Studi: Agama Akan Segera Punah di 9 Negara

Studi: Agama Akan Segera Punah di 9 Negara
Ilustrasi seorang pendukung atheisme di Inggris ( Foto: AFP )
Liberty Jemadu Selasa, 26 Maret 2013 | 22:22 WIB

Jakarta - Sebuah studi yang menggunakan data hasil sensus di sembilan negara menemukan hasil yang mencengangkan: agama akan segera punah.

Studi yang memanfaatkan data sensus penduduk dari di Australia, Austria, Kanada, Republik Cek, Findlandia, Irlandia, Belanda, Selandia Baru, dan Swiss menunjukkan bahwa agama akan segera lenyap dari negara-negara itu.

Dipresentasikan dalam pertemuan American Physical Society di Dallas, Amerika Serikat, para peneliti menggunakan data sensus dari satu abad terakhir. Di kesembilan negara itu agama memang termasuk salah satu kolom yang harus diisi dalam sensus penduduk.

Mereka menganalisis data-data statistik itu mengunakan model matematika yang dinamai nonlinear dynamics. Pendekatan itu biasanya digunakan untuk menjelaskan berbagai fenomena fisika, yang di dalamnya banyak faktor mengambil peranan.

"Gagasannya sederhana saja," kata Richard Wiener dari Universitas of Arizona, "Pendekatan itu menunjukkan bahwa kelompok sosial yang mempunyai anggota lebih banyak akan lebih menarik untuk diikuti, dan bahwa kelompok sosial mempunyai sebuah status sosial atau kegunaan sosial."

Ia mencontohkan dalam bidang bahasa. Bahasa Spanyol, jelas dia, punya kegunaan atau status lebih besar ketimbang bahasa Quechuan di Peru yang sedang menuju kepunahannya.

"Dan sama juga dengan banyaknya status atau kegunaan yang diperoleh dengan menjadi anggota sebuah agama atau tidak," imbuh Wiener.

Wiener melanjutkan bahwa di sebuah negara demokrasi sekuler yang besar, terdapat kecendrungan bahwa orang mulai mengidentifikasi diri mereka sebagai orang yang tidak terafiliasi dengan satu agama pun.

"Di Belanda jumlah orang yang tidak beragama mencapai 40 persen dari total populasi, yang tertinggi di Republik Cek yakni sebanyak 60 persen," beber dia.

Dalam penelitian itu para peneliti menerapkan model nonlinear dynamics untuk menetapkan parameter atau batasan tentang apa saja manfaat yang diperoleh dengan menjadi anggota dari kelompok tidak beragama itu.

Hasilnya, dalam studi yang dipublikasikan secara online, mereka menemukan parameter-parameter yang sama di sembilan negara yang terlibat dalam penelitian itu. Artinya orang-orang di negara-negara itu punya perilaku yang sama yang mengarah pada semakin berkurang penganut agama.

Indikasinya menujukkan bahwa di kesembilan negara tersebut agama sedang menuju kepunahannya.

Sumber: BBC