PLN: 100 Juta Ton Batu Bara Dibutuhkan untuk PLTU 25.000 MW

PLN: 100 Juta Ton Batu Bara Dibutuhkan untuk PLTU 25.000 MW
Rangga Prakoso Selasa, 10 Maret 2015 | 20:42 WIB

Jakarta - PT PLN (persero) menyatakan 100 juta ton batu bara dibutuhkan untuk mendukung proyek ketenagalistrikan 25.000 megawatt (MW). Pasalnya dari 35.000 MW itu sekitar 25.000 MW merupakan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Kepala Divisi Batu bara PLN, Hilmi Najamuddin, mengatakan setiap kapasitas pembangkit 1 MW membutuhkan batu bara sekitar 4.000 ton. Artiannya dengan pembangkit kapasitas total 25.000 MW itu dibutuhkan 100 juta ton batu bara. "PLN ke depan ini membutuhkan batu bara yang banyak, karena pertumbuhan listrik di PLN itu 10 persen per tahun jadi PLN akan membangun pembangkit yang banyak sesuai dengan program pemerintah yang 35.000 MW ditambah yang eksisting reguler itu 7.000 MW jadi totalnya 42.000 MW pembangkit," kata Hilmi di Jakarta, Selasa (10/03).

Hilmi menuturkan pihaknya membutuhkan data cadangan batu bara, jenis kalori batu bara serta lokasi tambang batu bara dari pelaku usaha. Data-data tersebut dibutuhkan dalam membangun PLTU. Menurutnya komposisi pembangkit tersebut nantinya akan mengikuti kualitas kalori batu bara di lokasi tambang. "Kami membutuhkan pasokan dari para pemasok minimal dua hal yakni spesifikasinya dan cadangannya," ujarnya.

Dikatakannya perusahaan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) sudah menyanggupi kebutuhan PLN. Namun kontrak jual belinya masih menunggu kejelasan dari proyek PLTU. "Biasanya kontrak itu kalau sudah jelas PLTU-nya dibangun di mana kemudian size-nya berapa MW, boiler-nya berapa spec-nya berapa nanti kami melakukan tender batu bara," ujarnya.