11.000 Pasukan dan Tank Dikerahkan untuk Kuasai Penjara dari Geng Kriminal Venezuela

Maracay, Beritasatu.com – Sebanyak 11.000 polisi dan tentara Venezuela diperkuat tank militer dan kendaraan lapis baja melakukan operasi besar-besaran untuk menguasai penjara Tocoron yang dikendalikan geng kriminal, pada Rabu (20/9/2023).
Penjara Torocon di Maracay, Venezuela yang dikendalikan narapidana geng kriminal, sudah bagaikan taman hiburan buat mereka. Karena di penjara tersebut, ada kolam renang, fasilitas kelab malam, hingga kebun binatang. Geng kriminal juga melengkapi bisnis mereka dengan mesin penambang Bitcoin, hingga senjata peluncur roket.
Pihak berwenang Venezuela memamerkan hasil operasi besar mereka pada hari Kamis (21/9/2023), setelah menguasai penjara Tocoron.
Menteri Dalam Negeri dan Kehakiman Venezuela, Remigio Ceballos mengatakan, seorang tentara tewas dalam operasi tersebut.
Menurutnya, operasi besar-besaran ini telah direncanakan selama lebih dari setahun.
Fasilitas yang diserang dalam penggerebekan hari Rabu itu berfungsi sebagai markas geng Tren de Aragua yang beroperasi di Venezuela dan negara-negara Amerika Latin lainnya.
Ceballos mengatakan senapan sniper, bahan peledak, peluncur roket dan granat disita, bersama dengan kokain, ganja dan sepeda motor mahal.
Bahkan istri atau pacar narapidana geng kriminal yang tinggal di penjara, sudah diusir.
Pada konferensi pers di luar penjara, pihak berwenang menunjukkan ember berisi peluru, tumpukan sabuk amunisi senapan mesin, dan mesin yang digunakan untuk menambang mata uang kripto Bitcoin.
Pada hari Rabu, AFP melihat petugas membawa televisi, microwave, dan AC keluar dari penjara ketika para wanita yang marah di luar berteriak, "Itu milik kami!."
Ceballos mengatakan hewan-hewan kebun binatang yang disimpan di fasilitas tersebut mati dalam kebakaran yang dipicu oleh para tahanan. Dia tidak menyebutkan hewan apa saja yang pernah tinggal di sana, atau berapa jumlahnya.
Ceballos menambahkan, empat sipir penjara ditangkap karena dicurigai sebagai kaki tangan anggota geng kriminal yang menjalani kehidupan di balik jeruji besi.
"Tidak akan ada impunitas. Kami akan bertindak melawan semua penjahat dan kaki tangannya," kata Ceballos.
Dia memuji operasi yang memungkinkan pihaknya melancarkan serangan terhadap kelompok kriminal.
Setelah menyatakan telah menguasai penjara, pemerintah mulai mengevakuasi 1.600 narapidana ke lokasi lain.
Pada hari Rabu, pemerintah mengatakan beberapa tahanan berhasil melarikan diri selama operasi tersebut.
Ceballos mengatakan para pemimpin geng telah menganiaya tahanan lain dan menjadikan mereka untuk bekerja seperti budak.
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI

Langka! Banjir Menerjang Dataran Tinggi di Malang

Jokowi Ingatkan Perbankan Kucurkan Kredit ke UMKM, Jangan Hanya Beli SBN

Helikopter Militer AS Jatuh di Laut Jepang, 1 Orang Dipastikan Tewas

Piala AFC: Hajar Stallion 5-2, Bali United Bertengger di Posisi 3 Grup G

Kiper Liverpool Alisson Becker Cedera Panjang

Eks Aktivis 98 Sepakat Tolak Fitnah untuk Prabowo-Gibran

Selesai Diperiksa Penyidik, SYL Ngaku Sudah Sampaikan Semua Fakta

Diperiksa soal Dugaan Pemerasan Firli Bahuri, SYL Dicecar 12 Pertanyaan

Lirik Lagu Di Tepian Rindu oleh Davi Siumbing yang Viral di Media Sosial

204 Juta Data Pemilih di KPU Bocor, Menkominfo Sebut Bukan Motif Politik

Dampak Perubahan Iklim Makin Nyata, Jokowi Beberkan Faktanya

Ketidakpastian Global Masih Menghantui, Begini Karakteristiknya

Geledah Rumah di Jakarta, KPK Sita Bukti Dokumen Terkait Kasus Wamenkumham

Ada Gangguan Sinyal di Stasiun Citayam, Perjalanan KRL Tertahan

Lirik Lagu Before You Go dari Lewis Capaldi dan Terjemahannya
1
B-FILES


Pemilu 2024 vs Kesejahteraan Mental Generasi Z
Geofakta Razali
Rakernas IDI dan Debat Pilpres 2024
Zaenal Abidin
Indonesia dan Pertemuan Puncak APEC
Iman Pambagyo