Satgas Antimafia Bola Awasi Kompetisi Liga 1

Satgas Antimafia Bola Awasi Kompetisi Liga 1
Kepala Satgas Antimafia Bola Brigjen Pol Hendro Pandowo bersama tim. ( Foto: Beritasatu.com/Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / CAH Rabu, 14 Agustus 2019 | 14:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Satgas Antimafia Bola jilid dua, menggelar rapat koordinasi untuk menentukan langkah ke depan guna menuntaskan kasus-kasus yang belum tertangani dan menciptakan persepakbolaan yang bersih, bermartabat serta berprestasi.

Selain penuntasan kasus, Satgas Antimafia Bola jilid dua juga melebarkan sayap dengan membentuk 13 satgas wilayah untuk mengawasi pagelaran kompetisi sepakbola nasional.

Kepala Satgas Antimafia Bola Brigjen Pol Hendro Pandowo mengatakan, Satgas Antimafia Bola jilid pertama telah menyelesaikan empat laporan polisi dan menahan tujuh tersangka yang semuanya sudah menerima vonis dari pengadilan.

"Dan, saat ini karena ekspektasi masyarakat sangat tinggi untuk dibentuk kembali, diperpanjang Satgas Antimafia Bola jilid dua. Sehingga hari ini kita melaksanakan rapat koordinasi untuk menentukan langkah ke depan," ujar Hendro, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (14/8/2019).

Sebagai gambaran, kata Hendro, tugas satgas ke depan adalah menuntaskan kasus-kasus yang belum rampung. Termasuk, membentuk 13 satgas wilayah untuk mengawasi kompetisi sepak bola nasional.

"Tentunya yang pertama di samping untuk memenuhi ekspektasi masyarakat pecinta sepak bola untuk mewujudkan persepakbolaan yang bersih, bermartabat, dan berprestasi juga tentunya menuntaskan beberapa kasus di Satgas Antimafia Bola pertama yang belum selesai. Akan kita tuntaskan, kita selesaikan. Kemudian yang berikutnya, dalam rapat koordinasi ini kita undang Satgas Antimafia Bola yang dibentuk dengan mengembangkan sayapnya, membentuk 13 satgas wilayah daerah, di mana dilangsungkannya pertandingan Liga 1 di Indonesia," ungkap Hendro.

Hendro menyampaikan, tugas satgas wilayah memonitoring, melihat dan mengawasi pelaksanaan pertandingan sepakbola Liga 1 yang berlangsung di wilayah.

"Mana kala ditemukan suatu pelanggaran pidana, maka kita juga akan melakukan penyelidikan dan penyidikan, sampai memproses seperti yang sudah kita lakukan sebelumnya. Mohon doa restu dari masyarakat Indonesia agar apa yang kita laksanakan dapat dijalankan dengan baik," katanya.

Menurut Hendro, pengawasan dan monitoring pertandingan Liga 1 dilaksanakan lebih kepada tindakan preventif atau pencegahan.

"Tentunya apa yang sudah kita lakukan dengan memproses para pelaku yang di Satgas Antimafia Bola jilid 1, memberikan efek jera. Jangan sampai terjadi lagi di ke depan," tegas Hendro yang juga menjabat sebagai Karo Provos Divisi Propam Polri itu.

Hendro menjelaskan, satgas wilayah dikomandoi setiap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda setempat. Diantaranya, Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Timur, Polda Bali, Polda Lampung, Polda Sumatera Barat, Polda Riau, Polda Sulawesi Selatan, Polda Kalimantan Timur, Polda Kalimantan Selatan, Polda Kalimantan Tengah, dan Polda Papua.

"Ya hampir sama (pengawasannya dengan jilid pertama). Kita ketahui bersama bahwa beberapa modus di jilid pertama adanya transfer uang, kemudian ada yang melibatkan semua orang yang pernah kita lakukan penangkapan dan penahanan," katanya.

Hendro mengungkapkan, apabila ditemukan tindakan pidana penanganannya dilakukan di daerah. "Di daerah itu (penanganannya). Harapan kita tidak ditemukan kembali adanya pengaturan skor pertandingan sepak bola di Indonesia. Tapi kalau ditemukan satu tindak pindana, tentunya tidak ragu-ragu kita akan melakukan proses penyelidikan dan penyidikan," ucapnya.

Menyoal apa saja kasus yang belum tuntas ditangani satgas jilid pertama, Hendro menuturkan, diantaranya kasus yang menjerat Vigit Waluyo (VW) dan mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Hidayat (H).

"Ada kasus VW belum selesai, kasus H belum tuntas. Belum ada (tersangka baru sejauh ini), harapan kita tidak ada," tandasnya



Sumber: BeritaSatu.com