Kebijakan Postborder Picu Kosmetik Ilegal Masuk

Kebijakan Postborder Picu Kosmetik Ilegal Masuk
Ilustrasi Kosmetik. ( Foto: Istimewa )
Eva Fitriani / GOR Selasa, 13 November 2018 | 18:10 WIB

JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menduga kebijakan pemeriksaan barang di luar kawasan kepabeanan (postborder) menjadi salah satu penyebab masuknya barang kosmetik ilegal. Sepanjang tahun ini, BPOM telah menemukan kosmetik ilegal dengan nilai keekonomian mencapai Rp 112 miliar.

“Secara nasional, temuan kosmetik ilegal mencapai Rp 112 miliar, dan merupakan temuan terbesar diantara produk yang diawasi BPOM. Ditengarai, adanya kebijakan post-border pemasukan kosmetik, juga berimplikasi banyak produk yang masuk ke Indonesia, tanpa izin edar atau ilegal,” kata Kepala BPOM Penny K. Lukito Senin (12/11).

Penny mengatakan, dari total temuan tersebut, sebanyak Rp 17,4 miliar merupakan kosmetik ilegal yang dijual secara daring (online). Jumlah temuan khusus untuk kosmetik mencapai Rp 420 juta.

Produk kosmetik, menurut survey Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, menduduki peringkat kedua sebagai produk yang paling sering dikonsumsi dari belanja online setelah produk busana. Pertumbuhan pasar kosmetik memang cenderung naik.

Data BPOM menunjukkan, jumlah produk kosmetik ternotifikasi bertambah dari 35.203 produk pada tahun 2015 menjadi 51.025 produk pada tahun 2017. Sementara itu, per September 2018, jumlah nomor izin edar yang sudah dikeluarkan BPOM mencapai 39.388.

“Ini salah satunya merupakan efek kemudahan proses pendaftaran melalui sistem notifikasi online BPOM, yang memungkinkan nomor notifikasi kosmetik diterbitkan dalam 14 hari kerja,” ujar dia.

Menurut Penny, perubahan pola perdagangan dan perkembangan industri kosmetik menjadi salah satu perhatian BPOM. “Peningkatan efektivitas pengawasan menjadi tanggung jawab BPOM untuk memastikan kosmetik yang beredar telah memenuhi persyaratan keamanan, manfaat, mutu dan penandaan produk. BPOM juga berperan dalam mengedukasi masyarakat agar mampu memilih dan menggunakan kosmetik yang aman”, tambah dia. (*)



Sumber: Investor Daily