BPOM Temukan 2 Ton Bahan Tambahan Pangan Berbahaya

BPOM Temukan 2 Ton Bahan Tambahan Pangan Berbahaya
Eva Fitriani / GOR Jumat, 1 Maret 2019 | 14:44 WIB

JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan dua ton bahan tambahan pangan (BTP) yang berbahaya bagi kesehatan di Pasar Amuntai, Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Temuan itu merupakan hasil Operasi Terpadu Pasar Aman dari Bahan Berbahaya Boraks yang digelar BPOM bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Kepala Kantor BPOM Kabupaten Kabupaten Hulu Sungai Utara Bambang Hery Purwanto menerangkan, dalam operasi ini didapatkan Bahan Tambahan Pangan (BTP) pengembang yang sering digunakan masyarakat untuk campuran bahan membuat kerupuk yang mengandung boraks dengan merk dagang “Tcap Djago”, dan mencantumkan Nomor Izin Edar palsu sebanyak 2.094 pieces dengan berat 2 ton dan nilai ekonomi mencapai Rp 31.410.000. "Produk pangan tersebut ditemukan di 2 sarana distribusi Pangan yang ada di Pasar Amuntai," kata Bambang dalam keterangan resminya, Kamis (28/2).

Dia mengungkapkan, pemilik sarana selanjutnya dimintai keterangan untuk menelusuri asal bahan baku, pendistribusian produk, dan untuk mengetahui pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan. "Barang bukti telah diamankan oleh Kantor BPOM Kab. HSU, mengingat penyalahgunaan dan kegunaan yang salah terhadap bahan-bahan yang dilarang untuk pangan, terus berkembang di masyarakat," terang dia.

Bambang menegaskan, BPOM akan terus mengintensifkan pengawasan pangan yang beredar, baik secara mandiri maupun bersama lintas sektor untuk melindungi masyarakat dari pangan yang tidak memenuhi syarat. “Kepada masyarakat agar jangan sampai terpengaruh karena produk pengembang “Bleng” yang kami temukan mencantumkan Nomor Izin Edar Palsu, sehingga termasuk pangan Tanpa Izin Edar. Kami mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan produk tersebut, karena mengandung Bahan Berbahaya Boraks,” pungkas dia. (*)



Sumber: Investor Daily