Ketatnya Peta Persaingan Kompetisi IJL 2019 Lahirkan Pemain Berkualitas

Ketatnya Peta Persaingan Kompetisi IJL 2019 Lahirkan Pemain Berkualitas
CEO IJL, Rezza Lubis mendampingi tim Giras Soccer School yang menjadi jawara Indonesia Junior League (IJL) musim 2019 kategori U-11. ( Foto: Istimewa )
Hendro D Situmorang / AMA Selasa, 3 Desember 2019 | 12:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Peta persaingan kompetisi sepakbola usia dini Indonesia Junior League (IJL) musim 2019 di kategori U-9 dan U-11 sangat ketat, sehingga mampu melahirkan pemain-pemain yang berkualitas.

CEO Indonesia Junior League, Rezza Lubis dalam pernyataan tertulis yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Selasa (3/12/2019) mengaku, ada beberapa perubahan cukup signifikan yang terjadi pada musim 2019. Salah satunya adalah soal tingkat persaingan. Terbukti, tim-tim debutan dengan gagahnya meramaikan peta persaingan sejak babak penyisihan grup. Menariknya, IJL dari musim ke musim memang tidak ada tim yang terlalu superior, imbasnya lahir kompetisi yang berkelas dan pemain berkualitas.

"Selamat untuk tim yang berhasil meraih podium tertinggi, ini hasil kerja keras dari sebuah kompetisi yang level persaingannya sangat sulit ditebak. Banyak kejutan, di luar dugaan. IJL juga jadi arena tiap pelatih untuk upgrade ilmu kepelatihan. Video rekaman pertandingan yang kami rilis tiap pekannya sangat membantu mereka untuk mengevaluasi timnya masing-masing bahkan membedah kekuatan lawan," ungkap Rezza.

Dari kompetisi IJL U-11 akan dibentuk kesatuan tim yang diisi barisan pemain terbaik dengan label skuat IJL Elite. Agenda turnamen internasional regional Asia Tenggara siap dijalani awal tahun depan.

"Turnamen internasional memang jadi agenda wajib untuk skuat IJL Elite. Ini sebagai bentuk apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan anak-anak terbaik menjalani atmosfer pertandingan selama kurun tujuh bulan terakhir," ujar Rezza.

"Selebihnya kami ingin menjaga mimpi anak-anak membawa nama Indonesia di kancah internasional, kebanggaan yang harus dipupuk sejak usia dini," tandas Rezza.

Di partai final kategori U-9, Pelita Jaya Soccer School sukses membekuk FIFA Farmel dengan skor tipis 1-0. Sang playmaker, Valdo Putra Pratama jadi pahlawan lewat gol yang dicetaknya di menit ke-32 atau tepatnya golden goal babak perpanjangan waktu.

Sementara untuk kategori U-11, tim asal Jakarta Utara yakni Giras Soccer School keluar sebagai kampiun seusai menyudahi perlawanan D'Joe FC lewat skor 2-1. Bukti sahih kemenangan Si Pitung Cilik tercipta dari kaki Fadli Hendriansyah (23') dan Muhammad Ridwan (32').

Rangkaian grand final sekaligus closing ceremony IJL juga diramaikan lewat partai megah bertajuk IJL All Stars. Total ada 104 pemain terpilih ambil bagian menikmati atmosfer laga perang bintang. Menariknya, laga perang bintang juga diramaikan mantan pesepakbola profesional kenamaan Tanah Air yakni Javier Roca dan Warsidi Ardi yang berperan sebagai pelatih.



Sumber: Suara Pembaruan