IPO 20% Saham, Artajasa Berpeluang Raih Dana Rp 546,8 Miliar
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

IPO 20% Saham, Artajasa Berpeluang Raih Dana Rp 546,8 Miliar

Jumat, 2 Maret 2018 | 09:52 WIB
Oleh : Grace Eldora Sinaga / GOR

JAKARTA – PT Artajasa Pembayaran Elektronis akan melepas 20% saham ke publik melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO). Harga IPO perseroan berkisar Rp 850-1.250 per saham.

Dengan menawarkan sebanyak 437,5 juta saham, Artajasa berpeluang meraih dana sebesar Rp 371,8-546,8 miliar dari hasil IPO. Sesuai rencana, dari jumlah yang ditawarkan tersebut, sebanyak 250,04 juta saham biasa atas nama PT Aplikanusa Lintasarta selaku penjual dan 187,46 juta saham baru dari portepel perseroan. Bersamaan dengan itu, perseroan mengalokasikan saham karyawan (employee stock allocation/ESA) sebesarnya 1% atau sebesar 4,37 juta saham.

Masa penawaran awal (bookbuilding) dimulai pada 1-14 Maret 2018, sedangkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan pada 22 Maret 2018, dan pencatatan perdana (listing) saham dijadwalkan pada 29 Maret 2018. Perseroan menunjuk Indo Premier Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi (lead underwriter) dan CLSA Sekuritas Indonesia sebagai penjamin emisi efek utama.

Direktur Utama Artajasa Bayu Hanantasena mengatakan, sekitar 60% dari dana IPO akan digunakan untuk pembelian peralatan atau perlengkapan teknologi informasi, seperti perangkat keras (hardware) atau perangkat lunak (software). “Sisanya 40% akan digunakan sebagai modal kerja mendukung kegiatan operasional,” kata dia di Jakarta, Kamis (1/3).

Tahun ini, Artajasa menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan sebesar Rp 101,92 miliar untuk pengembangan aplikasi software dan database pilar bisnis dan operasional. Capex tersebut naik dari jumlah tahun lalu sebesar Rp 30,96 miliar yang dipakai untuk pembelian mesin ATM, peralatan komputer, dan lisensi. Sedangkan US$ 78 ribu untuk tambahan layanan aplikasi.

Selama 2014-2016, perusahaan membukukan laju pertumbuhan majemuk (compound annual growth rate/CAGR) pendapatan bersih sebesar 9,3% dari Rp 409,72 miliar menjadi Rp 489,82 miliar. Laba periode berjalan dari Rp 121,75 miliar menjadi Rp 156,87 miliar dengan CAGR 13,5%.

Sementara itu, hingga September 2017, pendapatan Artajasa naik tipis menjadi Rp 361,73 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 361,52 miliar. Laba tahun berjalan mengalami penurunan menjadi Rp 110,06 miliar dari sebelumnya Rp 124,85 miliar. Sekitar 60% dari pendapatan disumbang oleh lini bisnis penyediaan switching.

Aset perusahaan per kuartal III-2017 mencapai Rp 569,23 miliar, naik tipis dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 564,86 miliar. Liabilitas sebesar Rp 186,39 miliar dari sebelumnya Rp 141,51 miliar, sedangkan ekuitas Rp 382,83 miliar dari sebelumnya Rp 423,35 miliar. Bayu yakin tahun ini perusahaan masih akan tumbuh sekitar 15% dari pendapatan akhir tahun lalu, sedangkan margin EBITDA dan margin laba bersih.

Direktur Utama Indo Premier Sekuritas Moleonoto The memperkirakan, price to earning ratio (PER) perseroan dapat mencapai 9,4-14 kali dengan proyeksi laba bersih tahun ini. “Proyeksi laba bersih Rp 184 miliar pada 2018 versi analis Indo Premier,” tukasnya.

Sedangkan dibandingkan dengan peer di pasar global, Moleonoto menjelaskan, Visa dan Mastercard masing-masing memiliki PER hingga 30 kali. Perusahaan layanan tersebut menjalankan bidang jasa switching yakni jaringan ATM Bersama, jasa pembayaran, pengiriman uang, pembayaran perdagangan secara elektronis, penerbitan kartu, penyediaan sewa terminal, percetakan kartu, pembayaran tagihan, layanan hosting, dan jasa manajemen Artajasa.

Artajasa adalah pelopor di industri sistem pembayaran melakukan IPO sebagai strategi korporasi dalam mendukung implementasi gerbang pembayaran nasional (GPN). Perseroan beroperasi pada industri dengan hanya empat perusahaan prinsipal termasuk perusahaan, yang menyokong fasilitas proses switching, kliring, dan settlement. (*)



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Vaksinasi Covid-19


# Sonny Tulung


# Ganjil Genap


# KKB



TERKINI
20 Pemain Timnas Putri Siap Lawan Singapura di Tajikistan

20 Pemain Timnas Putri Siap Lawan Singapura di Tajikistan

BOLA | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings