalah Muhammad Mardani alias Dani, Musmuliadi alias Mus, dan Abdul Gofur. Mereka disangka bersama-sama melakukan pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki tempat dengan cara membongkar, merusak, atau menghancurkan barang bukti.

“Lokasi itu sebenarnya telah dipasang police line (namun dirusak dan dicuri tersangka). Ini melanggar Pasal 363 dan atau Pasal 235 KUHP dan atau Pasal 233 KUHP dan atau Pasal 232 KUHP dan atau Pasal 221 KUHP jo Pasal 55 KUHP. Tersangka tidak ditahan dengan pertimbangan kooperatif saat pemeriksaan,” kata Karo Penum Polri Brigjen Dedi Prasetyo Sabtu (9/2).

Pernyataan Dedi ini sebenarnya menjawab pertanyaan menyusul info yang sebelumnya beredar di kalangan wartawan Mabes Polri. Isi info itu adalah laporan kepada Kasatgas Antimafia Bola dari Kasubsatgas Antimafia Bola.

Dalam info itu disebut penetapan tiga tersangka setelah polisi memeriksa sejumlah saksi. Yakni Edi Sujarwo (sekuriti apartemen Taman Rasuna) yang melihat ada dua orang memasuki lobi Tower 9 Apartemen Taman Rasuna dengan tangan kosong dan keluar dengan membawa sejumlah barang.

Lalu saksi Mohamad Subekti (staf keuangan Persija) yang mengetahui info dari Muhammad Mardani bahwa laptop dan recorder CCTV yang merupakan inventaris PT Persija sudah diambil Muhammad Mardani.

Juga saksi Muhamad Tri Nursalim (office boy PT Persija) yang mengetahui bahwa Muhammad Mardani dan Musmuliadi memasuki kantor Komdis PSSI yang sudah diberi garis polisi.

Dalam info itu ditulis jika Musmuliadi bersama dengan Muhammad Mardani—yang sudah jadi tersangka— memasuki Komdis PSSI dengan cara membongkar akses masuk lain menuju TKP.

Mereka, masih kata info itu, diperintah Joko Driyono untuk mengambil recorder CCTV, laptop inventaris beberapa dokumen dan HP milik Joko. Muhammad Mardani adalah sopir Joko Driyono.

Sedangkan tersangka Abdul Gofur—masih menurut info itu—adalah office boy yang berperan sebagai penyimpan recorder CCTV dan laptop inventaris milik PT Persija serta beberapa dokumen dan HP serta laptop milik Joko Driyono.

“Berita (info) yang beredar itu tidak terkonfirmasi kebenarannya. Yang benar terkonfirmasi hanyalah penyidik Satgas Antimafia Bola telah menetapkan tersangka tiga orang,” kilah Dedi.



Sumber: BeritaSatu.com