Kata CEO Malindo Air soal "On Time Performance" 85%

Kata CEO Malindo Air soal
CEO Malindo Air Chandran Rama Muthy ( Foto: Suara Pembaruan/Arnasudhin )
Farouk Arnaz Selasa, 10 Maret 2015 | 21:07 WIB

Jakarta - Malindo Air, anak perusahaan Lion Air bekerja sama dengan perusahaan Malaysia, menunjukan konsistensi on time performance (OTP) alias ketepatan waktu hingga sampai 85 persen sepanjang 2014

Ketepatan waktu itu tentu jauh berbeda dengan Lion Air, yang bahkan sempat membuat heboh atas kasus delay massal pada musim liburan Imlek kemarin.

Mengenai ketepatan waktu terbang, maskapai penerbangan yang memiliki homebase di Bandara KLIA2 di Sepang dan Bandara Subang Skypark itu mengaku terbantu dengan keadaan. 

"Ketepatan itu sangat didukung juga dengan keadaan airport, terminal, slot, runway, dan kami memang usahakan yang terbaik. Di KLIA2 itu sangat nyaman. Kami tidak punya kendala di sini," kata CEO Malindo Air Chandran Rama Muthy di kantornya di Bandara KLIA 2, Senin (9/3).

KLIA 2, menurut Chandra, mempunyai tiga runway dan mempunyai kapasitas melayani 45 juta penumpang, dengan keadaan saat ini baru mencapai 20 juta penumpang.

"Di KLIA2 ada 60 boarding gate lengkap dengan garbarata, lalu jika kurang, masih ada 30 boarding gate lagi tanpa garbarata. Semua airlines di sini didukung goverment. Tidak ada tax untuk sparepart impor pesawat. Saya bisa nilai goverment itu A+ soal ini," bebernya.

Sedangkan faktor keterlambatan 15 persen itu, masih menurut Chandra, karena bisa jadi terkait dengan faktor-faktor di luar KLIA2 seperti saat pesawat datang dari Bombay, India, ataupun Singapura, yang bandaranya lebih padat sehingga kadang membuat pesawat sedikit telat karena traffic.

"Jadi kami stay di OTP 85 persen. Kami tidak ada kendala untuk itu. Tahun 2014 lalu kami menerbangkan 2,5 juta penumpang dan tahun 2015 ini kami tambah enam pesawat hingga ditargetkan 4 juta penumpang. Kami optimistis," bebernya.

Dengan tekad itu, Malindo Air yang mempunyai tingkat keterisian penumpang hingga 70 persen akan mendukung tekad Lion Air untuk menjadi "the biggest airlines in the region" termasuk dengan membuka rute ke Perth, Australia.

Australia akan menjadi negara ketujuh bagi Malindo. Enam negara yang telah digarap oleh Malindo sebelumnya adalah Singapura, Indonesia, Bangladesh, India, Singapura, Thailand, dan negeri atap dunia alias Nepal yang baru dibuka pada 6 Februari lalu.