Sriwijaya FC Desak LIB Selesaikan Tunggakan

Sriwijaya FC Desak LIB Selesaikan Tunggakan
Pemain Persiraja Eriyanto (kanan) menggiring bola dengan dikawal striker Sriwijaya FC Siswanto Yongky Ariwibowo (kiri) saat pertandingan babak delapan besar Liga 2 2019 di Stadion Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Sabtu (16/11/2019). Persiraja bermain imbang dengan Sriwijaya FC dengan skor akhir 0-0. ( Foto: ANTARA FOTO/Moch Asim )
Hendro D Situmorang / YUD Kamis, 13 Februari 2020 | 17:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Klub sepakbola Sriwijaya FC mendesak PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator segera melunasi sisa tunggakan sebesar Rp 3,4 miliar. Pihak manajemen PT Sriwijaya Optimis Mandiri pun akhirnya mengadukan masalah ini ke Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), Kamis (13/2/2020) di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora), Senayan, Jakarta.

Wakil Direktur Utama Sriwijaya FC, Hendri Zainudin menjelaskan hal ini terkait dengan kewajiban kontribusi atau subsidi kepada klub yang belum terselesaikan sejak 2 tahun lalu. Awalnya total tanggungan PT LIB sejak tahun 2017 senilai Rp 4,6 miliar. Setelah beberapa kali mengajukan permohonan pelunasan per tanggal 21 Januari 2020 tanggungan sisa senilai Rp 3,4 miliar.

Diakui, pembayaran terakhir dilakukan oleh PT LIB tanggal 21 Januari 2020 senilai Rp 200 juta. Ia mengharapkan, BOPI dapat memfasilitasi masalah tunggakan PT LIB. Sejauh ini manajemen Sriwjaya FC merasa pembayarannya kurang sesuai seperti yang diharapkan oleh pihak manajemen.

"Kalau perbincangan baik surat dan langsung sudah berkali-kali. Alokasi dana untuk bayar pemain tidak terbayar karena PT LIB tidak menjalankan kewajiban. Kami pihak Sriwijaya minta BOPI memfasilitasi masalah tunggakan ini. Kita lihat BOPI menaungi olahraga profesional, makanya kita mengadu. Kami berharap ada sikap tegas dari BOPI yang merupakan perwakilan pemerintah untuk mengurusi olahraga profesional,” ungkap Hendri.

“Hanya BOPI menjadi tumpuan kami dalam menyelesaikan masalah ini. Sebab, klub jika bermasalah dengan tunggakan gaji bisa terancam tidak bisa berkompetisi bahkan bisa-bisa berurusan dengan pengadilan, sementara bagaimana dengan PT LIB yang memiliki utang kepada klub?” ujarnya.

Merespons pengaduan manajemen Sriwijaya FC, Ketua Umum BOPI, Richard Sam Bera mengatakan pihaknya akan memfasilitasi masalah tersebut. Ia meminta kepada manajemen untuk memberikan data pendukung yang mendetail terkait kronologis dan dokumen tunggakan.

"BOPI harus tahu terlebih dahulu detail masalah ini, makanya kita butuh data dukung. Kalau sudah lengkap, kita akan bantu dorong penyelesaiannya oleh PT LIB," kata dia.

Richard menekankan BOPI senantiasa berusaha menata penyelenggaraan olahraga profesional dengan baik. Termasuk bagaimana seluruh klub dan operator menyelesaikan seluruh tanggungan.

"Kita akan bantu Sriwijaya FC dengan cara memfasilitasi atau memediasi penyelesaiannya dengan PT LIB. Tetapi bukan hanya Sriwijaya FC saja, tetapi juga semua. BOPI juga membantu semua termasuk klub, para pemain dan juga operator (PT LIB), agar olahraga profesional semakin maju, khususnya sepakbola profesional" pungkas Richard.

Pihak manajemen Sriwijaya FC sendiri menyangggupi akan segera mengirimkan kronologis detail dan data dukung yang dibutuhkan oleh BOPI.

Sementara Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Cucu Somantri menyadari masih terjerat utang pembayaran subsidi klub-klub Liga 1 Indonesia 2018. Untuk itu PT LIB berusaha untuk menunaikan semua kewajiban.

“LIB akan menyelesaikan kewajiban kami sebelumnya. Kami datang sekarang melapor ke BOPI dalam rangka penyelenggaraan Liga 1 yang lebih profesional. Kami akan memerhatikan hak dan kewajiban kami, hak dan kewajiban klub, kemudian hak-hak dari para pemain," ujarnya.

Liga 1 Indonesia 2020 berlangsung mulai 29 Februari dan dijadwalkan berakhir pada 31 Oktober 2020.



Sumber: BeritaSatu.com