Berantas Mafia Bola, Polisi Bentuk Subsatgas

Berantas Mafia Bola, Polisi Bentuk Subsatgas
Brigjen Dedi Prasetyo. ( Foto: Antara )
Farouk Arnaz / JAS Kamis, 8 Agustus 2019 | 15:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi ternyata sangat peduli dengan perkembangan bola di tanah air. Buktinya kinerja Satgas Antimafia Bola pun sampai-sampai harus diperpanjang hingga jilid ke II.

“Satgas Antimafia bola jilid ll mulai berjalan sejak kemarin, 6 Agustus 2019, dan akan berjalan selama empat bulan ke depan. Satgas masih dipimpin oleh Brigjen Hendro Pandowo,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Kamis (8/8/2019).

Satgas dimunculkan lagi, menurut Dedi, karena adanya apresiasi dari masyarakat Indonesia yang menghendaki persepakbolaan Indonesia, khususnya Liga 1 yang akan digelar tahun ini, betul-betul bersih, bermartabat, dan berprestasi.

“Lalu juga karena masih ada beberapa perkara yang belum selesai misal kasus Vigit Waluyo dan Hidayat yang masih harus disempurnakan lagi. Satgas tidak hanya fokus di tingkat pusat, tetapi dibagi menjadi 13 wilayah, sesuai dengan wilayah tempat liga itu digelar,” imbuhnya.

Tak berhenti di sini, saking pedulinya pada urusan bola kaki itu, masih kata Dedi, di tiap-tiap wilayah nanti ada subsatgas antimafia yang dipimpin oleh direktur kriminal umum polda setempat bekerja sama dengan panitia pelaksana.

Tak ada motif lain dari kehadiran 23 subsatgas itu kecuali benar-benar ingin memastikan setiap pertandingan yang digelar di 13 provinsi itu harus bebas dari match fixing atau pengaturan skor mafia bola yang mengganggu prestasi sepakbola Indonesia.