Serapan Anggaran Kemhub 16,07 Persen hingga Mei 2017

Serapan Anggaran Kemhub 16,07 Persen hingga Mei 2017
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) bersama Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (kedua kanan) meninjau kegiatan penutupan atap bangunan (topping off) Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka Jawa Barat, Minggu 21 Mei 2017. (Foto: Antara)
Thresa Sandra Desfika / FER Jumat, 26 Mei 2017 | 17:35 WIB

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemhub) mencatatkan serapan anggaran 2017 rata-rata 16,07 persen sampai saat 22 Mei ini, dari total pagu anggaran yang senilai Rp 46 triliun.

Realisasi belanja terbesar terdapat pada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sebanyak Rp 2,7 triliun atau 23 persen dari total anggaran direktorat itu senilai Rp 11,5 triliun.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, menjelaskan, pihaknya sudah melakukan konsolidasi di jajaran internal agar bisa mempercepat proses penyerapan anggaran kementerian pada tahun ini. Target serapan Kemhub pada tahun ini diharapkan mencapai hampir 90 persen.

"Tahun ini target mendekati 90 persen atau 80 persen lebih. Saya sudah menginstruksikan kepada para direktur jenderal untuk mempercepat serapan supaya dana pemerintah ini dapat efektif dan efisien didistribusikan," ujar Budi Karya di Jakarta, Jumat (26/5).

Selain Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, tercatat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara membukukan serapan sebanyak Rp 1,3 triliun, Direktorat Jenderal Perkeretaapian sebesar Rp 1,7 trilun, dan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat serapannya sejumlah Rp 543 miliar atau setara dengan Rp 12 persen dari total anggaran Rp 4,2 triliun.

Sekretaris Jenderal Kemhub, Sugihardjo, menyebutkan, pihaknya berkomitmen untuk mempercepat penyerapan anggaran. Pasalnya, penyerapan itu telah menjadi fokus yang diamanatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk dilakukan oleh setiap kementerian. Belanja kementerian, kata Sugihardjo, dapat memacu perekonomian, terutama di daerah luar Jawa.

"Penyerapan ini kami inginkan tidak banyak diujung, maka dari itu kami terus memacu penyerapan. Kalau dari progres memang lebih baik dari tahun lalu. Tahun lalu penyerapan akhir tahun dengan nilai sisa kontrak itu sekitar 82 persen," terang Sugihardjo.

Raih Opini WTP

Sementara itu, Kemhub meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan 2016 dari kementerian tersebut. Opini WTP itu menjadi yang keempat kalinya berturut-turut diraih Kemenhub sejak 2013.

"Saya bersyukur Kemhub dapat opini WTP dari BPK untuk keempat kalinya. Saya mengapresiasi tim BPK yang secara profesional menyelesaikan pemeriksaan terhadap laporan keuangan Kemenhub 2016 sesuai standar akuntansi pemerintah," jelas Budi Karya Sumadi di sela acara penyampaian laporan hasil pemeriksaan laporan keuangan Kemhub 2016 di Jakarta, Jumat (26/5).

Meski meraih opini WTP, Budi mengakui, dalam laporan keuangan Kemhub masih terdapat temuan yang harus ditindaklanjuti. Beberapa temuan itu terkait dengan pengelolaan pendapatan negara bukan pajak (PNPB), belum sesuainya kegiatan dengan ketentuan yang ada, kelebihan pembayaran, dan denda yang belum dikenakan.

Kemudian temuan-temuan itu diberi rekomendasi oleh BPK untuk ditindaklanjuti Kemhub. Sebagian rekomendasi, menurut Budi, sudah direspon oleh pihaknya, seperti penyetoran ke kas negara untuk kelebihan pembayaran dan melakukan koreksi dalam laporan keuangan 2016 audited.

Untuk yang belum ditindaklanjuti, Budi menyatakan, pihaknya telah membuat rencana aksi guna menggenapkan rekomendasi itu. Rencana aksi antara lain dengan penerbitan instruksi menteri perhubungan kepada seluruh satuan kerja (satuan kerja) untuk segera menindaklanjuti temuan dan rekomendasi BPK, pengadaan pelatihan kepada satker terkait tata usaha PNBP, termasuk melakukan inventarisasi dan penertiban aset.

"Rencana aksi disusun sebagai upaya good governance dan clean government khususnya di lingkungan Kemhub. Tentunya, kami akan terus berupaya agar kualitas laporan keuangan dan opini WTP dapat dipertahankan dalam periode selanjut," jelasnya.



Sumber: Investor Daily